Karhutla Riau, Satgas Udara Kerahkan 12 Pesawat dan Semai 30 Ton Garam

Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:04:58 WIB

RIAUREVIEW.COM --Satuan Tugas (Satgas) Udara Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau mengerahkan 12 pesawat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Riau.

Armada tersebut menjalankan patroli udara, pemadaman melalui water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca untuk membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Abdul Haris mengatakan, belasan pesawat tersebut terdiri atas helikopter pemadam udara, helikopter patroli Polda Riau, serta pesawat dan helikopter dari BNPB dan Kementerian Kehutanan.

Selain itu, sejumlah helikopter bantuan dari perusahaan pemegang konsesi juga turut dioperasikan.

“Alhamdulillah memang kami mengoperasikan ada total hari ini sebanyak 12 pesawat,” ujar Abdul Haris usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau di GOR Presisi Polda Riau, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, Satgas Udara menjalankan tiga kegiatan utama dalam mendukung penanganan karhutla. Pertama, patroli udara untuk memantau titik api dan perkembangan kondisi di lapangan.

Patroli dilakukan pada pagi hari dengan memantau titik-titik api yang sebelumnya telah terdeteksi. Hasil pemantauan kemudian menjadi dasar untuk menentukan lokasi yang membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.

“Pagi-pagi kami terbang, kemudian kami memantau titik-titik api yang sebelumnya memang sudah ada dan juga kami pantau perkembangannya apakah masih ada atau sudah berkurang,” jelasnya.

Setelah patroli, helikopter water bombing diterbangkan untuk membantu Satgas Darat melakukan pemadaman dari udara.

Selain patroli dan water bombing, Satgas Udara juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

Abdul Haris mengatakan, pelaksanaan OMC dilakukan dengan dukungan data cuaca dari BMKG. Satgas Udara membentuk tim khusus yang disebut Tim Pemburu Awan, yang bertugas mencari awan potensial untuk disemai.

“Seluruh data-data cuaca itu disiapkan oleh BMKG dan kami membentuk satu tim yang namanya adalah Tim Pemburu Awan,” kata Abdul Haris.

Menurutnya, penerbangan bahkan dilakukan pada malam hari apabila terdapat awan yang dinilai berpotensi untuk disemai.

“Kami siap untuk menerbangkan pesawat kami kapan pun, bahkan jam malam pun, jam 11.00 pun kami pernah menerbangkan pesawat itu apabila memang kami pantau, kami temukan ada awan-awan yang berpotensi hujan,” ujarnya.

Semai 30 Ton Garam Selama Agustus

Ia menjelaskan, sepanjang Agustus 2026, Satgas Udara telah menyemai sekitar 30 ton garam dalam pelaksanaan OMC.

“Sejauh ini dapat kami sampaikan bahwa di bulan Agustus ini saja kami telah menyemai, menyebarkan 30 ton garam,” ungkap Abdul Haris.

Abdul Haris mengatakan, dalam beberapa hari terakhir hujan telah turun di sejumlah wilayah Riau. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kebakaran dan menjaga kelembapan lahan.

Meski berbagai upaya dilakukan dari udara, Abdul Haris menegaskan pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. 

Abdul Haris juga mengajak masyarakat saling mengingatkan dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi kebakaran.

“Satgas Udara mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran-pembakaran, yang juga kita harus tingkatkan kepedulian dengan saling menginformasikan dan mengingatkan kita bersama tentang bahaya kebakaran,” pungkasnya.*

 

 

Sumber: cakaplah.com

Terkini