Rencana Gila Mantan Menantu: Niat Awal Mencuri Berujung Bantai Ibu Mertua di Rumbai!

Ahad, 03 Mei 2026 | 19:01:55 WIB
Konferensi pers terkait kasus pembunuhan Dumaris Sitio di Polresta Pekanbaru, Minggu, 3 Mei 2026. (ist)

RIAUREVIEW.COM --Kasus pembunuhan Dumaris Boru Sitio di Rumbai, Pekanbaru, mengungkap rencana gelap yang berubah menjadi tragedi berdarah mendadak. Polda Riau memaparkan fakta baru terkait pembunuhan sadis di Kecamatan Rumbai Pesisir yang mengguncang warga. 

Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, menyebut rencana awal berupa pencurian. Namun, perjalanan pelaku dari Medan menuju Pekanbaru mengubah arah menjadi aksi pembunuhan terencana. “Dalam perjalanan, niat mereka berubah menjadi pembunuhan,” ujar Hasyim dalam konferensi pers di Pekanbaru, Minggu, 3 Mei 2026.

Rencana itu bahkan berkembang menjadi lebih ekstrem dengan target korban lebih dari satu orang. Empat orang dalam rumah sempat masuk daftar sasaran sebelum aksi terjadi secara brutal. Perubahan rencana ini memperlihatkan dinamika kejahatan yang dipicu emosi serta ambisi menguasai harta.

Polda Riau memberikan asistensi penuh kepada Polresta Pekanbaru dalam pengungkapan kasus tersebut. Dukungan teknis dan taktis mempercepat proses penyelidikan hingga seluruh pelaku berhasil diamankan. “Koordinasi berjalan intens sehingga kasus cepat terungkap,” kata Hasyim. 

Proses hukum mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terbaru. Selain itu, penyidikan juga merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 terkait hukum acara pidana. Langkah ini memastikan penanganan perkara berjalan sesuai regulasi terbaru yang berlaku secara nasional.

Kerja sama lintas wilayah melibatkan Polda Sumatera Utara serta Polda Aceh dalam pengejaran pelaku. Seluruh tersangka berhasil diamankan dalam waktu relatif singkat bersama sejumlah barang bukti penting. “Para pelaku berhasil ditangkap lengkap dengan barang bukti,” ujar Hasyim. 

Barang bukti ditemukan dalam kondisi relatif utuh saat pelaku berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Kondisi ini terjadi karena aksi berubah mendadak dari pencurian menjadi pembunuhan tanpa persiapan panjang. Fakta ini memperkuat dugaan perencanaan yang berkembang secara spontan di tengah perjalanan pelaku.

Motif kejahatan mengarah pada sakit hati yang bercampur dengan keinginan menguasai harta korban. Dinamika hubungan personal diduga mempercepat perubahan rencana menuju tindakan ekstrem tanpa kendali. Kasus ini menunjukkan bahwa konflik emosional sering menjadi pemicu utama kejahatan berat dalam keluarga.

Sebelum penangkapan, para pelaku sempat berpencar usai bergerak dari Kota Medan menuju lokasi berbeda. Dua pelaku berinisial SL dan AF melarikan diri hingga mencapai wilayah Aceh untuk bersembunyi sementara. Mereka sempat singgah di rumah kerabat sebelum akhirnya lokasi persembunyian terdeteksi aparat kepolisian.

Tim gabungan bergerak cepat setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku di wilayah tersebut. Penangkapan dilakukan sekitar satu jam setelah pelaku tiba di lokasi persembunyian terakhir mereka. “Tim langsung melakukan penangkapan setelah memastikan keberadaan pelaku,” ujar Hasyim.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, mengakui pengejaran berlangsung cukup sulit dan kompleks. Pelaku melarikan diri lintas provinsi hingga mencapai wilayah Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. “Pengejaran tidak mudah karena pelaku berpindah wilayah dengan cepat,” kata Kombes Zahwani Pandra.

Penangkapan akhirnya dilakukan pada Sabtu, 2 April 2026, setelah koordinasi lintas daerah berjalan efektif. Seluruh pelaku kemudian dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk menjalani proses hukum lanjutan. Keberhasilan ini menjadi hasil dari kerja intensif aparat dalam melacak pergerakan pelaku secara cepat.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya sendiri, Rabu siang, 29 April 2026. Suami korban, Salmon Mena, menemukan tubuh Dumaris tergeletak tak bernyawa. Penemuan ini menjadi titik awal terbongkarnya kasus pembunuhan yang mengguncang warga setempat.

Rekaman CCTV mengungkap detail kedatangan para pelaku sebelum aksi pembunuhan terjadi di lokasi. Seorang wanita, diduga menantu korban, masuk lebih dahulu, diikuti beberapa orang lainnya secara bergantian. Situasi awal terlihat normal hingga momen serangan mendadak terjadi tanpa peringatan sebelumnya.

Seorang pria datang membawa balok kayu dan langsung menyerang korban tanpa jeda panjang. Pukulan keras mengenai kepala korban hingga membuatnya terkulai dan tak berdaya di tempat kejadian. Adegan ini terekam jelas dan menjadi bukti penting dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Keterlibatan orang dekat dalam kasus ini menambah lapisan kompleks pada motif kejahatan tersebut. Hubungan keluarga berubah menjadi jalur masuk bagi pelaku untuk menjalankan aksi tanpa kecurigaan awal. Polisi menilai faktor kedekatan mempermudah akses pelaku ke dalam rumah korban sebelum kejadian.

Kini seluruh pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi terus mendalami peran masing-masing tersangka guna mengungkap detail lengkap kejadian tersebut. Kasus ini menjadi peringatan keras tentang potensi kejahatan yang dapat muncul dari lingkaran terdekat.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com

Terkini