RIAUREVIEW.COM --Tim Dokter Divisi Intervensi Paru RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil melakukan tindakan bronkoskopi untuk mengeluarkan paku berukuran 2 inch dari paru-paru seorang pasien laki-laki berumur 51 tahun.
Paku tersebut bisa masuk kedalam paru-paru akibat pasien meletakkan paku di mulut namun tak sengaja tertelan saat memperbaiki sesuatu. Akibatnya pasien mengeluhkan batuk, nyeri dan seperti ada yang mengganjal di dalam dada.
Setelah berobat ke poliklinik RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, pasien ditangani oleh dr Nori Purnama SpP dan menjalani pemeriksaan CT SCAN untuk memastikan keberadaan paku didalam tubuh pasien.
Kemudian dr Nori beserta tim intervensi paru dan anestesi segera dilakukan tindakan Bronkoskopi untuk mengeluarkan paku tersebut dari paru-paru pasien.
dr Nori mengatakan, Bronkoskopi merupakan tindakan medis dengan cara memasukkan kamera kecil seperti pipet lentur dan capit yang pada kasus ini dimasukkan melalui mulut, masuk kedalam saluran pernafasan hinga ke paru-paru.
"Alhamdulillah paku tersebut akhirnya ditemukan pada cabang saluran menuju paru-paru kanan dan berhasil diangkat," ucap dr Nori, Rabu (4/2/2026).
Dia mengatakan, saat ini kondisi pasien terpantau stabil di Ruang perawatan Intensif. Apabila terus membaik pasien bisa pindah ke ruang rawat biasa dan 2-3 hari ke depan pasien bisa pulang untuk menjalani kontrol rutin ke poliklinik.
Atas peristiwa itu, dr Nori berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menghindari segala sesuatu yang memungkinkan benda asing masuk kedalam mulut seperti mengigit jarum pentul atau paku dimulut.
"Bagi orang tua harap untuk selalu memperhatikan anak kecilnya bermain benda-benda berukuran kecil. Namun apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, dapat segera berobat ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Tim dokter paru kami dan tim dokter dibagian lainnya dengan didukung peralatan medis yang lengkap siap memberikan penanganan medis terbaik demi kesembuhan pasien," tutupnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak membiasakan menggigit atau meletakkan benda tajam maupun tumpul di mulut.
"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Namun, dari sisi layanan, ini menjadi pencapaian penting karena RSUD Arifin Achmad Riau kini memiliki metode penanganan yang efektif tanpa operasi," katanya.
Sumber: cakaplah.com