<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://riaureview.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://riaureview.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Waspadai Banjir, Pemko Pekanbaru Optimalkan Normalisasi Drainase &#45; Anak Sungai</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24373/waspadai-banjir-pemko-pekanbaru-optimalkan-normalisasi-drainase--anak-sungai</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus mengoptimalkan normalisasi drainase guna mewaspadai ancaman banjir disaat hujan turun dengan intensitas tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Normalisasi drainase dilakukan hampir di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Tidak hanya drainase, anak sungai hingga sungai yang membentang di Pekanbaru menjadi target normalisasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho memastikan pemerintah melalui Dinas PUPR terus mengoptimalkan upaya normalisasi ini guna memperlancar jalannya air dan tidak menimbulkan genangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami terus lakukan normalisasi, termasuk perawatan&#45;perawatan drainase,&quot; kata Wako Agung, Jumat (15/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini Dinas PUPR Kota Pekanbaru tengah melakukan normalisasi dan pembersihan pada aliran utama drainase Jalan Labersa, Kecamatan Bukit Raya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Normalisasi juga dibantu menggunakan alat berat excavator guna memudahkan pengerukan dasar parit. Sedimen yang sudah menumpuk dikeruk menggunakan excavator.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wako menyebut beberapa hari belakangan ini curah hujan yang turun di Pekanbaru cukup tinggi. Beberapa wilayah juga sempat digenangi banjir akibat hujan deras yang mengguyur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tapi surutnya tidak berhari&#45;hari, tidak banjir dalam artian berhari&#45;hari,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/85676632673-8.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:47:29 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24373/waspadai-banjir-pemko-pekanbaru-optimalkan-normalisasi-drainase--anak-sungai</guid></item><item><title>MAHASISWA MAGISTER PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS RIAU GELAR WORKSHOP ECOPRINT &amp; OSHIBANA</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24372/mahasiswa-magister-pendidikan-biologi-universitas-riau-gelar-workshop-ecoprint--oshibana</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau sukses menggelar kegiatan Workshop Ecoprint &amp;amp; Oshibana bertema &quot;Mengolah Limbah Organik Menjadi Produk Ramah Lingkungan melalui Green Innovation&quot; di Panti Asuhan An&#45;Nisa, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Sabtu (14/06/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh para penghuni panti asuhan, mahasiswa panitia pelaksana, serta dosen pengampu mata kuliah, Dr. Wan Syafi&apos;i, M.Si. Acara dibuka secara resmi oleh dosen pembimbing sekaligus diawali dengan pembacaan kalam ilahi dan doa bersama, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa Magister Pendidikan Biologi, Rizky Nanda Kurnia Ilahi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk edukasi lingkungan berbasis kreativitas. Pengurus Panti Asuhan An&#45;Nisa pun menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan menyatakan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada anak&#45;anak panti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sesi inti kegiatan diisi dengan pengenalan dan praktik langsung teknik Ecoprint teknik mencetak motif alami menggunakan daun dan bunga ke atas kain atau media lainnya serta Oshibana, yaitu seni menata dan menempel bunga atau daun kering menjadi karya estetik bernilai tinggi. Tampak para peserta dari panti asuhan antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari mengumpulkan bahan organik seperti daun dan bunga, menyusunnya di atas media, hingga menghasilkan karya tangan yang unik dan ramah lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan praktik yang berlangsung dari pukul 14.15 hingga 15.15 WIB itu diwarnai semangat dan tawa ceria peserta. Sesi ice breaking dan permainan interaktif pun turut mempererat keakraban antara mahasiswa dan anak&#45;anak panti. Setelah istirahat shalat, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang&#45;kenangan secara simbolis kepada pengurus panti, sebagai bentuk apresiasi dan tanda persaudaraan yang tulus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan dari pengurus panti maupun peserta, yang mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut. Foto bersama seluruh peserta dan panitia menjadi penutup yang meriah dari rangkaian kegiatan yang bermakna ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan ini, mahasiswa Magister Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau berharap dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan anak&#45;anak panti asuhan, sekaligus membuktikan bahwa sampah organik dapat disulap menjadi produk bernilai ekonomi dan estetika tinggi melalui sentuhan kreativitas dan inovasi hijau.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/57394646100-7.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:45:10 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24372/mahasiswa-magister-pendidikan-biologi-universitas-riau-gelar-workshop-ecoprint--oshibana</guid></item><item><title>Jelang Idul Adha, Pemkot Pekanbaru Pastikan Sapi dan Kambing Kurban Aman</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24371/jelang-idul-adha-pemkot-pekanbaru-pastikan-sapi-dan-kambing-kurban-aman</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;&lt;strong&gt;&#45;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, Maisisco memastikan seluruh hewan kurban yang diperiksa hingga saat ini masih bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus dilakukan hingga menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Maisisco mengatakan, petugas kesehatan hewan terus melakukan pemeriksaan terhadap sapi dan kambing kurban di titik pemeliharaan maupun penjualan hewan kurban di Kota Pekanbaru. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Jumlah sapi kurban yang sudah terdata tahun 2026 ini sebanyak 3.514 ekor. Hewan kurban juga sudah menjalani vaksinasi PMK. Setiap hewan kurban nantinya memiliki surat keterangan kesehatan hewan dan izin bahwa hewan itu layak untuk dipotong,” kata Maisisco, Jumat (15/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menyebut, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru wajib mendapatkan vaksin PMK. Sejak Januari 2026 hingga pertengahan Mei ini, Distankan belum menemukan adanya kasus PMK di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, langkah antisipasi dan penanganan sejak dini menjadi upaya penting untuk mencegah penyebaran PMK di daerah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain memastikan vaksinasi, tim kesehatan hewan juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap hewan kurban. Pemeriksaan meliputi kondisi tubuh, ukuran badan, kaki, mata, hidung, hingga gigi hewan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan tidak cacat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Petugas melihat apakah hewan pincang atau tidak, kemudian memeriksa mata, hidung, dan giginya. Semua itu untuk memastikan hewan sehat dan layak dikurbankan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Maisisco menambahkan, surat keterangan kesehatan hewan akan diberikan sekitar satu pekan sebelum Idul Adha kepada pemilik hewan kurban yang akan membawa hewan ke lokasi pemotongan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menyebut pemeriksaan terhadap hewan kurban sudah dilakukan sejak lima bulan terakhir. Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi pemeliharaan dan penjualan hewan kurban oleh petugas Distankan bersama puskeswan di setiap wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Jadi hewan kurban yang ada saat ini sudah dipelihara peternak sejak beberapa bulan sebelum Idul Adha,” tukasnya.&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sumber: SM News.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/8348936750-6.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:42:49 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24371/jelang-idul-adha-pemkot-pekanbaru-pastikan-sapi-dan-kambing-kurban-aman</guid></item><item><title>Ibu Muda di Bengkalis Diciduk Subuh, Sabu dan Timbangan Digital Berserakan di Rumah</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24370/ibu-muda-di-bengkalis-diciduk-subuh-sabu-dan-timbangan-digital-berserakan-di-rumah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Seorang ibu muda berinisial TR, usia 33 tahun, ditangkap polisi karena diduga menyimpan sabu siap edar di rumahnya, Jalan Sukajadi, Desa Pakning Asal, Bengkalis, Jumat dini hari, 15 Mei 2026. Penangkapan senyap tersebut langsung menyita perhatian warga setelah petugas menemukan paket narkotika bersama perlengkapan transaksi tersembunyi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Suasana desa yang awalnya tenang mendadak berubah tegang ketika personel Unit Reskrim Polsek Bukit Batu mengepung sebuah rumah warga. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan RT 016 RW 007. Warga sekitar sebelumnya mulai resah akibat keluar&#45;masuknya orang asing pada jam tidak biasa beberapa hari terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengatakan pengintaian dilakukan sebelum tim bergerak melakukan penggerebekan mendadak. Polisi memastikan ciri target sesuai laporan warga sebelum akhirnya masuk ke rumah terduga pelaku saat dini hari. “Petugas langsung melakukan penggerebekan setelah target dipastikan berada di lokasi,” ujar Fahrian.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;TR tampak pasrah ketika petugas mulai menggeledah seluruh sudut rumah yang diduga menjadi lokasi penyimpanan narkotika tersebut. Polisi menemukan empat paket sabu dengan berat total mencapai 1,68 gram di lokasi penggerebekan tersebut. Paket sabu itu diduga siap diedarkan kepada pembeli menggunakan sistem transaksi tertutup melalui telepon seluler pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain paket sabu, polisi turut menyita timbangan digital, alat pres plastik, serta beberapa bundel plastik pembungkus kecil. Sebuah telepon pintar juga diamankan karena diduga dipakai mengatur komunikasi transaksi barang haram tersebut setiap hari. Barang bukti itu memperkuat dugaan polisi terkait aktivitas peredaran narkotika skala kecil dari rumah pelaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Warga sekitar mengaku terkejut mengetahui rumah sederhana tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan serta transaksi narkoba tersembunyi. Selama ini, lingkungan Desa Pakning Asal dikenal cukup tenang dengan aktivitas masyarakat yang didominasi oleh pekerjaan di sektor perkebunan dan nelayan. Namun, kasus tersebut memperlihatkan jaringan narkoba mulai masuk ke kawasan permukiman masyarakat kecil pedesaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Fahrian, tersangka TR tidak hanya diduga sebagai pengguna narkotika, tetapi juga ikut terlibat dalam distribusi barang terlarang. Polisi menemukan indikasi pelaku menjalankan peran ganda mulai dari penyimpanan hingga menjadi perantara penjualan kepada pembeli tertentu. “Tersangka diduga menguasai, menjual, sekaligus menjadi perantara transaksi narkotika jenis sabu,” kata Fahrian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepada penyidik, TR mengaku nekat menjalankan bisnis haram tersebut akibat tekanan kebutuhan ekonomi keluarga yang semakin berat. Kondisi keuangan disebut membuat pelaku memilih jalan singkat demi mendapatkan tambahan uang secara cepat dari transaksi narkoba. Namun, langkah tersebut justru menyeret dirinya menuju proses hukum dengan ancaman hukuman penjara cukup panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penangkapan itu juga memperlihatkan narkotika mulai menyasar kelompok masyarakat rentan dengan kondisi ekonomi kurang stabil belakangan ini. Polisi menilai jaringan peredaran sabu kerap memanfaatkan kesulitan hidup seseorang sebagai pintu masuk bisnis haram tersebut. Situasi seperti itu membuat pemberantasan narkoba semakin rumit karena menyentuh masalah sosial serta ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Fahrian menegaskan kepolisian tidak memberikan toleransi kepada siapa pun yang terlibat dalam jaringan narkotika di wilayah Bengkalis. Penindakan akan terus dilakukan guna memutus jalur peredaran sabu yang semakin meresahkan lingkungan masyarakat hingga desa&#45;desa kecil. “Tidak ada ruang bagi pelaku narkotika meskipun berlindung di balik alasan ekonomi,” tegas Fahrian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasus ini menambah daftar panjang penangkapan narkotika di wilayah pesisir Provinsi Riau sepanjang tahun 2026. Jalur laut Bengkalis memang kerap menjadi perhatian aparat karena rawan dimanfaatkan jaringan penyelundupan narkoba lintas daerah. Polisi menduga barang haram tersebut masuk melalui jalur tertentu sebelum diedarkan kepada pengguna tingkat bawah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Warga Desa Pakning Asal berharap penggerebekan tersebut menjadi peringatan keras bagi pelaku lain yang masih menjalankan bisnis serupa. Banyak masyarakat mulai khawatir narkoba merusak generasi muda hingga memicu tindak kriminal akibat pengaruh barang haram tersebut. Lingkungan kampung yang sebelumnya aman kini perlahan dibayangi ancaman peredaran narkotika tersembunyi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penggerebekan dini hari itu juga sempat membuat sebagian warga keluar rumah untuk melihat aktivitas polisi di lokasi kejadian. Beberapa warga mengaku baru mengetahui adanya operasi penangkapan setelah petugas membawa tersangka keluar dari dalam rumah. Situasi sekitar rumah langsung dipadati rasa penasaran masyarakat hingga menjelang pagi hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut polisi, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari laporan masyarakat yang mulai curiga terhadap aktivitas pelaku. Informasi dari warga menjadi pintu awal penyelidikan hingga pengintaian dilakukan beberapa waktu sebelum penangkapan terjadi. Polisi mengapresiasi keberanian masyarakat memberikan laporan demi menjaga keamanan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;TR kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Bukit Batu guna pengembangan kasus jaringan narkotika tersebut lebih lanjut. Polisi masih mendalami asal barang haram serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam rantai distribusi sabu di Bengkalis. Penyidik juga memeriksa isi komunikasi telepon genggam milik tersangka guna mencari dugaan jaringan pemasok utama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Akibat perbuatannya, TR dijerat Pasal 114 ayat 1 Undang&#45;Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi juga menggabungkan sangkaan dengan ketentuan pidana terbaru dalam Undang&#45;Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman berat menanti tersangka apabila nantinya terbukti menjalankan aktivitas peredaran narkotika secara aktif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasus tersebut menjadi pelajaran pahit mengenai dampak tekanan ekonomi yang berujung pada tindakan melanggar hukum yang berbahaya bagi masyarakat. Narkoba sering terlihat menjanjikan keuntungan cepat, namun akhirnya justru menghancurkan kehidupan pelaku serta keluarganya sendiri dalam waktu singkat. Polisi berharap masyarakat tidak tergoda memilih jalan instan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Bengkalis kembali mengingatkan masyarakat agar aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan masing&#45;masing. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan serta keberanian warga memberikan informasi akurat kepada aparat. “Laporkan segera setiap gangguan kamtibmas melalui Call Center 110,” ujar Fahrian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/27486761447-5.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:39:52 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24370/ibu-muda-di-bengkalis-diciduk-subuh-sabu-dan-timbangan-digital-berserakan-di-rumah</guid></item><item><title>Antrean Panjang di SPBU Pelalawan, Warga Menunggu hingga 4 Jam</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24369/antrean-panjang-di-spbu-pelalawan-warga-menunggu-hingga-4-jam</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Antrean panjang kendaraan terlihat di sebuah SPBU di Jalan Lintas Timur, Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, pada Sabtu (2/5/2026).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejak pagi hari, puluhan kendaraan hingga ratusan roda dua dan roda empat tampak mengular untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini disebut sudah terjadi sejak subuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengaku harus menunggu berjam&#45;jam untuk bisa mengisi BBM. Rata&#45;rata waktu antrean mencapai sekitar empat jam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Saya sudah antre dari subuh, baru sekarang dapat giliran,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pihak pengelola SPBU setempat menyampaikan bahwa pasokan BBM jenis Pertalite saat ini mencapai sekitar 16 ton. Namun, jumlah tersebut dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kami mendapat kuota sekitar 16 ton Pertalite. Namun konsumsi di wilayah ini cukup tinggi karena cakupan wilayah yang luas. Kami berharap ke depan ada penambahan pasokan agar antrean bisa berkurang,” ujar perwakilan SPBU.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Antrean panjang ini diduga dipicu oleh tingginya kebutuhan BBM serta keterbatasan pasokan di SPBU setempat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Situasi di lokasi terpantau tetap kondusif meskipun antrean cukup panjang. Warga berharap pasokan BBM dapat segera kembali normal sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/26976541797-4.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:36:54 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24369/antrean-panjang-di-spbu-pelalawan-warga-menunggu-hingga-4-jam</guid></item><item><title>Dukungan dan Pujian AHY untuk Agung Nugroho Kembali Pimpin DPD</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24368/dukungan-dan-pujian-ahy-untuk-agung-nugroho-kembali-pimpin-dpd</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Riau berlangsung penuh semangat konsolidasi. Mengusung tema “Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”, kegiatan tersebut dihadiri ribuan kader dan sejumlah kepala daerah di Riau, Jumat (15/5/26).&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketua panitia, Said Ahmad Kosasih, menyebut antusiasme kader dalam Musda kali ini sangat tinggi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, mantan Ketua Demokrat Riau Achmad, Wakil Wali Kota Dumai, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, hingga Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang disebut&#45;sebut bakal bergabung dengan Partai Demokrat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketua DPD Partai Demokrat Riau Agung Nugroho mengatakan, kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah membawa semangat baru bagi kader Demokrat di seluruh Indonesia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kita sudah merasakan bagaimana kerja nyata AHY. Beliau pemimpin yang berwibawa, tegas, cepat mengambil keputusan serta berpihak kepada masyarakat,” ujar Agung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mengungkapkan, sebanyak 2.000 kursi yang disediakan panitia seluruhnya terisi penuh oleh kader dan simpatisan yang hadir dalam Musda tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Hari ini kita menyaksikan semangat besar kader Demokrat di Riau. Seluruh kursi penuh oleh antusias kader mengikuti Musda,” katanya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Agung juga mengakui selama memimpin Demokrat Riau masih terdapat berbagai kekurangan. Namun demikian, pihaknya terus berupaya membesarkan partai agar semakin kuat menghadapi kontestasi politik mendatang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kepemimpinan bagi saya adalah pengabdian dan amanah yang harus dijalankan demi kejayaan Partai Demokrat,” tegasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain dipercaya memimpin Demokrat Riau, Agung juga mengaku bersyukur mendapatkan amanah sebagai Wali Kota Pekanbaru. Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari dukungan Ketua Umum Demokrat AHY.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Karena itu saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ke depan target kita tentu memperbanyak kursi Demokrat di DPRD dan memenangkan hati masyarakat,” ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara itu, Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menilai Agung Nugroho telah menunjukkan kepemimpinan yang baik, baik sebagai Ketua DPD Demokrat Riau maupun sebagai Wali Kota Pekanbaru.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Agung sudah menunjukkan kepemimpinannya dengan baik. Kami melihat beliau berpotensi menjadi tokoh nasional di masa depan,” kata Herman.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurutnya, di bawah kepemimpinan Agung, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru mengalami peningkatan meski pemerintah tengah menghadapi efisiensi anggaran.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Meski efisiensi, pembangunan tetap dirasakan masyarakat. Ini menunjukkan kepemimpinan yang efektif,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Herman juga menegaskan Musda Demokrat bukanlah ajang kompetisi semata, melainkan forum konsolidasi untuk memperkuat partai. “Musda bukan ajang kompetisi, tapi ajang konsolidasi,” tegasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kesempatan itu, Herman turut memberikan perhatian khusus kepada kehadiran Bupati Kuansing Suhardiman Amby.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kami mempersilakan Pak Suhardiman bergabung bersama Partai Demokrat,” katanya disambut tepuk tangan kader.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hadir secara virtual melalui zoom menyampaikan dukungannya kepada Agung Nugroho untuk kembali memimpin Demokrat Riau.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Jika hari ini Bung Agung kembali didaulat menjadi Ketua DPD Demokrat Riau, saya senang. Saya melihat bagaimana kepemimpinan Agung dimulai dari bawah hingga dipercaya menjadi Ketua DPD Demokrat dan Wali Kota Pekanbaru. Itu bukti amanah dijalankan dengan baik,” ujar AHY.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;AHY juga menyapa Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan mengapresiasi kehadirannya dalam Musda tersebut. “Terima kasih Pak Bupati Kuansing sudah hadir di acara Musda Demokrat Riau,” katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam pidatonya, AHY menegaskan Demokrat merupakan rumah bersama yang harus dijaga dan dibesarkan seluruh kader.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Demokrat adalah rumah kita semua. Karena itu kita harus peduli agar rumah besar ini tetap kokoh dan semakin besar,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;AHY menambahkan, Partai Demokrat selama ini terus mengawal demokrasi dan telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa melalui kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Partai Demokrat bukan partai masa lalu yang hanya mengenang kejayaan. Demokrat hari ini adalah partai harapan rakyat,” tegasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia juga meminta seluruh kader Demokrat, baik di DPR maupun DPRD, untuk terus hadir di tengah masyarakat dan tidak hanya muncul saat pemilu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kepada Bung Agung Nugroho, terus perkuat partai, bangun soliditas, solidaritas dan kekuatan organisasi. Bangun jaringan dan kekompakan. Tahun 2029 tentu tidak mudah, tetapi insya Allah kita bisa mewujudkan harapan masyarakat,” tutup AHY. *&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/88872822004-3.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:34:39 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24368/dukungan-dan-pujian-ahy-untuk-agung-nugroho-kembali-pimpin-dpd</guid></item><item><title>Ombudsman Riau Ungkap 11 Ribu Ijazah SMA Sederajat Masih Tersimpan di Sekolah</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24367/ombudsman-riau-ungkap-11-ribu-ijazah-sma-sederajat-masih-tersimpan-di-sekolah</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Sebanyak 11.856 ijazah SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau masih tersimpan di sekolah dan belum kunjung diambil oleh para alumni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hal tersebut terungkap setelah adalah kajian pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik terkait tata kelola pemberian ijazah di sekolah negeri oleh Ombudsman RI Perwakilan Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengambilan data dilakukan pada periode April hingga Oktober 2025 dengan objek kajian berupa ijazah yang diterbitkan sebelum Tahun Ajaran 2024/2025.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan data Ombudsman RI Perwakilan Riau hingga 18 Juli 2025, terdapat total keseluruhan 11.856 ijazah, dengan pembagian 5.635 ijazah SMA Negeri dan 6.221 ijazah SMK Negeri yang belum diambil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Ini menjadi perhatian karena ijazah merupakan dokumen penting yang berkaitan dengan hak pendidikan masyarakat,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau Bambang Pratama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia mengatakan, kajian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan maladministrasi dalam pelayanan publik sektor pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bambang menjelaskan berdasarkan kajian tersebut, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan alumni belum mengambil ijazah mereka. Dari sisi alumni, sebagian merasa cukup menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, keterbatasan waktu juga menjadi kendala karena banyak alumni telah bekerja atau melanjutkan kuliah sehingga belum sempat mengambil ijazah. Faktor domisili turut memengaruhi, lantaran sebagian alumni telah pindah ke luar daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Bahkan masih ada persepsi di masyarakat bahwa ijazah akan ditahan sekolah karena adanya tunggakan masa lalu,” jelas Bambang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara dari sisi sekolah, Ombudsman menemukan belum adanya aturan baku terkait penyimpanan dan penyerahan ijazah lama. Upaya sekolah dalam mengimbau alumni untuk mengambil ijazah juga dinilai belum maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Belum semua sekolah memiliki SOP resmi mengenai penyimpanan dan layanan penyerahan ijazah. Sosialisasi kepada alumni juga belum berjalan efektif,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Atas temuan tersebut, Ombudsman RI Perwakilan Riau memberikan sejumlah rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan satuan pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ombudsman merekomendasikan agar Dinas Pendidikan Provinsi Riau melakukan sosialisasi secara masif melalui imbauan resmi kepada para alumni agar segera mengambil ijazah mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Dinas Pendidikan harus menjamin ijazah sampai ke tangan para alumni meskipun para alumni masih ada yang terganjal pembiayaan di sekolahnya,” tegas Bambang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, Dinas Pendidikan juga diminta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) baku terkait penyimpanan dan layanan penyerahan ijazah di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara, kepada pihak sekolah Ombudsman meminta dilakukan pendataan ulang terhadap seluruh ijazah yang masih tersimpan. Sekolah juga didorong lebih aktif melakukan pendekatan kepada alumni melalui langkah jemput bola dengan menghubungi langsung para lulusan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama agar hak masyarakat terhadap dokumen pendidikan dapat terpenuhi dengan baik dan pelayanan publik di sektor pendidikan semakin optimal,” tutup Bambang Pratama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/36487226043-2.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:32:18 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24367/ombudsman-riau-ungkap-11-ribu-ijazah-sma-sederajat-masih-tersimpan-di-sekolah</guid></item><item><title>Rumah Mantan Gubernur Riau Syamsuar Disatroni Maling Terekam CCTv, Motor Raib Digotong Pelaku</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24366/rumah-mantan-gubernur-riau-syamsuar-disatroni-maling-terekam-cctv-motor-raib-digotong-pelaku</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Rumah mantan Gubernur Riau, Syamsuar, di Jalan Kurnia, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, disatroni maling pada Jumat (15/5/2026) dini hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam aksi tersebut, satu unit sepeda motor milik penghuni rumah dilaporkan hilang dibawa kabur pelaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 03.05 WIB dan sempat terekam kamera pengawas (CCTv) yang terpasang di sekitar rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari rekaman CCTv, pelaku terlihat masuk melalui pagar depan rumah dengan mengenakan helm dan membawa tas kecil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelaku kemudian berjalan menuju area parkir rumah sebelum membawa keluar sepeda motor milik penghuni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk menghindari suara yang dapat membangunkan penghuni rumah, pelaku tampak menggotong sepeda motor tersebut hingga keluar dari halaman rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peristiwa itu pun menjadi perhatian warga sekitar karena lokasi kejadian merupakan kediaman mantan orang nomor satu di Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sejumlah warga mengaku terkejut dengan aksi pencurian yang terjadi di kawasan tersebut, terlebih rumah yang menjadi sasaran merupakan rumah tokoh publik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, bahwa pihaknya belum menerima laporan dari pihak korban terkait peristiwa tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Belum ada laporan ke Polresta Pekanbaru,&quot; kata Anggi Jumat (15/5/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/78695308598-1.jpg"/><pubDate>Fri, 15 May 2026 21:28:51 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24366/rumah-mantan-gubernur-riau-syamsuar-disatroni-maling-terekam-cctv-motor-raib-digotong-pelaku</guid></item><item><title>Pekanbaru Siaga Total! Polisi Kepung Titik Macet Saat Long Weekend Mei 2026</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24365/pekanbaru-siaga-total-polisi-kepung-titik-macet-saat-long-weekend-mei-2026</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus langsung membuat jalanan Riau masuk status siaga penuh. Ditlantas Polda Riau mengerahkan seluruh personel guna menghadapi lonjakan kendaraan selama akhir pekan ini. Pengamanan besar&#45;besaran dimulai sejak Rabu, 13 Mei 2026, terutama di kawasan Pekanbaru dan jalur penghubung antardaerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepadatan kendaraan diprediksi meningkat tajam sejak Kamis pagi ketika masyarakat mulai bergerak menuju lokasi wisata dan kampung halaman. Jalan protokol Pekanbaru diperkirakan menjadi titik paling sibuk selama masa libur nasional panjang tersebut berlangsung. Polisi lalu lintas kini terlihat mulai memenuhi sejumlah persimpangan utama sejak siang hingga malam hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan seluruh personel diturunkan demi menjaga kelancaran arus kendaraan masyarakat. Pengamanan dilakukan menyeluruh mulai kawasan perkotaan hingga jalur tol penghubung antardaerah dalam wilayah Provinsi Riau. Polisi ingin memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman selama long weekend nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kehadiran polisi secara masif di lapangan diharapkan menciptakan situasi lalu lintas tetap kondusif,” ujar Jeki Rahmat Mustika, Rabu, 13 Mei 2026. Pengamanan difokuskan pada titik rawan kemacetan serta kawasan diprediksi mengalami lonjakan kendaraan cukup tinggi. Polisi juga meningkatkan patroli demi mengantisipasi potensi kecelakaan selama arus libur panjang berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sejumlah ruas jalan utama Pekanbaru kini menjadi fokus pengawasan aparat kepolisian selama periode libur nasional tersebut berlangsung. Jalan Jenderal Sudirman, Arifin Achmad, Ahmad Yani, hingga HR Soebrantas masuk daftar prioritas pengamanan kendaraan. Kawasan tersebut dikenal sering mengalami kepadatan lalu lintas ketika volume kendaraan meningkat pada hari libur nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Petugas kini mulai disebar pada titik persimpangan guna menjaga ritme kendaraan tetap bergerak tanpa hambatan panjang. Polisi ingin mencegah antrean kendaraan menumpuk hingga memicu kemacetan total di sejumlah kawasan pusat aktivitas masyarakat. Pengaturan lalu lintas dilakukan sejak pagi hingga malam untuk menyesuaikan dengan lonjakan kendaraan selama masa liburan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Petugas akan disiagakan pada persimpangan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan berlebihan,” kata Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika. Selain jalur protokol, kawasan wisata juga masuk dalam fokus pengamanan selama long weekend Mei tahun ini berlangsung. Polisi memperkirakan destinasi wisata sekitar Pekanbaru bakal dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah selama empat hari mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rumah ibadah umat Kristiani turut mendapat perhatian khusus menjelang peringatan Kenaikan Isa Al Masih Kamis besok nasional. Polisi menempatkan personel tambahan di sekitar gereja demi memastikan aktivitas ibadah berjalan lancar dan aman terkendali. Pengamanan dilakukan sejak malam hingga rangkaian ibadah selesai dilaksanakan oleh umat Kristiani di kawasan Pekanbaru dan sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain jalan raya, pusat perbelanjaan besar juga diprediksi menjadi magnet keramaian masyarakat selama masa libur panjang tersebut. Mall SKA, Mall Ciputra Seraya, serta kawasan Ramayana Soebrantas kini berada dalam pengawasan khusus aparat kepolisian. Lonjakan kendaraan keluar masuk pusat belanja dikhawatirkan mengganggu arus utama jalan sekitar kawasan perdagangan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Petugas lalu lintas ditempatkan di sekitar area parkir dan pintu masuk pusat perbelanjaan demi menjaga arus kendaraan tetap lancar. Polisi ingin menghindari antrean kendaraan memanjang hingga menutup badan jalan kawasan pusat ekonomi Kota Pekanbaru. Situasi tersebut sering terjadi ketika masyarakat memadati lokasi belanja menjelang dan selama libur nasional panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ruas Tol Pekanbaru–Bangkinang dan Tol Pekanbaru–Dumai juga menjadi perhatian serius selama arus libur panjang Mei tahun ini. Jalur tersebut diprediksi dipadati kendaraan pribadi menuju Sumatera Barat serta beberapa daerah tujuan wisata populer lainnya. Polisi kini bekerja sama dengan petugas Hutama Karya melakukan patroli rutin sepanjang ruas jalan tol.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami akan menindak pengendara berhenti sembarangan di bahu jalan tol demi keselamatan bersama,” Jeki Rahmat Mustika. Polisi menilai kebiasaan berhenti pada bahu jalan sangat berbahaya, terutama ketika volume kendaraan meningkat drastis selama liburan. Pengawasan dilakukan ketat guna mencegah kecelakaan fatal sepanjang jalur tol wilayah Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ditlantas Polda Riau juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga etika berkendara selama suasana jalanan dipenuhi kendaraan libur panjang nasional. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan berlebihan serta tetap mematuhi rambu lalu lintas sepanjang perjalanan menuju tujuan. Polisi juga mengimbau masyarakat memanfaatkan rest area jika kondisi tubuh mulai melelahkan saat berkendara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Cuaca di Riau beberapa hari terakhir berubah cepat sehingga pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan jarak jauh nasional. Hujan mendadak dan jalan licin berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan terutama di kawasan jalur cepat dan jalan tol. Polisi berharap masyarakat lebih berhati&#45;hati demi menghindari insiden tidak diinginkan selama menikmati libur panjang Mei.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Jika mengalami kendala perjalanan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 selama dua puluh empat jam,” tutup Jeki. Layanan darurat tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi situasi mendesak selama arus libur nasional panjang Mei 2026. Polisi berharap long weekend berlangsung aman tanpa gangguan besar pada lalu lintas maupun kecelakaan fatal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/61154616516-8.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 20:12:21 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24365/pekanbaru-siaga-total-polisi-kepung-titik-macet-saat-long-weekend-mei-2026</guid></item><item><title>Sadis! Pria di Kampar Tebas Tangan Adik Pakai Parang Gara&#45;Gara Harta Warisan</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24364/sadis-pria-di-kampar-tebas-tangan-adik-pakai-parang-garagara-harta-warisan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW,COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Konflik warisan keluarga berubah jadi tragedi berdarah di Kabupaten Kampar, Riau, Seorang pria berinisial SE nekat membacok adik kandungnya sendiri memakai parang hingga mengalami luka berat. Korban berinisial SU kini menjalani perawatan intensif setelah tangan kirinya robek akibat menangkis serangan brutal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peristiwa mengerikan itu terjadi di Kecamatan Kampar Kiri Tengah saat suasana siang terlihat tenang dan sepi, Minggu, 4 Mei 2026. Warga sekitar mendadak gempar setelah mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban siang itu. Darah terlihat berceceran di sekitar pintu belakang rumah saat korban berlari menyelamatkan diri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan,&amp;nbsp;melalui Kapolsek Kampar Kiri Hilir, AKP Era Maifo,&amp;nbsp;mengatakan motif penganiayaan dipicu persoalan warisan keluarga. Perselisihan itu disebut sudah berlangsung cukup lama hingga akhirnya meledak menjadi aksi pembacokan berdarah antarsaudara kandung. Polisi kini masih mendalami latar belakang konflik keluarga tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Motif pelaku melakukan penganiayaan diduga dipicu persoalan warisan keluarga,” kata Era Maifo, Rabu, 13 Mei 2026. Polisi kemudian bergerak memburu pelaku setelah korban membuat laporan resmi ke Mapolsek Kampar Kiri Hilir. Proses pencarian berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya pelaku berhasil ditemukan oleh aparat kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelaku SE akhirnya ditangkap pada Selasa, 12 Mei 2026, di rumah kerabat keluarganya di kawasan Kampar. Penangkapan dipimpin Kanit Reskrim Ipda Eka Putera bersama anggota setelah polisi mengantongi lokasi persembunyian pelaku. Tanpa perlawanan berarti, pelaku langsung diamankan menuju Mapolsek Kampar Kiri Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pelaku diamankan saat berada di rumah kakak sepupunya lalu dibawa menjalani proses hukum,” ujar Era Maifo. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh aksi penganiayaan berat terhadap adik kandungnya tersebut. Polisi juga memastikan senjata tajam digunakan pelaku berupa parang panjang yang dibawa menggunakan sepeda motor.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kejadian bermula saat korban pulang mencari pakis lalu beristirahat di rumahnya pada Minggu siang tersebut. Kondisi rumah saat itu cukup sepi dan hanya terdengar suara kendaraan melintas sekitar permukiman warga. Korban kemudian mendengar suara sepeda motor berhenti dari arah belakang rumah tempat tinggalnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Korban sempat mengira suara kendaraan tersebut berasal dari temannya yang biasa datang berkunjung ke rumah setiap hari. Namun, situasi berubah mencekam saat korban membuka pintu belakang rumah menuju arah suara kendaraan tersebut. Pelaku ternyata sudah berdiri dekat sepeda motor sambil membawa parang di pijakan kendaraan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pelaku langsung mengambil parang lalu mengayunkan ke arah leher korban tanpa bicara apa pun,” terang AKP Era Maifo. Serangan mendadak itu membuat korban refleks menangkis menggunakan tangan kiri untuk melindungi bagian lehernya. Akibatnya, lengan kiri korban mengalami luka robek serius disertai perdarahan cukup hebat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Korban langsung berteriak histeris sambil berlari keluar rumah mencari bantuan warga sekitar permukiman tersebut pada siang hari. Tangan kiri korban terus mengeluarkan darah saat dirinya berusaha menyelamatkan diri dari amukan pelaku. Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berdatangan memberikan pertolongan darurat kepada korban.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Beberapa warga kemudian membawa korban menuju Klinik Trans Husada guna mendapatkan penanganan medis pertama secepat mungkin. Kondisi korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena luka cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif lanjutan. Hingga kini korban masih menjalani proses pemulihan akibat luka bacokan pada bagian tangan kirinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah melakukan pembacokan, pelaku melarikan diri sambil membawa parang yang digunakan untuk menyerang korban sebelumnya di lokasi kejadian tersebut. Polisi menyebut pelaku sempat membuang parang ke sungai di kawasan Desa Penghidupan untuk menghilangkan barang bukti. Aparat kini masih melakukan pencarian terhadap senjata tajam tersebut di sekitar lokasi pembuangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Era Maifo. Polisi menegaskan pelaku kini telah diamankan bersama sejumlah barang bukti pendukung hasil penyelidikan kasus tersebut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pemicu lain sebelum aksi penganiayaan berdarah terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan saat ini menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup Era Maifo. Kasus pembacokan antarsaudara kandung itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kedua pria tersebut. Warga sekitar berharap konflik keluarga serupa tidak kembali berubah menjadi tragedi berdarah mematikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/16046358834-7.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 20:09:33 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24364/sadis-pria-di-kampar-tebas-tangan-adik-pakai-parang-garagara-harta-warisan</guid></item><item><title>Pemilik Warung Remang di Tanah Putih, Rohil Diberi Waktu 7 Hari Kosongkan Bangunan</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24363/pemilik-warung-remang-di-tanah-putih-rohil-diberi-waktu-7-hari-kosongkan-bangunan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Pemerintah Kecamatan Tanah Putih bersama aparat gabungan melaksanakan kegiatan penertiban warung remang&#45;remang dan bangunan liar yang berada di bawah aset BMN PT PHR di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (12/5/2026).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap keresahan masyarakat terkait dugaan peredaran narkoba, praktik prostitusi, serta penginapan berkedok hiburan malam di kawasan Jalan Lintas Manggala dan Simpang Mayat, Kelurahan Banjar XII.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penertiban dipimpin langsung oleh Camat Tanah Putih, Dona Doni Siregar S.STP., M.Si, bersama tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Satpol PP, aparat kecamatan, dan aparat kelurahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan surat pemberitahuan kepada pemilik bangunan liar dan warung remang&#45;remang agar segera mengosongkan tempat usaha mereka dalam waktu paling cepat tiga hari dan paling lambat tujuh hari. Pemerintah juga menegaskan bahwa bangunan yang tidak diindahkan akan dibongkar, sementara peralatan hiburan dan musik akan disita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain itu, petugas turut memutus aliran listrik di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat hiburan malam dan lokalisasi prostitusi di kawasan Simpang Mayat serta Jalan Lintas Manggala Jhonson sebagai upaya menghentikan aktivitas tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tim gabungan juga melakukan razia di wisma di Jalan Lintas Manggala Jhonson. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa wanita tanpa identitas yang diduga bekerja sebagai PSK di salah satu Wisma . Di lokasi tersebut juga ditemukan sejumlah barang bukti bekas penggunaan narkoba jenis sabu&#45;sabu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Para wanita yang diamankan kemudian dipulangkan ke daerah asal masing&#45;masing, sementara aliran listrik di urut diputus untuk menghentikan aktivitas di lokasi tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Usai razia, aparat gabungan melanjutkan patroli di sepanjang Jalan Lintas Manggala Jhonson hingga Simpang Mutiara guna memastikan tidak ada lagi aktivitas hiburan malam yang kembali beroperasi dan untuk memastikan imbauan pemerintah dipatuhi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kapolsek Tanah Putih, Kompol Y. Yudi Indranaldi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta merespons keresahan masyarakat terhadap maraknya dugaan peredaran narkoba dan prostitusi di wilayah Banjar XII.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi keresahan masyarakat agar tidak terjadi tindakan spontan seperti pembakaran, pengrusakan maupun aksi main hakim sendiri terhadap tempat&#45;tempat yang diduga menjadi lokasi prostitusi dan sarang narkoba,” terang Kapolsek.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kegiatan penertiban berakhir sekitar pukul 19.00 WIB dan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Tanah Putih dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/55695206172-6.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 20:05:21 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24363/pemilik-warung-remang-di-tanah-putih-rohil-diberi-waktu-7-hari-kosongkan-bangunan</guid></item><item><title>Ini Arena Pacu Jalur Perebutkan Piala Bupati 2026 di Pangean</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24362/ini-arena-pacu-jalur-perebutkan-piala-bupati-2026-di-pangean</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Teka&#45;teki nama arena Festival Pacu Jalur Tradisional Kecamatan Pangean yang memperebutkan Piala Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) tahun 2026 terjawab sudah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Akhirnya, Pemangku Adat Nagori Pangean bersama Pemerintah Kecamatan Pangean menetapkan nama arena pacu jalur yang akan digelar di Desa Pulau Rengas Pangean, dengan nama Tepian Burondo.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Burondo adalah perahu hias yang memiliki ciri khas tertentu, digunakan untuk membawa para pemangku adat, pejabat pemerintahan dan para guru pendekar Silat Pangean untuk mengikuti prosesi adat atau silat dan hari besar lainnya dengan melintasi Sungai Kuantan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sesuai hasil musyawarah dengan para pemangku adat dan pihak terkait lainnya, nama arena pacu jalur kita di Pulau Rengas itu ditetapkan dengan nama Tupian Burondo,&quot; kata Camat Pangean Aswandi, usai rapat, Rabu (13/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sesuai jadwal, Pacu Jalur Kecamatan Pangean yang memperebutkan Piala Bupati Kuansing tahun 2026 akan dihelat 19 hingga 21 Juni mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Usai ditetapkan nama Tepian Burondo, Tokoh Pemuda Pangean Despeli Adap mengapresiasi pemberian nama arena pacu jalur yang melibatkan Desa Pulau Rengas, Pauh Angit Hulu, Padang Kunik, Pembatang dan Sukaping itu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami menyarankan nama Tepian Burondo karena ini tidak ada menyangkut nama guru, nama pendekar, nama orang adat dan nama tokoh masyarakat. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberian nama ini,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Terakhir dilaksanakan pacu jalur di Tepian Burondo ini sekitar tahun 1990&#45;an. Kurun waktu yang sudah 36 tahun, diakui pria asal Pulau Rengas Pangean ini, pacu tak pernah dihelat di arena ini lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Alhamdulillah, sekarang pacu kembali dilaksanakan di sini. Tentu, arena ini tidak hanya soal desa&#45;desa yang ada di sekitar. Tapi juga harus menyangkut kepentingan kita di Pangean,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemberian nama Tepian Burondo, katanya, sudah tepat. Karena selama ini Pangean juga dikenal dengan Burondo. Setiap helat akbar, seperti silat dan pelaksanaan pacu jalur di Tepian Rajo, selalu ada Burondo yang ditampilkan kepada publik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Semoga dengan nama, dengan nama Tepian Burondo ini dapat menyatukan kita semua di Pangean,&quot; harap Ketua Pemuda Pancasila Pangean itu.**&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/47552378316-4.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 19:59:41 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24362/ini-arena-pacu-jalur-perebutkan-piala-bupati-2026-di-pangean</guid></item><item><title>Pengendara Vario Tewas Tabrak Truk Rusak di Jalintim Pelalawan</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24361/pengendara-vario-tewas-tabrak-truk-rusak-di-jalintim-pelalawan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Timur KM 92+500, Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 18.45 WIB.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario 150 BM 5797 IR dengan truk Mitsubishi Fuso BA 8305 AJ yang sedang berhenti di badan jalan akibat mengalami kerusakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor bernama Nurul Anisah (29), warga Kelurahan Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Pangkalan Kuras II.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai Honda Vario dari arah Pangkalan Kerinci menuju Sorek. Saat melintas di lokasi kejadian yang minim penerangan, korban diduga tidak menyadari adanya truk Mitsubishi Fuso yang sedang terparkir di badan jalan sebelah kiri karena mengalami kerusakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Karena jarak yang sudah terlalu dekat, sepeda motor yang dikendarai korban menabrak bagian belakang kanan truk hingga kecelakaan tidak dapat dihindari.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Korban mengalami luka berat di bagian kepala, keluar darah dari hidung dan mulut, serta luka lecet pada tangan dan kaki. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara itu, pengemudi truk diketahui bernama Hendra (44), warga Tenayan Raya, Pekanbaru. Dalam kejadian tersebut, sopir truk tidak mengalami luka. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kondisi jalan diketahui berupa semenisasi beton dengan marka jalan yang masih utuh.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, lokasi kejadian memiliki kontur tanjakan dan turunan serta tidak dilengkapi lampu penerangan jalan sehingga cukup gelap pada malam hari.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Polisi menduga kecelakaan dipengaruhi oleh kurangnya konsentrasi pengendara sepeda motor serta minimnya visibilitas di lokasi. Selain itu, pengemudi truk juga diduga lalai karena tidak memasang tanda peringatan kendaraan rusak, tidak menyalakan lampu hazard, dan tidak melakukan pengamanan di sekitar kendaraan yang berhenti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K melalui Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP Tatit Rizkyan Hanafi, S.T.K., S.I.K., M.H membenarkan kejadian tersebut. Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari dan di jalur minim penerangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati&#45;hati, menjaga konsentrasi saat berkendara, serta memastikan kecepatan kendaraan sesuai kondisi jalan. Bagi pengemudi kendaraan yang mengalami kerusakan di jalan, wajib memasang tanda peringatan seperti segitiga pengaman dan menyalakan lampu hazard guna menghindari kecelakaan lalu lintas,” ujar AKP Tatit.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menambahkan, Satlantas Polres Pelalawan saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut, termasuk mendalami unsur kelalaian dari pihak&#45;pihak yang terlibat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 juta. Saat ini, Unit Laka Satlantas Polres Pelalawan telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi&#45;saksi, mengamankan barang bukti, serta memasukkan data kejadian ke sistem IRSMS guna proses penyelidikan lebih lanjut.**&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/70785101465-3.jpeg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 19:55:15 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24361/pengendara-vario-tewas-tabrak-truk-rusak-di-jalintim-pelalawan</guid></item><item><title>Penertiban Kabel Semrawut di Pekanbaru Berlanjut, Pemko Gandeng Banyak Pihak</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24360/penertiban-kabel-semrawut-di-pekanbaru-berlanjut-pemko-gandeng-banyak-pihak</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Penataan jaringan utilitas, khususnya jaringan serat optik atau fiber optik di Kota Pekanbaru, terus dilakukan secara bertahap dan kolaboratif dengan seluruh pihak terkait.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keselamatan, tanpa mengganggu layanan telekomunikasi yang telah digunakan warga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, pemko tidak ingin mengambil langkah sepihak dalam penertiban jaringan utilitas di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penataan jaringan serat optik melibatkan banyak pihak, mulai dari pemko, pelaku usaha telekomunikasi, hingga masyarakat pengguna layanan internet.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Prinsip kami adalah melakukan perubahan, perbaikan, evaluasi, bahkan pemberian sanksi juga dilakukan dengan cara berkolaborasi,&quot; kata Pj Sekda, Rabu (13/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Apabila pemko langsung memutus jaringan yang tidak memiliki izin, langkah tersebut dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru . Sebab, banyak warga yang bergantung pada jaringan internet untuk aktivitas pendidikan maupun pekerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kalau sembarangan diputus, tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Ada anak sekolah yang belajar daring dan berbagai aktivitas lain yang membutuhkan internet,&quot; terang Ingot.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemko juga menyoroti aspek estetika kota dan keselamatan warga. Kabel jaringan yang semrawut dan menjuntai di sejumlah ruas jalan berpotensi membahayakan pengguna jalan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebelumnya, Pemko Pekanbaru sebelumnya telah menggelar pertemuan bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), serta pelaku usaha telekomunikasi lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pertemuan ini membahas langkah penataan jaringan utilitas. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat melakukan gerakan penertiban dan perapian kabel jaringan secara bertahap.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami berharap Pekanbaru bisa menjadi salah satu daerah prioritas dalam program penertiban dan perapian jaringan telekomunikasi,&quot; harap Ingot.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebebarnya, penataan ideal dilakukan melalui sistem jaringan bawah tanah atau ducting. Namun, pelaksanaannya membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak singkat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, pemko akan memulai langkah awal dengan penataan sederhana, seperti merapikan kabel menggunakan pengikat, mengatur lengkungan kabel, hingga menyesuaikan ketinggian jaringan. Supaya, kabel&#45;kabel fiber optik itu tidak mengganggu keselamatan warga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Yang paling penting saat ini adalah memastikan jaringan itu tidak membahayakan warga. Kami sudah melihat ada warga yang tersangkut kabel karena kondisinya menjuntai,&quot; sebut Ingot.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemko Pekanbaru juga tengah memfinalisasi Peraturan Wali Kota (Perwako) terkait penataan jaringan utilitas bersama APJATEL sebagai dasar hukum pelaksanaan penertiban di lapangan. Diharapkan, proses penataan dapat segera dimulai dalam waktu dekat agar wajah Pekanbaru menjadi lebih rapi, aman, dan nyaman bagi warga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/71706900121-2.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 19:52:35 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24360/penertiban-kabel-semrawut-di-pekanbaru-berlanjut-pemko-gandeng-banyak-pihak</guid></item><item><title>Polres Kuansing Tangkap Pelaku Dugaan Pencabulan Bocah yang Kabur ke Siak</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24359/polres-kuansing-tangkap-pelaku-dugaan-pencabulan-bocah-yang-kabur-ke-siak</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Pelarian pelaku dugaan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akhirnya berakhir. Polisi berhasil menangkap tersangka berinisial SL (25) di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penangkapan dilakukan oleh Tim Resmob Polres Kuantan Singingi setelah melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus yang terjadi di Kecamatan Hulu Kuantan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana melalui Kasat Reskrim Iptu Gerry Agnar Timur mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan polisi yang diterima pada 19 Desember 2025.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peristiwa itu sendiri terjadi pada 17 Desember 2025 di area perkebunan Koperasi Sejahtera Jaya, Kecamatan Hulu Kuantan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Korban sempat tidak kembali ke rumah setelah bekerja hingga akhirnya ditemukan pada malam hari di lokasi perumahan pekerja di area tersebut,&quot; ujar Gerry, Rabu (13/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan hasil penyelidikan, korban kemudian memberikan keterangan kepada keluarga terkait dugaan perbuatan yang dilakukan pelaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pihak keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuantan Singingi untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menindaklanjuti laporan itu, Tim Resmob Polres Kuansing yang dipimpin Ipda Moh. Lukman melakukan pengejaran terhadap pelaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tim akhirnya berhasil mengamankan tersangka berinisial SL di wilayah Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa ke Mapolres Kuantan Singingi guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasat Reskrim menegaskan pelaku dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang&#45;Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak terkait persetubuhan terhadap anak di bawah umur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Atas perbuatannya, pelaku diancam pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp5 miliar,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Iptu Gerry menegaskan Polres Kuantan Singingi berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kekerasan seksual terhadap anak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/56643915612-1.jpeg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 19:50:03 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24359/polres-kuansing-tangkap-pelaku-dugaan-pencabulan-bocah-yang-kabur-ke-siak</guid></item><item><title>PT ITA Dukung Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Pelajar di Kawasan Operasi Perusahaan</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24358/pt-ita-dukung-sosialisasi-bahaya-narkoba-bagi-pelajar-di-kawasan-operasi-perusahaan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KEPULAUAN MERANTI, RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt;&#45;&#45;PT Imbang Tata Alam (ITA) mendukung pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba yang digelar Ikatan Wartawan Kecamatan Merbau (IWKM) bagi pelajar di Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas generasi muda di sekitar wilayah operasi perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1280/960;&quot; src=&quot;https://riaureview.com/assets/foto/977818761ca9bd948c1ce87a28e5d997.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; height=&quot;960&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Merbau pada Selasa, 12 Mei 2026 itu diikuti 167 pelajar dari SMK Negeri 1 Merbau, SMA Negeri 1 Merbau, dan MTs Darul Ihsan Teluk Belitung. Sosialisasi melibatkan Polsek Merbau dan Puskesmas Teluk Belitung sebagai narasumber.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Camat Merbau, Wan Jumiati, mengatakan penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda dan perlu diantisipasi sejak dini melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, penguatan karakter dan disiplin pelajar menjadi penting agar generasi muda di daerah memiliki kesiapan menghadapi tantangan sosial maupun perkembangan kawasan di masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kanit Reskrim Polsek Merbau, Ipda Efrianto, mengatakan penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga berisiko menimbulkan persoalan hukum dan sosial di masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pelajar harus memahami bahwa narkoba dapat merusak masa depan dan berdampak panjang terhadap kehidupan sosial maupun pendidikan,” ujar Efrianto.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1280/960;&quot; src=&quot;https://riaureview.com/assets/foto/7bde188aa3d5ba0b0931ce89a5754589.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; height=&quot;960&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, narasumber dari Puskesmas Teluk Belitung, Indra Gunawan, menjelaskan penggunaan narkoba secara berulang dapat memengaruhi fungsi otak dan memicu ketergantungan jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;CSR &amp;amp; Communication Division Manager EMP, Iman Soerjasantosa, mengatakan penguatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi energi tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan ekonomi masyarakat, tetapi juga pembinaan sosial generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, lingkungan sosial yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan masyarakat di sekitar kawasan operasi perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu menjadi perhatian bersama agar kualitas sumber daya manusia di daerah dapat terus terjaga,” kata Iman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain sosialisasi bahaya narkoba, PT ITA juga menjalankan sejumlah program pengembangan masyarakat lain di wilayah operasional perusahaan, termasuk sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan kapasitas kelompok masyarakat desa.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img style=&quot;aspect&#45;ratio:1280/960;&quot; src=&quot;https://riaureview.com/assets/foto/e53f79d2fedabb5acb8fcfc62ffcd7b7.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; height=&quot;960&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Merbau, pihak sekolah, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/4785453939-img-20260513-wa0001.jpg"/><pubDate>Wed, 13 May 2026 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24358/pt-ita-dukung-sosialisasi-bahaya-narkoba-bagi-pelajar-di-kawasan-operasi-perusahaan</guid></item><item><title>Larshen Yunus: &quot;MAPI Diakuisisi Perusahaan Singapura Nilainya Rp.11,8 Triliun</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24357/larshen-yunus-mapi-diakuisisi-perusahaan-singapura-nilainya-rp118-triliun</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA,RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45; Praktisi Hukum dan Kebijakan Publik Larshen Yunus turut menyampaikan Apresiasinya, pasca Group Pacific Universal Investments Pte Ltd Mengakuisisi PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dengan Nilai Transaksi mencapai Rp.11,8 Triliun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut Larshen Yunus, Perusahaan Holding investasi yang berbasis di Singapura itu ternyata diam&#45;diam sudah Tercatat Membeli 8,47 Miliar atau 51% dari Saham MAPI di harga Rp 1.395.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Praktisi Hukum dan Kebijakan Publik dari Kantor Satya Wicaksana itu menjelaskan, bahwa melalui Transaksi tersebut Pengendali MAPI pun ikut&#45;ikutan berpindah dari PT Satya Mulia Gema Gemilang ke Group Perusahaan Pacific Universal Investments.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Informasi yang kami peroleh, bahwa Saham MAPI telah Naik 12,36% ke Rp.1.455 pada Penutupan Perdagangan saat ini. Adapun Kapitalisasi Pasarnya sudah mencapai Rp.24,15 Triliun, Waw! dahsyat sekali&quot; ujar Larshen Yunus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebelumnya, MAPI juga dikabarkan akan di Akusisi oleh Perusahaan induk yang berbasis di Negara Singapura. Seperti yang dijelaskan Larshen Yunus sebelumnya, bahwa informasi tersebut dilansir dari Media Online Filipina insiderph. Komisi Persaingan Usaha Filipina (PCC), yang meninjau Aksi Korporasi tersebut telah menyetujui Kesepakatan karena tidak adanya Resiko Persaingan Usaha.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Berdasarkan Data Base yang kami miliki untuk sementara ini, bahwa MAPI telah memiliki 3.832 Gerai di 7 (Tujuh) Negara Asean, dengan 247 Gerai dan 21 Merek Eksklusif di Filipina. Anak Perusahaannya meliputi MAP Active Philippines (Foot Locker, Planet Sports, New Balance, Converse, Sketchers) dan Mapple Philippines Inc. Group Perusahaan yang begitu dahsyat dalam melebarkan sayapnya!&quot; ungkap Larshen Yunus, seraya meneteskan air matanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Aktivis Hukum, HAM sekaligus Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia Kelahiran Kota Pekanbaru, Provinsi Riau itu berkali&#45;kali menyampaikan Apresiasinya terhadap Group Perusahaan yang juga Menjual Produk&#45;Produk Merk Apple itu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dalam Keputusannya, yakni tertanggal 12 Agustus 2025 silam, Regulator mengatakan bahwa Perusahaan&#45;Perusahaan tersebut bukanlah Saingan Langsung dan bahwa Peritel Mapan lainnya justru Memberikan Persaingan yang sangat cukup&quot; pungkas Larshen Yunus, yang juga dikenal menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lewat berbagai Kanal dan Siaran Persnya, Larshen Yunus mengatakan, bahwa Persetujuan tersebut dikeluarkan di bawah Aturan Hukum, Ketentuan Perusahaan dan sesuai dengan Undang&#45;Undang Persaingan Usaha Filipina, yang terpaksa Mengharuskan PCC untuk Memeriksa Kesepakatan Besar yang pada akhirnya dapat Mempengaruhi Konsumen.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Semoga saja Sistim Persaingan Usaha di Tanah Air Mengikuti Alur Permainan yang sudah berjalan di Negara Filipina tersebut, kendati Konsumen ikut mengalami dampaknya, namun kenyataannya tidak begitu signifikan&quot; akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/38617638300-9.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 21:12:54 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24357/larshen-yunus-mapi-diakuisisi-perusahaan-singapura-nilainya-rp118-triliun</guid></item><item><title>Posisi dan Peran DANANTARA Jadi Tanda Tanya Pasca Lesunya Kondisi Ekonomi Secara Nasional</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24356/posisi-dan-peran-danantara-jadi-tanda-tanya-pasca-lesunya-kondisi-ekonomi-secara-nasional</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA,RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45; Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus; menilai keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara hingga saat ini belum menunjukkan Kontribusi yang Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Larshen Yunus, sejak dibentuknya BPI DANANTARA, Lembaga itu Faktanya belum mampu menghadirkan dampak nyata terhadap Penguatan Ekonomi Masyarakat secara nyata, maupun terkesan Gagal dalam Penciptaan Sumber Pertumbuhan Ekonomi yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Menurut kami, selama lebih dari satu tahun berdiri, pihak DANANTARA belum terlihat memberikan kontribusi yang nyata, belum Efektif terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang hari ini hanya mencapai 5,61 persen,” ungkap Larshen Yunus, Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Aktivis Anti Korupsi dan Pegiat Hak Asasi Manusia itu berkali&#45;kali mengatakan, bahwa kondisi investasi yang dijalankan DANANTARA belum sepenuhnya menyentuh sektor&#45;sektor Strategis yang mampu memberikan manfaat langsung terhadap masyarakat luas maupun dalam rangka memperkuat pondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Jujur saja ya, investasi yang dilakukan mereka sampai saat ini, belum juga tepat sasaran, mestinya DANANTARA hadir dengan investasi yang Produktif, tentunya yang berdampak langsung bagi Penciptaan Lapangan Kerja, Penguatan industri Nasional dan Peningkatan daya beli masyarakat,” ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Relawan Prabowo Gibran sekaligus Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu selalu menegaskan, agar DANANTARA tidak boleh hanya berhenti sebagai Lembaga Pengelola Aset Negara atau Perusahaan BUMN semata, tetapi hendaknya mampu Menghadirkan Solusi, Keberpihakan dan Keadilan bagi Masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu, apabila DANANTARA hanya sekedar menjalankan Fungsi Pengelolaan Aset, maka keberadaannya dinilai sama saja, tidak memiliki perbedaan yang cukup Signifikan dengan Nomenklatur Kementerian BUMN terdahulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Harapannya adalah, jangan sampai DANANTARA hanya mampu dan sekedar menjadi Pengelola Aset Negara saja. Kalau ternyata demikian, lalu apa bedanya dengan Kementerian BUMN yang dulu itu? semestinya DANANTARA dapat menjadi instrumen Pencipta Pertumbuhan Ekonomi terbarukan,” pungkas Larshen Yunus, Ketua KNPI Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Relawan Prabowo Gibran Pusat yang juga dikenal sebagai mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau itu menjelaskan, bahwa situasi yang Kondusif juga sangat perlu diterapkan, jangan hanya berkutat dalam opini&#45;opini Liar tanpa dasar hukum yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Larshen Yunus juga kembali mendorong DANANTARA untuk Mulai Fokus terhadap investasi di Sektor Riil, yang memiliki Efek Domino terhadap kondisi Ekonomi Indonesia secara Nasional, seperti Proyek Hilirisasi industri, Pangan, Energi, Perikanan, hingga Pengembangan UMKM.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hingga berita ini diterbitkan, Senin (11/5/2026) Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu selalu mengajak semua pihak untuk &amp;nbsp;TABBAYUN dalam memperoleh informasi seputar kondisi Perekonomian secara Nasional. Jangan mau terjebak dengan berita&#45;berita bohong dari pihak DANANTARA, yang selalu merasa dirinya paling hebat dan berhasil, berita memuji diri dari DANANTARA sama halnya dengan istilah meminum obat maupun vitamin, ternyata efeknya seperti Racun, sangat mematikan!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Terakhir, menurut Larshen Yunus beserta seluruh Relawan Prabowo Gibran lainnya, saat ini Indonesia benar&#45;benar Membutuhkan Lembaga investasi Negara yang harus Agresif dalam bekerja, tetapi juga tepat sasaran dalam Membangun Fondasi Ekonomi secara Jangka Panjang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Apapun alasannya, Uang Negara ini sangat Berlimpah, DANANTARA harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru, bukan hanya sekedar jadi Simbol Pengelolaan Aset Negara saja,” akhir Larshen Yunus, Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran, seraya menutup pernyataan persnya. (*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/2676906587-8.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 21:09:07 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24356/posisi-dan-peran-danantara-jadi-tanda-tanya-pasca-lesunya-kondisi-ekonomi-secara-nasional</guid></item><item><title>Tak Jera Ditertibkan, PKL di HR Soebrantas Masih Nekat Berjualan</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24355/tak-jera-ditertibkan-pkl-di-hr-soebrantas-masih-nekat-berjualan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto mengungkapkan, kembali menjadwalkan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, dalam waktu dekat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, langkah ini dilakukan lantaran masih ditemukan pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan meski sebelumnya sudah beberapa kali diberikan peringatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kita akan turun lagi ke Soebrantas, setelah itu baru ke tempat&#45;tempat yang rawan PKL lagi,” ujar Desheriyanto, Selasa (12/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menjelaskan, Satpol PP sebelumnya telah melayangkan surat peringatan pertama kepada para pedagang yang masih memanfaatkan trotoar dan badan jalan untuk berjualan. Namun, para pedagang disebut kembali beraktivitas sehingga penertiban harus dilakukan berulang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kemarin kita sudah berikan peringatan pertama ke pedagang di Soebrantas. Memang harus berulang,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, penertiban lanjutan direncanakan berlangsung pekan ini menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan. Meski demikian, pihaknya menegaskan pendekatan persuasif dan humanis tetap menjadi prioritas dalam penanganan PKL.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Nanti kita akan lakukan kegiatan pengambilan barang atau penyitaan barangnya. Bahkan kita sudah pernah kasih surat juga dan sudah bernama semua,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/33870048389-7.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 21:06:33 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24355/tak-jera-ditertibkan-pkl-di-hr-soebrantas-masih-nekat-berjualan</guid></item><item><title>Operasi Antik Lancang Kuning Menggila, 557 Tersangka Narkoba Digelandang Polisi</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24354/operasi-antik-lancang-kuning-menggila-557-tersangka-narkoba-digelandang-polisi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau membongkar 435 kasus narkotika selama Operasi Antik Lancang Kuning 2026. Operasi besar tersebut menyeret 557 tersangka dari berbagai daerah dengan barang bukti mencapai puluhan kilogram narkoba. Jalur darat hingga perairan Riau mendadak berubah seperti arena kejar&#45;kejaran tanpa jeda selama tiga pekan terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, mengatakan operasi berlangsung sejak Rabu, 16 April 2026 hingga Kamis, 7 Mei 2026. Fokus utama operasi menyasar peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika di seluruh wilayah hukum Riau. Polisi bergerak cepat setelah jalur perairan dan lintas provinsi mulai dipenuhi aktivitas mencurigakan jaringan pengedar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Selama Operasi Antik Lancang Kuning 2026, kami mengungkap 435 laporan polisi,” ujar Hengki Haryadi, Selasa, 12 Mei 2026. Total tersangka mencapai 557 orang dengan dominasi laki&#45;laki sebanyak 530 orang selama operasi berjalan. Sedangkan tersangka perempuan tercatat sebanyak 27 orang dari berbagai latar belakang pekerjaan berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Operasi tersebut terasa seperti menyapu kabut hitam yang lama menggantung di langit peredaran narkotika di Riau. Polisi bergerak siang malam memburu jaringan pengedar hingga ke jalur tikus perairan terpencil. Dermaga kecil, pelabuhan rakyat, hingga jalan lintas provinsi mendadak dipenuhi pengawasan ketat aparat kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Sebanyak 487 tersangka dilakukan penahanan dan 70 lainnya menjalani rehabilitasi,” kata Hengki Haryadi. Langkah rehabilitasi dilakukan terhadap pengguna dengan tingkat ketergantungan tertentu berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik. Polisi juga memisahkan penanganan bandar besar dari pengguna untuk mempercepat proses pengembangan jaringan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Barang bukti yang diamankan selama operasi mencapai angka fantastis dan membuat publik tercengang mendengarnya. Polisi menyita 31,85 kilogram sabu bersama 2.319 butir ekstasi dari berbagai lokasi pengungkapan. Selain itu, petugas menemukan 110,74 gram ganja serta 62 butir Happy Five selama operasi berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Temuan paling menyita perhatian muncul saat polisi menyita ratusan cartridge vape yang diduga mengandung etomidate berbahaya. Zat tersebut belakangan ramai disalahgunakan dalam rokok elektronik dan mulai menyasar kalangan anak muda perkotaan. Jalur distribusinya bergerak senyap seperti bayangan tipis yang sulit terlihat mata masyarakat biasa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Petugas juga menyita 761 cartridge yang diduga mengandung etomidate,” ujar Hengki Haryadi. Polisi masih mendalami jaringan pemasok cartridge tersebut karena diduga berasal dari luar wilayah Riau. Pengembangan kasus terus dilakukan untuk menelusuri jalur masuk barang melalui pelabuhan tikus di perairan timur Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain narkotika, polisi turut mengamankan uang tunai mencapai Rp159,8 juta dari berbagai pengungkapan kasus besar. Aparat juga menyita lima unit mobil, satu speedboat, 128 sepeda motor, serta 467 telepon genggam. Barang&#45;barang tersebut diduga dipakai untuk mendukung aktivitas distribusi narkotika lintas wilayah selama beberapa bulan terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Hengki Haryadi, pengungkapan ratusan kasus tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 162.754 jiwa dari ancaman narkoba. Nilai ekonomis seluruh barang bukti diperkirakan mencapai Rp34,85 miliar apabila berhasil diedarkan ke masyarakat. Angka tersebut menunjukkan besarnya ancaman narkotika yang bergerak diam&#45;diam mengincar generasi muda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Profesi tersangka paling banyak berasal dari kalangan penganggur dan wiraswasta,” kata Hengki Haryadi. Data kepolisian mencatat 182 tersangka berstatus pengangguran selama operasi berlangsung di berbagai daerah. Selain itu, terdapat 168 wiraswasta, 77 petani, dan 44 buruh yang ikut terseret dalam kasus narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengungkap satu kasus menonjol yang terjadi di Kepulauan Meranti. Pengungkapan tersebut berlangsung pada Minggu, 27 April 2026, di wilayah Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu. Jalur laut kawasan itu diduga sering dipakai jaringan narkoba menyelundupkan barang haram menggunakan speedboat cepat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Satresnarkoba Polres Kepulauan Meranti menggagalkan penyelundupan sabu melalui jalur perairan,” ujar Putu Yudha Prawira. Polisi menangkap dua tersangka berinisial K dan S asal Bengkalis saat operasi berlangsung di perairan. Dari tangan keduanya, petugas menemukan 27 kilogram sabu bersama ratusan cartridge etomidate.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Speedboat yang dipakai pelaku langsung diamankan sebagai barang bukti pengembangan kasus jaringan lintas daerah tersebut. Polisi menduga jalur laut Meranti menjadi salah satu titik favorit penyelundupan karena medan perairannya cukup rumit. Kapal kecil yang bergerak cepat pada malam hari sering memanfaatkan celah pengawasan di kawasan pesisir terpencil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Polda Riau kini memperketat pengawasan jalur perairan timur Sumatera untuk memutus rantai distribusi narkotika internasional. Pengawasan dilakukan bersama jajaran kepolisian daerah pesisir menggunakan patroli rutin serta operasi laut berkala. Aparat menilai jaringan narkotika semakin nekat memanfaatkan wilayah perbatasan laut demi menghindari pemeriksaan darat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Polda Riau berkomitmen menindak tegas seluruh jaringan narkotika demi melindungi masyarakat,” tegas Putu Yudha Prawira. Komitmen tersebut menjadi sinyal keras bagi bandar narkoba yang masih mencoba bermain di wilayah Riau. Polisi memastikan operasi serupa tetap berlanjut meski Operasi Antik Lancang Kuning resmi berakhir pekan lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/787049079-5.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 21:03:49 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24354/operasi-antik-lancang-kuning-menggila-557-tersangka-narkoba-digelandang-polisi</guid></item><item><title>Harga Sawit Riau Tembus Rp3.900, Petani Plasma Mulai Tersenyum Lebar</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24353/harga-sawit-riau-tembus-rp3900-petani-plasma-mulai-tersenyum-lebar</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Harga tandan buah segar kelapa sawit atau TBS Riau&amp;nbsp;kemitraan plasma&amp;nbsp;kembali naik pada perdagangan pekan ini. Kenaikan tersebut langsung memberi angin segar bagi petani plasma setelah harga sawit terus bergerak menguat. Dinas Perkebunan Provinsi Riau mencatat harga tertinggi terjadi pada kelompok umur sembilan tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dinas Perkebunan Provinsi Riau merilis penetapan harga TBS sawit kemitraan plasma periode 13 hingga 19 Mei 2026. Harga sawit umur sembilan tahun naik Rp25,52 per kilogram dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Nilai tersebut membuat harga pembelian TBS petani kini mencapai Rp3.900,46 per kilogram.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Sehingga harga pembelian TBS petani naik menjadi Rp3.900,46 per kilogram,” kata Vera Virgianti, Pelaksana Tugas Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Selasa, 12 Mei 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kenaikan harga sawit pekan ini terutama dipicu lonjakan harga crude palm oil atau CPO global. Harga penjualan CPO tercatat naik Rp216,44 dibandingkan dengan perdagangan minggu sebelumnya. Sementara harga kernel justru turun Rp 406,53 selama periode penetapan harga berjalan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Meski kernel melemah, harga sawit tetap bergerak naik karena dorongan kuat harga CPO dunia. Kondisi tersebut membuat petani sawit plasma mulai menikmati tambahan pendapatan cukup signifikan pekan ini. Suasana kebun sawit pun terasa lebih hangat dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada periode terbaru ini, indeks K penetapan harga sawit tercatat berada di angka 92,08 persen. Harga rata&#45;rata CPO KPBN mencapai Rp15.472,50 selama periode penetapan harga berjalan minggu ini.&amp;nbsp;Sedangkan harga kernel KPBN berada pada level Rp15.525,00 per kilogram.&amp;nbsp;&amp;nbsp;“Harga rata&#45;rata CPO KPBN periode ini sebesar Rp15.472,50,” ujar Vera Virgianti.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Disbun Riau juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit yang tidak melakukan penjualan pada periode berjalan. Kondisi tersebut membuat penetapan harga menggunakan mekanisme sesuai Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Jika terkena validasi kedua, penetapan harga memakai rata&#45;rata KPBN nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemerintah Provinsi Riau bersama berbagai pemangku kepentingan terus memperbaiki tata kelola penetapan harga sawit daerah. Langkah tersebut diharapkan memberi kepastian harga lebih adil bagi petani sawit plasma di seluruh wilayah Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kejaksaan Tinggi Riau juga ikut mendukung pengawasan tata niaga sawit agar lebih transparan.&amp;nbsp;“Membaiknya tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius seluruh stakeholder,” ucap Vera Virgianti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kenaikan harga sawit ini mulai memberi harapan baru bagi petani plasma pada pertengahan tahun 2026. Pendapatan petani diperkirakan ikut meningkat seiring tren positif harga CPO di pasar global beberapa pekan terakhir. Situasi tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi perkebunan di berbagai daerah sentra sawit di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk penetapan terbaru, harga sawit umur tiga tahun berada pada level Rp3.014,39 per kilogram. Sawit umur empat tahun ditetapkan Rp3.409,75 dan umur lima tahun mencapai Rp3.611,47 per kilogram. Sementara sawit umur sepuluh hingga dua puluh tahun berada pada posisi Rp3.880,44 per kilogram.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Harga sawit tertinggi tetap bertahan pada kelompok umur sembilan tahun dengan angka Rp3.900,46 per kilogram. Sedangkan harga sawit usia tua mulai menurun secara bertahap hingga umur tiga puluh tahun. Sawit umur tiga puluh tahun kini ditetapkan sebesar Rp3.393,44 per kilogram.&amp;nbsp;“Komitmen bersama ini tentu berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” pungkas Vera Virgianti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/60432057188-6.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 21:01:54 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24353/harga-sawit-riau-tembus-rp3900-petani-plasma-mulai-tersenyum-lebar</guid></item><item><title>Siksa Anak Pakai Kayu dan Bata Hingga Tewas, Ibu Tiri di Siak jadi Tersangka</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24352/siksa-anak-pakai-kayu-dan-bata-hingga-tewas-ibu-tiri-di-siak-jadi-tersangka</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Teka&#45;teki luka memar di sekujur tubuh bocah malang berinisial FA (6) akhirnya terjawab. Sat Reskrim Polres Siak resmi menetapkan ibu tiri korban, SAS (25), sebagai tersangka utama dalam kasus penganiayaan brutal yang merenggut nyawa bocah tak berdosa tersebut di Desa Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan intensif dan mengumpulkan alat bukti yang kuat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Berdasarkan keterangan kepolisian, kematian FA bukanlah sebuah insiden tunggal, melainkan puncak dari penderitaan selama tiga hari berturut&#45;turut. Sejak Selasa (5/5/2026), tersangka SAS diduga secara konsisten meluapkan amarahnya kepada korban hanya karena alasan&#45;alasan sepele.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Pemicu hanya sepele, mulai dari korban yang dianggap terlalu lama bermain, mengompol setelah bangun tidur, hingga puncaknya, Kamis (7/5/2026) saat korban menolak untuk makan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Tindakan sadis tersangka itu, tidak hanya menggunakan tangan kosong. Polisi menyita kayu bulat sepanjang 30 cm dan batu bata yang digunakan tersangka untuk menghantam tulang kering, punggung, hingga kedua sisi kepala korban hingga mengalami kejang hebat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa ayah korban, Ahmad Zulpan, sama sekali tidak menyadari penyiksaan yang dialami putranya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rutinitas pekerjaan yang mengharuskannya berangkat pagi buta, dan pulang larut malam dimanfaatkan oleh tersangka untuk melakukan aksi kejinya tanpa terdeteksi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Tabir gelap ini baru terungkap saat jenazah FA hendak dimandikan. Pihak keluarga mendapati luka&#45;luka yang tidak wajar dan segera melaporkan kecurigaan tersebut kepada pihak berwajib.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, melalui Kasat Reskrim AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, menegaskan tersangka kini telah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang di luar batas kemanusiaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?&quot;Kami telah mengamankan tersangka SAS beserta barang bukti berupa batu bata, gagang sapu, dan pakaian korban. Ada indikasi kuat terjadinya tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan hilangnya nyawa,&quot; ujar AKP Raja Kosmos, Selasa (12/5/2026).&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Tersangka kini dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) Jo Ayat (4) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mengingat posisi SAS sebagai orang tua (ibu tiri), undang&#45;undang mengamanatkan pemberatan hukuman tambahan sepertiga dari ancaman maksimal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;?Kini, SAS harus mendekam di balik sel tahanan Polres Siak. **&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/29597552496-4.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 20:57:25 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24352/siksa-anak-pakai-kayu-dan-bata-hingga-tewas-ibu-tiri-di-siak-jadi-tersangka</guid></item><item><title>BPDP Umumkan 42 Lembaga Pendidikan Penyelenggara Beasiswa Sawit 2026, 5 Kampus di Riau</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24351/bpdp-umumkan-42-lembaga-pendidikan-penyelenggara-beasiswa-sawit-2026-5-kampus-di-riau</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi mengumumkan 42 lembaga pendidikan yang lolos seleksi sebagai penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan atau beasiswa sawit tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PENG&#45;3/BPDP/2026 tentang Pengumuman Lolos Seleksi Lembaga Penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari puluhan lembaga pendidikan yang dinyatakan lolos, lima di antaranya berasal dari Provinsi Riau. Keberhasilan itu menjadi sinyal kuat bahwa kampus&#45;kampus di Riau semakin diperhitungkan dalam pengembangan sumber daya manusia industri perkebunan nasional, khususnya sektor kelapa sawit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lima kampus asal Riau yang berhasil lolos yakni Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I), Politeknik Caltex Riau (PCR), Politeknik Kampar, Universitas Lancang Kuning (Unilak), dan Universitas Pasir Pengaraian (UPP).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;BPDP menyebut seleksi dilakukan melalui rangkaian penilaian proposal berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG&#45;1/BPDP/2025. Kampus yang dinyatakan lolos dinilai telah memenuhi kriteria sebagai penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mencetak tenaga kerja profesional, terampil dan siap pakai di sektor perkebunan. Tidak hanya fokus pada budidaya sawit, program studi yang lolos juga mencakup bidang teknologi pengolahan hasil perkebunan, rekayasa industri, agribisnis, logistik, teknik mesin hingga teknologi informasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Khusus kampus di Riau, Politeknik Kampar menjadi salah satu perguruan tinggi dengan jumlah program studi terbanyak yang lolos. Kampus tersebut dinyatakan lolos untuk tujuh program studi mulai jenjang D2 hingga D4, di antaranya Teknik Pengolahan Kelapa Sawit, Teknik Pengolahan Sawit, Manajemen Agribisnis dan Pengelolaan Perkebunan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronika mengaku bersyukur dan mengapresiasi BPDP yang masih memberikan kepercayaan kepada Politeknik Kampar untuk menjadi penyelenggara beasiswa sawit tahun 2026 ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Alhamdulillah, Politenik Kamar masih dipercaya oleh BPDP dan mendapatkan tambahan 1 program studi lagi, jadi total ada 7 program studi di Politeknik Kampar,&quot; kata Nina, Selasa (12/5/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Semoga seluruh kampus yang lolos seleksi tahun ini dapat bersinergi dan menjalankan tugas dengan baik sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berorientasi pada pengembangan industri sawit nasional,&quot; ujar Nina.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Nina juga mengatakan, Politeknik Kampar akan mengoptimalkan seluruh proses pembelajaran bagi mahasiswa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dengan adanya kepercayaan ini, polkam akan mengoptimalkan seluruh proses pembelajaran dan kerjasama industri sehingga keterserapan lulusan di perkebunan dan industri sawit semakin tinggi,&quot; ujar Nina.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara Politeknik Caltex Riau lolos melalui empat program studi jenjang D4, yakni Akuntansi Perpajakan, Teknik Informatika, Teknik Mesin dan Teknologi Rekayasa Mekatronika.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia lolos untuk program studi Agroteknologi dan Teknologi Pasca Panen. Universitas Lancang Kuning lolos melalui program studi Agribisnis, Agroteknologi dan Teknologi Hasil Pertanian. Sedangkan Universitas Pasir Pengaraian lolos lewat program studi Agribisnis dan Agroteknologi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;BPDP juga menegaskan bahwa pengumuman tersebut bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah peserta pada masing&#45;masing program studi nantinya akan dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Utama BPDP pada tahap berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berikut daftar lengkap 42 lembaga pendidikan penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan 2026:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;1. Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D1: Pembibitan Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D1: Pemeliharaan Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D2: Budidaya Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D2: Teknik Pengolahan Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;2. AKOM Bantaeng&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D2: Analisis Kimia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D2: Teknik Perawatan Mesin&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;3. INSTIPER Yogyakarta&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Teknik Pertanian&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Teknologi Hasil Pertanian&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;4. Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Teknologi Pasca Panen&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;5. Institut Teknologi Sains Bandung&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknologi Pengolahan Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;6. Institut Teknologi Sawit Indonesia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Budidaya Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Proteksi Tanaman&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Sistem Teknologi Informasi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;7. Politeknik Aceh&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Kimia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Akuntansi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Mekatronika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;8. Politeknik Aceh Selatan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Industri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Informatika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Mesin&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;9. Politeknik ATI Makassar&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Otomasi Sistem Permesinan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Manufaktur Industri Agro&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;10. Politeknik ATI Padang&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Analisis Kimia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Manajemen Logistik Industri Agro&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Industri Agro&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Kimia Bahan Nabati&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;11. Politeknik Caltex Riau&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Akuntansi Perpajakan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknik Informatika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknik Mesin&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Mekatronika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;12. Politeknik Citra Widya Edukasi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Manajemen Logistik&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;13. Politeknik Indonesia Venezuela&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Agroindustri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Pengelolaan Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;14. Politeknik Jambi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Mesin&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;15. Politeknik Kampar&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D2: Teknik Pengolahan Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D2: Perawatan dan Perbaikan Mesin&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Informatika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Pengolahan Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Manajemen Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Pengelolaan Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Logistik&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;16. Politeknik Kutaraja&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Akuntansi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;17. Politeknik LPP Yogyakarta&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D2: Perawatan Mesin Pengolah Hasil Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Akuntansi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Budidaya Tanaman Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Pengelolaan Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Kimia Industri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;18. Politeknik Negeri Lhokseumawe&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Informatika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknologi Kimia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Kimia Industri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;19. Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;20. Politeknik Pembangunan Pertanian Medan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;21. Politeknik Teknologi Kimia Industri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Kimia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Teknik Mekanika&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Agribisnis Kelapa Sawit&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;22. Politeknik YKPN&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Akuntansi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Akuntansi Perpajakan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;23. Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D4: Teknologi Rekayasa Kimia Industri&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;24. Universitas Borobudur&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;25. Universitas Hasanuddin&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;26. Universitas Islam Sumatera Utara&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;27. Universitas Jambi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;D3: Analisis Kimia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;28. Universitas Koperasi Indonesia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;29. Universitas Lambung Mangkurat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroekoteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;30. Universitas Lancang Kuning&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Teknologi Hasil Pertanian&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;31. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;32. Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;33. Universitas Nusa Bangsa&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;34. Universitas Pasir Pengaraian&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;35. Universitas Prima Indonesia&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agroteknologi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;36. Universitas Sulawesi Tenggara&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;37. Universitas Sumatera Selatan&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;S1: Agribisnis&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/71548889936-3.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 20:55:19 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24351/bpdp-umumkan-42-lembaga-pendidikan-penyelenggara-beasiswa-sawit-2026-5-kampus-di-riau</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Segera Salurkan Beasiswa Bagi Mahasiswa dan Anak Penghafal Quran</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24350/pemko-pekanbaru-segera-salurkan-beasiswa-bagi-mahasiswa-dan-anak-penghafal-quran</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, segera menyalurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa dan anak&#45;anak penghafal Quran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Beasiswa dari Pemko Pekanbaru ini bakal diserahkan kepada penerima yang lulus dalam seleksi administrasi di akhir tahun 2025 lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Riau sudah tuntas melakukan pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemko Pekanbaru tahun 2025.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dijadwalkan, BPK akan melakukan exit meeting atau pemeriksaan akhir di pertengahan Mei ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sekarang (LKPD 2025) sudah selesai diaudit BPK. Mudah&#45;mudahan nanti di tanggal 15 exit, setelah itu nanti kita jalan untuk menyalurkan beasiswa tersebut,&quot; kata Wako Agung, Selasa (12/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menuturkan, bantuan beasiswa itu hanya tinggal disalurkan sesuai hasil seleksi yang telah dilakukan oleh pemerintah kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tahapan seleksinya kan sudah selesai,&quot; ulas Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru di APBD Perubahan 2025 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk bantuan beasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Beasiswa ditujukan untuk mahasiswa di jenjang pendidikan Diploma Tiga (D3), Strata Satu (S1), S2 dan S3. Bantuan beasiswa juga diberikan untuk anak&#45;anak penghafal Quran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan data Bagian Kesra Setdako Pekanbaru, total terdapat sebanyak 1.709 orang yang mendaftar secara online melalui laman beasiswapekanbaru.id.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ribuan orang tersebut mendaftar di 7 jalur pendaftaran di antaranya jalur tahfidz, kurang mampu, prestasi, afirmasi, luar negeri, S2 dan S3.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk jalur tahfidz, terdapat 41 pendaftar. Rinciannya 10 juz 16 pendaftar, 20 juz 5 pendaftar, dan 30 juz 20 pendaftar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kemudian jalur kurang mampu berjumlah 361 pendaftar dengan rincian S1 342 pendaftar dan D3 19 pendaftar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lalu jalur prestasi berjumlah 1.145 pendaftar. Jalur prestasi ini dibuka untuk jenjang pendidikan S1 dan D3. Untuk S1 pendaftarnya 1.061 orang dan D3 84 orang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selanjutnya untuk jalur afirmasi hanya dibuka untuk S1 dengan pendaftar 2 orang, lalu jalur luar negeri untuk S1 6 pendaftar. Sedangkan jalur S2 95 pendaftar dan S3 59 pendaftar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/87856628505-2.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 20:51:44 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24350/pemko-pekanbaru-segera-salurkan-beasiswa-bagi-mahasiswa-dan-anak-penghafal-quran</guid></item><item><title>Cegah Gratifikasi Terselubung, KPK Minta Kepala Daerah Hentikan Hibah ke Instansi Vertikal</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24349/cegah-gratifikasi-terselubung-kpk-minta-kepala-daerah-hentikan-hibah-ke-instansi-vertikal</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk tidak memberikan dana hibah maupun&lt;br&gt;tunjangan hari raya (THR) kepada instansi vertikal di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Imbauan ini didasarkan pada temuan sejumlah kasus korupsi yang belakangan terungkap dengan modus serupa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa praktik pemberian hibah atau THR oleh pemerintah daerah kepada aparat penegak hukum atau instansi vertikal berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, bahkan mengarah pada tindakan koruptif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sejumlah kasus yang ditangani lembaganya, pemberian tersebut kerap dikaitkan dengan upaya mempengaruhi proses hukum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Beberapa kasus yang kami tangani menyebutkan adanya pemberian THR. Ini harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali,” ujar Setyo.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;KPK menyoroti bahwa instansi vertikal seperti kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga penegak hukum lainnya sejatinya telah mendapatkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dengan demikian, tidak ada urgensi bagi pemerintah daerah untuk memberikan tambahan dana dalam bentuk hibah ataupun THR,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setyo juga mengingatkan bahwa pemberian tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Apalagi jika dana itu diberikan kepada aparat yang memiliki kewenangan melakukan penyelidikan atau penindakan hukum di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau pemberian itu dimaksudkan agar tidak ada pendalaman atau investigasi, tentu ini sangat tidak tepat,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peringatan ini juga sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, di mana penggunaan anggaran publik harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan untuk membangun relasi kekuasaan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;KPK berharap seluruh kepala daerah dapat mengambil pelajaran dari kasus&#45;kasus yang telah terjadi. Imbauan untuk menghentikan pemberian THR dan hibah kepada instansi vertikal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga upaya mencegah praktik korupsi sejak dini,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa KPK melihat praktik tersebut sebagai celah yang rawan disalahgunakan, baik sebagai bentuk gratifikasi terselubung maupun suap.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di sisi lain, KPK juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini tidak selalu dalam posisi ideal. Banyak kepala daerah menghadapi tekanan dalam mengelola anggaran, terutama di tengah keterbatasan transfer dari pemerintah pusat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam situasi seperti itu, pengeluaran untuk hibah yang tidak memiliki urgensi dinilai justru membebani keuangan daerah. KPK menilai anggaran seharusnya difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Saya yakin kepala daerah juga pusing mengelola anggaran agar tetap efektif tanpa melanggar aturan,” kata Setyo.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk diketahui, sepanjang 2026, lembaga antirasuah tersebut telah mengungkap sejumlah kasus yang diduga berkaitan dengan pemberian THR oleh kepala daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satu kasus mencuat melalui operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap. Dalam perkara tersebut, terungkap dugaan pemberian THR kepada forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Modus serupa juga ditemukan dalam kasus yang melibatkan Bupati Tulungagung. KPK menduga praktik pemberian THR kepada aparat di daerah telah menjadi pola yang cukup masif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, dalam kasus Bupati Rejang Lebong, KPK mengungkap adanya dugaan suap yang sebagian dananya diduga akan digunakan untuk pembagian THR. Dalam pengusutan kasus ini, KPK bahkan memeriksa sejumlah aparat, termasuk anggota kepolisian dan jaksa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rangkaian kasus tersebut memperkuat dugaan bahwa pemberian THR oleh kepala daerah bukan sekadar tradisi atau bentuk perhatian, melainkan bisa menjadi pintu masuk praktik korupsi yang lebih besar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;KPK menekankan pentingnya perubahan pola pikir di kalangan kepala daerah terkait pengelolaan anggaran. Praktik pemberian dana di luar mekanisme resmi, meskipun dibungkus dengan istilah THR atau hibah, tetap berpotensi melanggar hukum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah harus menjadi prioritas utama. Setiap pengeluaran harus memiliki dasar hukum yang jelas serta manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Saya juga menenegaskan, bahwa KPK akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik&#45;praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara. Kepala daerah diharapkan lebih berhati&#45;hati dalam mengambil kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/16464116564-1.jpg"/><pubDate>Tue, 12 May 2026 20:49:40 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24349/cegah-gratifikasi-terselubung-kpk-minta-kepala-daerah-hentikan-hibah-ke-instansi-vertikal</guid></item></channel></rss>