Anggaran Disdik Pekanbaru 2026 Naik Jadi Rp804 M, Terbesar di Antara OPD

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:18:45 WIB

RIAUREVIEW,COM --Komisi III DPRD Kota Pekanbaru bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru membahas rencana kerja tahun anggaran 2026 dalam rapat yang digelar Selasa (20/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut terungkap adanya penambahan anggaran Disdik menjelang pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. 

Anggaran yang semula berada di kisaran Rp761 miliar saat pembahasan KUA-PPAS, meningkat menjadi sekitar Rp804 miliar saat pengesahan.

Dengan kenaikan sekitar Rp40 miliar tersebut, Disdik Pekanbaru menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan alokasi anggaran terbesar di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Syafrian Tommy, menjelaskan bahwa penambahan anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan belanja pegawai.

“Penambahan ini berkaitan dengan gaji guru dan tenaga pendidik di Dinas Pendidikan,” ujar Syafrian usai rapat.

Selain belanja pegawai, Disdik Pekanbaru juga mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan. 

Pada 2026, Disdik menganggarkan Rp2,1 miliar untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tingkat SMP Negeri. 

Anggaran tersebut digunakan untuk menambah empat ruang kelas di SMPN 46 Tuah Madani.

Pembangunan RKB tersebut difokuskan di wilayah dengan tingkat kepadatan peserta didik yang tinggi atau masuk kategori zona merah penerimaan siswa baru.

Sementara itu, untuk pembangunan unit sekolah baru, Disdik hanya menganggarkan satu unit Taman Kanak-kanak (TK) Negeri di Kecamatan Bukit Raya dengan nilai Rp5,4 miliar. 

Tidak ada pembangunan sekolah baru tingkat SMP pada tahun ini.

“Fokus kita saat ini menambah ruang kelas di wilayah Tuah Madani untuk menyerap daya tampung siswa. Pembangunan TK Negeri ini juga mendukung program asta cita wajib belajar 13 tahun,” jelas Syafrian.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, menilai penambahan ruang kelas seharusnya juga menyasar wilayah lain yang mengalami keterbatasan daya tampung, seperti Kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya.

“Seharusnya Rumbai dan Tenayan Raya juga menjadi prioritas. Saat ini baru Tuah Madani yang dianggarkan,” kata Tekad.

Ia mendorong agar pada tahun anggaran 2027, Pemko Pekanbaru melalui Disdik dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan atau revitalisasi sekolah di kawasan zona merah.

“Kalau di Rumbai terkendala lahan, kita sarankan dilakukan revitalisasi total dengan pembangunan gedung dua lantai,” ujarnya.

Selain pembangunan dan penambahan ruang kelas, Disdik Pekanbaru juga menganggarkan Rp4,8 miliar untuk rehabilitasi 24 ruang kelas SMP Negeri, Rp574 juta untuk pembangunan toilet baru, serta Rp1 miliar untuk rehabilitasi enam unit toilet di sejumlah sekolah.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com

Terkini