Soroti Kasus Pelajar, MGMP PAI Kepulauan Meranti Dorong Penguatan Pembinaan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:30:00 WIB
Khairul Zaman Ketua MGMP PAI Kabupaten Kepulauan Meranti

KEPULAUAN MERANTI, RIAUREVIEW.COM--Kasus yang melibatkan sejumlah pelajar di salah satu sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat perhatian dari Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Kepulauan Meranti, Khairul Zaman, M. Pd.

Khairul menilai kasus tersebut perlu menjadi perhatian bersama dalam dunia pendidikan, terutama dalam memperkuat pembinaan karakter, akhlak dan pendampingan terhadap murid.

“Terus terang saya prihatin dengan kasus yang terjadi. Namun, yang perlu kita lakukan adalah melihatnya sebagai bagian dari proses pembinaan. Anak-anak masih dalam tahap belajar dan membutuhkan arahan serta pendampingan,” ujar Khairul.

Sebelumnya, mengutip pemberitaan Serangkai.co, dua siswi di salah satu SMA sederajat di Kabupaten Kepulauan Meranti tertangkap melakukan hubungan sesama jenis di lingkungan sekolah. Menurut Ketua MKKS SMA sederajat Kabupaten Kepulauan Meranti, Poyadi, S. Pd., kejadian tersebut berlangsung sekitar dua pekan sebelumnya dan siswi yang terlibat telah mendapatkan pembinaan dari pihak sekolah

Kasus tersebut menjadi perhatian karena menurut Poyadi, aktivitas serupa juga ditemukan di sejumlah sekolah lain di Kepulauan Meranti. Ia mendorong perhatian dan kerjasama berbagai pihak, termasuk orang tua dan sekolah, dalam melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap peserta didik.

Menanggapi hal itu, Khairul mengatakan pembinaan terhadap pelajar perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan peran aktif para pendidik, termasuk Guru PAI.

“Guru PAI memiliki peran penting dalam pembinaan akhlak dan karakter. Bukan hanya menyampaikan materi di kelas, tetapi juga memberikan keteladanan, membangun komunikasi dan mendampingi murid ketika menghadapi berbagai persoalan,” katanya.

Menurut Khairul, pembinaan karakter tidak harus menunggu munculnya persoalan. Nilai-nilai agama dan akhlak dapat terus ditanamkan melalui pembelajaran, pembiasaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

“Ini bukan soal menyalahkan anak, sekolah ataupun pihak lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari kasus ini dan memperkuat pembinaan agar anak-anak mendapatkan arah yang baik,” ujarnya.

Khairul mengajak para Guru PAI di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk semakin aktif mengambil peran dalam pembinaan karakter dan akhlak murid.

“Semoga kasus ini menjadi momentum bagi kita semua, khususnya Guru PAI, untuk semakin hadir dalam membimbing dan mendampingi anak-anak. Pendidikan agama harus memberi pengaruh dalam sikap dan perilaku mereka,” pungkasnya.

Terkini