RIAUREVIEW.COM --Polda Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul tingginya temuan hotspot di sejumlah wilayah, Sabtu (5/9/2026).
Berdasarkan laporan hotspot pagi ini, empat kabupaten menjadi perhatian. Indragiri Hulu (Inhu) tercatat memiliki 59 hotspot, Indragiri Hilir (Inhil) 48 hotspot, Pelalawan 22 hotspot dan Siak 20 hotspot.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bahkan turun langsung mengecek penanganan Karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan kesiapan personel, peralatan, proses pemadaman hingga pendinginan berjalan optimal.
Herry mengatakan keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan seluruh titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Karena itu, jajaran kewilayahan diperintahkan melakukan pengecekan langsung atau ground check.
"Hari ini saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas," kata Herry.
Menurutnya, apabila dari hasil pengecekan ditemukan api, personel harus segera melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman.
Langkah tersebut dinilai penting, terutama di kawasan gambut yang memiliki karakteristik bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.
"Kondisi Karhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pendinginannya tuntas," ujarnya.
Hingga 4 September 2026, luas lahan yang tercatat terbakar di Provinsi Riau mencapai 5.865,32 hektare.
Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan kembali diperkuat, terutama di desa-desa rawan Karhutla, kawasan perkebunan, lahan gambut dan lokasi yang sebelumnya pernah terbakar.
Herry juga menyoroti masih adanya masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Karena itu, sosialisasi mengenai larangan membakar lahan diminta dilakukan secara masif hingga tingkat desa dan dusun.
Bhabinkamtibmas bersama Babinsa akan menjadi ujung tombak pencegahan dengan turun langsung menemui masyarakat, kelompok tani hingga pemilik lahan.
Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan sambang dan door to door, patroli dialogis, kegiatan di tempat ibadah maupun ruang publik, serta pengecekan kembali plang larangan membakar di wilayah rawan.
"Pencegahan harus dimulai sebelum muncul api. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa harus mengetahui kondisi wilayah dan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. TNI-Polri bersama pemerintah harus hadir sampai ke tingkat desa," tegas Herry.
Herry menekankan pendekatan kepada masyarakat tidak boleh hanya sebatas larangan membakar.
Menurutnya, masyarakat yang perlu membuka maupun membersihkan lahan harus diberikan edukasi dan pendampingan agar kegiatan tersebut dilakukan tanpa menggunakan api.
Jajaran di wilayah juga diminta membantu mencarikan alternatif sesuai kondisi setempat, termasuk dukungan peralatan apabila memungkinkan dan diperlukan.
"Kita tidak ingin hanya datang dan mengatakan tidak boleh membakar. Kita juga harus memberikan solusi. Masyarakat tetap bisa mengelola lahannya, tetapi dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan Karhutla," katanya.
Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla tetap berjalan.
Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran telah menangani 41 kasus Karhutla dan menetapkan 44 orang sebagai tersangka.
Setiap lokasi kebakaran akan didalami untuk mengetahui penyebab serta pihak yang bertanggung jawab. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pencegahan kita perkuat, pemadaman kita lakukan maksimal, tetapi penegakan hukum tetap berjalan. Kalau ditemukan unsur pidana, tentu akan kita proses," tegas Herry.
Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel TNI-Polri dan tim gabungan yang terus menangani Karhutla.
Apresiasi disampaikan kepada BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, perusahaan, relawan hingga masyarakat yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Menurut Herry, sinergi Polda Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait akan terus diperkuat, baik dalam pemadaman maupun pencegahan.
"Fokus kita sekarang adalah mencegah kebakaran baru, memadamkan setiap api yang ditemukan dan memastikan tidak ada kebakaran yang meluas. Pada saat yang sama, keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bekerja di lapangan juga harus kita jaga," pungkasnya.
Sumber: Riauaktual.com