<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://riaureview.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://riaureview.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Prabowo Usut &apos;Dosa&#45;dosa&apos; Petinggi BUMN 30 Tahun Terakhir, Usulkan Bentuk Pengadilan Ad Hoc</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24884/prabowo-usut-dosadosa-petinggi-bumn-30-tahun-terakhir-usulkan-bentuk-pengadilan-ad-hoc</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Presiden Prabowo Subianto melontarkan usulan mengejutkan untuk membongkar persoalan pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama tiga dekade terakhir. Ia membuka kemungkinan pembentukan pengadilan ad hoc untuk mengusut para pengurus atau direksi BUMN dari masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Usulan itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut pengurus&#45;pengurus direksi, 30 tahun ke belakang mungkin,” kata Prabowo.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pernyataan tersebut muncul ketika Prabowo menyoroti kondisi dan tata kelola BUMN yang menurutnya masih menyimpan banyak persoalan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Presiden mengaku awalnya memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Namun, setelah pemerintah melakukan penataan melalui Danantara, ditemukan 1.074 entitas BUMN, termasuk struktur anak, cucu hingga cicit perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jumlah tersebut membuat pemerintah harus melakukan penataan besar&#45;besaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BUMN Disebut Ada yang Rugi, tetapi Lapor Untung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Prabowo juga melontarkan kritik keras terhadap sebagian perusahaan negara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, masih terdapat BUMN yang tidak produktif dan tidak memberikan nilai optimal bagi negara. Bahkan, ia menyinggung adanya perusahaan yang terus merugi tetapi justru melaporkan keuntungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus, laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya,” ujar Prabowo.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga menyoroti perilaku sejumlah BUMN yang dinilai tidak bertanggung jawab kepada negara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“BUMN&#45;BUMN ini kadang&#45;kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara, pemerintah tidak dianggap,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bagi Prabowo, persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai masalah manajemen perusahaan saat ini. Karena itu, ia membuka kemungkinan untuk menarik persoalan tersebut jauh ke belakang, bahkan hingga 30 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bukan Berarti Semua Direksi Akan Diusut&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, pernyataan Prabowo tersebut masih berupa usulan, bukan keputusan bahwa seluruh direksi BUMN selama 30 tahun terakhir akan otomatis diperiksa atau dipidana.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengusutan nantinya harus didasarkan pada persoalan dan dugaan pelanggaran yang memiliki dasar hukum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Prabowo juga membuka kemungkinan adanya mekanisme pengampunan bagi pihak&#45;pihak yang mengakui kesalahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menyebut kemungkinan meminta DPR mempertimbangkan amnesti khusus bagi mereka yang menyadari dan mengakui kesalahannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui,” ujar Prabowo.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;290 BUMN Ditutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah penataan BUMN sendiri telah mulai dilakukan pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Prabowo menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah perusahaan negara yang tersisa dapat ditekan menjadi paling banyak 300 BUMN pada 31 Desember 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;BUMN yang dipertahankan akan diarahkan menjadi perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi negara serta masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jika usulan pengadilan ad hoc tersebut benar&#45;benar diwujudkan, maka persoalan BUMN tidak lagi hanya berbicara mengenai efisiensi perusahaan saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tiga dekade pengelolaan perusahaan negara berpotensi kembali dibuka untuk dipertanyakan: bagaimana aset negara dikelola, mengapa sebagian BUMN bermasalah, dan apakah ada pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bagi Prabowo, penataan BUMN bukan sekadar memangkas jumlah perusahaan. Pemerintah ingin memastikan perusahaan yang menggunakan kekayaan negara benar&#45;benar bekerja untuk kepentingan negara dan rakyat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/31867297473-5.jpg"/><pubDate>Fri, 14 Aug 2026 19:15:03 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24884/prabowo-usut-dosadosa-petinggi-bumn-30-tahun-terakhir-usulkan-bentuk-pengadilan-ad-hoc</guid></item><item><title>Ditolak Ajakan Berhubungan, Pria di Pelalawan Ini Bunuh Teman Wanitanya</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24883/ditolak-ajakan-berhubungan-pria-di-pelalawan-ini-bunuh-teman-wanitanya</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Sebuah kematian misterius di rumah kontrakan di Pelalawan terungkap sebagai pembunuhan terencana. Pelaku tak segan menyusun rekayasa agar kematian korban dianggap bunuh diri oleh semua pihak. Kebohongan itu akhirnya runtuh setelah bukti&#45;bukti nyata berhasil dikumpulkan polisi.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Peristiwa naas berlangsung pada Selasa malam, 11 Agustus 2025, di Jalan Markisa, Pangkalan Kerinci. Korban bernama SS (46) datang ke kontrakan pelaku bernama Jamal alias Udin (27). Ia berniat beristirahat usai berselisih paham dengan suaminya sendiri.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Korban sebelumnya meminjam kunci kontrakan saat menemui pelaku di tempat kerjanya. Jamal yang saat itu sedang di luar rumah memberikan kunci tanpa curiga apa pun. Sekitar pukul sembilan malam, telepon dari korban masuk meminta bantuan beli air minum.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sesampainya di kontrakan, Jamal menyerahkan air mineral yang diminta korban. Di momen itu pula, ia mengajak korban berhubungan badan meski tahu korban bersuami. Ajakan itu ditolak mentah&#45;mentah hingga korban meledak marah dan berteriak keras.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Suara teriakan membuat Jamal merasa malu diketahui tetangga sekitar. Ia berusaha membujuk korban agar tenang namun kemarahan korban tak kunjung mereda. Tiba&#45;tiba amarahnya meledak, tangan kekarnya mencekik leher korban dengan kuat.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Napas korban terhenti perlahan, tubuhnya tak lagi bergerak di lantai rumah. Tanpa menolong, Jamal justru meninggalkan jenazah korban sendirian di tempat itu. Ia memilih pergi dan tidur di tempat cuci motor tempatnya bekerja malam itu.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Rencana licik mulai disusun pelaku guna menutupi jejak kejahatannya. Ia mengunci pintu kontrakan dari luar, lalu keluar lewat jendela yang terbuka. Kunci pintu dilempar masuk ke dalam rumah agar tampak terkunci dari dalam.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Siang harinya, Rabu, 12 Agustus 2026, Jamal kembali ke lokasi bersama seorang temannya. Ia berpura&#45;pura memanggil&#45;manggil nama korban sambil menggedor pintu dengan keras. Tetangga yang mendengar suara keributan mulai merasa khawatir atas keadaan korban.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Seorang tetangga bernama P mengirim pesan meminta Jamal mendobrak pintu itu. Saat pintu terbuka, jenazah korban tergeletak diam dengan mata terbelalak lebar. Jamal seolah mengecek keadaan lalu menyampaikan kabar duka kepada siapa saja yang ada.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ia segera melaporkan kejadian kepada Ketua RT dan warga sekitar tempat tinggal. Pihak RT kemudian menghubungi layanan darurat guna melaporkan kematian mendadak tersebut. Di hadapan petugas, Jamal mengarang cerita bahwa korban bunuh diri karena depresi.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Cerita yang ia sampaikan terus berubah&#45;ubah tiap kali ditanya petugas kepolisian. Keterangan pelaku terbukti bertolak belakang dengan pernyataan saksi&#45;saksi lain di lokasi. Rekaman CCTV turut memperkuat dugaan bahwa Jamal menyembunyikan banyak hal penting.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;“Keterangan yang diberikan pelaku selalu berubah saat pertama kali kami amankan. Semua ceritanya bertentangan dengan keterangan saksi maupun rekaman CCTV yang ada. Namun kebenaran terungkap jelas setelah hasil pemeriksaan otopsi keluar kemarin,” ujar Kompol Shilton,&amp;nbsp;Kapolsek Pangkalan Kerinci, Jumat, 14 Agustus 2026.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Hasil otopsi dari Biddokes Polda Riau mematahkan semua rekayasa yang dibuat pelaku. Tanda cekikan di leher korban menjadi bukti kuat penyebab kematian yang sebenarnya. Tak lagi mampu membela diri, Jamal akhirnya mengakui semua perbuatannya.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pelaku kini mendekam di tahanan polisi guna menjalani proses hukum selanjutnya. Ancaman hukuman berat menanti atas tuduhan pembunuhan yang ia lakukan dengan sadar. Polisi mengingatkan agar persoalan pribadi tak diselesaikan dengan kekerasan mematikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/5677920154-4.jpg"/><pubDate>Fri, 14 Aug 2026 19:11:42 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24883/ditolak-ajakan-berhubungan-pria-di-pelalawan-ini-bunuh-teman-wanitanya</guid></item><item><title>Dua Tahun Buron, Pemodal Perdagangan Kayu Ilegal di Kampar Ditangkap</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24882/dua-tahun-buron-pemodal-perdagangan-kayu-ilegal-di-kampar-ditangkap</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Dua pelaku kasus dugaan perdagangan kayu ilegal di Kabupaten Kampar diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satunya merupakan perempuan berinisial N yang diduga berperan sebagai pemodal dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2024.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;N diamankan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di halaman Kantor BRI Lancang Kuning, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara satu pelaku lainnya berinisial DA, yang berperan sebagai penanggung jawab sawmill di Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membongkar praktik perdagangan hasil hutan ilegal hingga ke pihak yang diduga membiayai dan menikmati keuntungannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Dalam perkara ini kami tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga melakukan pendalaman terhadap pihak yang diduga menjadi pemodal dan mengendalikan aktivitas perdagangan kayu ilegal,” ujar Ade Kuncoro, Jumat (14/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima penyidik pada 10 Juli 2026 terkait aktivitas pengolahan kayu atau sawmill di Desa Sungai Sarik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tim Unit 3 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan aktivitas pengolahan kayu bulat menjadi kayu olahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat diperiksa, DA tidak dapat menunjukkan dokumen legalitas maupun dokumen asal&#45;usul kayu yang sah. DA kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Mapolda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari pemeriksaan terhadap DA, penyidik memperoleh keterangan bahwa N diduga menjadi pihak yang memesan dan membeli kayu olahan. N juga disebut membayarkan sejumlah kebutuhan operasional sawmill.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Dari hasil pemeriksaan terhadap DA, penyidik memperoleh keterangan bahwa N merupakan pihak yang melakukan pemesanan dan pembelian kayu olahan. N juga melakukan pembayaran sejumlah kebutuhan operasional sawmill,” kata Ade.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Teddy Ardian mengatakan, penyidik kemudian mendalami peran N dan menemukan indikasi bahwa perempuan tersebut bertindak sebagai pemodal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Indikasi itu terlihat dari sejumlah transaksi yang berkaitan dengan biaya operasional serta pembayaran gaji pekerja sawmill kepada DA.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Dari hasil analisis transaksi, penyidik masih mendalami seluruh aktivitas keuangan tersangka untuk mengetahui pola pembelian, pembayaran, sumber dana dan pihak&#45;pihak yang terlibat,” ujar Teddy.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyidik juga menemukan fakta bahwa N telah menjalankan usaha perkayuan sejak 2019 berdasarkan analisis mutasi rekening, dokumen transaksi elektronik dan alat bukti lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;N diduga aktif melakukan pemesanan dan pembelian kayu bulat maupun kayu olahan. Khusus transaksi dengan DA, aktivitas pembelian kayu tersebut terindikasi berlangsung sejak 2024 hingga 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam penyidikan, polisi meminta keterangan ahli dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XIX Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hasilnya, lokasi sawmill tersebut diketahui seluruhnya berada di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lipai Siabu, Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara berdasarkan keterangan ahli dari Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah III Pekanbaru, sekitar 780 keping kayu olahan dan 14 batang kayu bulat yang diamankan merupakan jenis kayu yang secara umum berasal dari hutan alam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kayu yang diamankan bukan merupakan jenis kayu yang lazim dibudidayakan masyarakat,” jelas Teddy.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari lokasi tersebut, penyidik turut mengamankan dua unit telepon seluler, yakni satu unit VIVO Y21 warna putih mutiara dan satu unit VIVO Y21e warna ungu mutiara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dua Tahun Masuk DPO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penangkapan N juga mengungkap bahwa perempuan tersebut sebelumnya telah masuk DPO sejak 2024 dalam perkara kehutanan yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Status DPO tersebut berkaitan dengan perkara kepemilikan sawmill di Simpang Kambing, Desa Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, sebagaimana tercantum dalam Putusan Pengadilan Nomor 518/Pid.Sus&#45;LH/2024/PN Bkn.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah kurang lebih dua tahun menjadi DPO, keberadaan N akhirnya diketahui penyidik dan berujung pada penangkapan di Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyidik kini masih mendalami keterkaitan N dengan aktivitas perdagangan kayu ilegal yang telah berlangsung selama beberapa tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tidak berhenti pada penangkapan pelaku, Ditreskrimsus Polda Riau juga akan menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan bisnis tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Teddy mengatakan pendekatan follow the money akan digunakan untuk mengetahui sumber dana, pola transaksi hingga pihak yang diduga menikmati keuntungan dari perdagangan kayu ilegal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pengembangan tidak berhenti pada tersangka yang sudah diamankan. Kami akan menelusuri aliran dananya untuk mengetahui siapa yang membiayai, siapa yang mengendalikan, siapa yang membeli dan siapa yang menikmati keuntungan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyidik juga akan menggunakan instrumen tindak pidana pencucian uang (TPPU) apabila ditemukan unsur dan aliran dana yang berkaitan dengan hasil kejahatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengembangan perkara tersebut sekaligus diarahkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik sebagai pemodal, pemasok, pengendali maupun penerima keuntungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan Green Policing Polda Riau yang tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga pihak yang diduga berada di balik pembiayaan dan keuntungan dari kejahatan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Atas dugaan perbuatannya, N disangkakan melanggar Pasal 83 ayat (1) huruf b juncto Pasal 12 huruf e Undang&#45;Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana telah diubah dengan Undang&#45;Undang Nomor 6 Tahun 2023.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, tersangka juga disangkakan melanggar Pasal 20 huruf c dan/atau Pasal 591 huruf b Undang&#45;Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang&#45;Undang Hukum Pidana.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/61731702731-3.jpg"/><pubDate>Fri, 14 Aug 2026 19:08:32 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24882/dua-tahun-buron-pemodal-perdagangan-kayu-ilegal-di-kampar-ditangkap</guid></item><item><title>PBB Jatuh Tempo 31 Agustus, Warga Pekanbaru Bisa Bayar Lewat Layanan Digital</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24881/pbb-jatuh-tempo-31-agustus-warga-pekanbaru-bisa-bayar-lewat-layanan-digital</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Batas waktu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB&#45;P2) di Kota Pekanbaru tinggal 19 hari lagi. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengingatkan seluruh wajib pajak untuk segera menunaikan kewajibannya sebelum jatuh tempo pada 31 Agustus 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan MH mengimbau masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB&#45;P2 agar segera melakukan pembayaran. Langkah tersebut penting untuk menghindari sanksi administrasi sekaligus mendukung pencapaian penerimaan pajak daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Mengingat waktu yang semakin dekat, kami mengimbau kepada seluruh wajib pajak untuk segera melakukan pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo. Jangan menunggu sampai batas waktunya berakhir, kiranya pembayaran PBB dapat dilakukan tepat waktu dan masyarakat bisa memanfaatkan momentum program penghapusan denda jika masih memiliki tunggakan pajak PBB,&quot; kata Denny, Jumat (14/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk memudahkan masyarakat, Bapenda Kota Pekanbaru melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) juga menyediakan layanan pajak keliling. Fasilitas ini dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengantisipasi antrean panjang mengingat pembayaran PBB&#45;P2 kini memasuki pertengahan Agustus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui layanan keliling tersebut, petugas turut proaktif mengingatkan masyarakat agar segera membayar PBB melalui posko&#45;posko yang telah ditetapkan Bapenda Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Bapenda, percepatan pembayaran PBB menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian target penerimaan pajak daerah. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu sangat dibutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain layanan tatap muka dan keliling, Bapenda juga memberikan kemudahan pembayaran PBB&#45;P2 melalui berbagai kanal digital. Wajib pajak dapat melakukan pembayaran melalui BRK Syariah, BNI, Bank BJB, BCA Mobile, BRImo, QRIS, Tokopedia, DANA, Blibli, POSPAY, OVO, dan Gojek.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan beragam pilihan tersebut, masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih mudah dan praktis tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan pajak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bapenda Kota Pekanbaru berharap masyarakat dapat memanfaatkan seluruh fasilitas pembayaran yang telah disediakan dan tidak menunda kewajiban hingga mendekati batas akhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Manfaatkan layanan yang sudah disediakan, baik melalui posko layanan keliling maupun kanal pembayaran digital. Jangan menunggu sampai jatuh tempo,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/56448585314-2.webp"/><pubDate>Fri, 14 Aug 2026 19:03:58 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24881/pbb-jatuh-tempo-31-agustus-warga-pekanbaru-bisa-bayar-lewat-layanan-digital</guid></item><item><title>Dibayar Rp50 Ribu per Buah, Pria di Pekanbaru Jadi Pengedar Vape Getar</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24880/dibayar-rp50-ribu-per-buah-pria-di-pekanbaru-jadi-pengedar-vape-getar</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Tergiur keuntungan instan yang tak seberapa, seorang pria berinisial EC (35) kini harus berhadapan dengan hukum.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hanya demi upah Rp50 ribu per buah, EC diduga nekat menjadi perantara dalam peredaran etomidate yang dikenal sebagai pot getar atau vape getar di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;EC diamankan bersama seorang perempuan berinisial DF (26) saat diduga hendak melakukan transaksi etomidate di sebuah minimarket di Jalan Soekarno&#45;Hatta, Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, keduanya ditangkap pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 02.45 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait transaksi etomidate di sekitar Jalan Soekarno&#45;Hatta. Setelah dilakukan pendalaman, petugas mengamankan dua orang,&quot; kata Putu di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Putu menjelaskan, polisi menerima informasi terkait dugaan transaksi etomidate sekitar pukul 00.15 WIB. Petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap DF yang diduga berperan sebagai perantara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari hasil penyelidikan, DF diketahui kerap melakukan transaksi di rumah kosnya di Jalan Durian. Sekitar pukul 01.30 WIB, DF kemudian menghubungi EC untuk bertemu di sebuah minimarket di Jalan Soekarno&#45;Hatta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;DF selanjutnya menghubungi EC untuk melakukan pertemuan di sebuah minimarket di Jalan Soekarno&#45;Hatta,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sekitar pukul 02.45 WIB, petugas mendapati DF dan EC berada di toilet minimarket. Keduanya langsung diamankan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari tangan EC, polisi menyita empat buah etomidate dan satu unit telepon seluler.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam pemeriksaan awal, EC mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria berinisial R yang kini masih dalam penyelidikan polisi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;EC mengaku baru satu kali mengambil etomidate dari R. Ia dijanjikan upah Rp50 ribu untuk setiap buah etomidate yang berhasil ditransaksikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;EC mengaku baru satu kali mengambil etomidate dari R dan dijanjikan keuntungan Rp50 ribu untuk setiap pieces apabila transaksi berhasil,&quot; kata Putu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain mengamankan barang bukti, polisi juga melakukan tes urine terhadap EC. Hasilnya menunjukkan EC positif mengandung amphetamine.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini, Polda Riau masih memburu R dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran etomidate tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami masih mendalami keberadaan R serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran etomidate tersebut,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/96328072328-1.jpeg"/><pubDate>Fri, 14 Aug 2026 18:59:02 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24880/dibayar-rp50-ribu-per-buah-pria-di-pekanbaru-jadi-pengedar-vape-getar</guid></item><item><title>80 Siswa SMKN 1 Pekanbaru Kunjungi Unilak, Pelajari Tata Kelola Administrasi Modern</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24879/80-siswa-smkn-1-pekanbaru-kunjungi-unilak-pelajari-tata-kelola-administrasi-modern</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Guna memperkuat pemahaman seputar tata kelola perkantoran modern, puluhan pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pekanbaru menyambangi Universitas Lancang Kuning (Unilak). Lewat program tur kampus ini, para siswa diajak melihat langsung praktik nyata dunia kearsipan dan administrasi di lingkungan perguruan tinggi swasta.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kunjungan yang berlangsung Rabu (12/8/2026) ini diikuti oleh 80 siswa dan guru pembimbing dari Jurusan Manajemen Perkantoran. Menggunakan dua unit bus, rombongan yang dipimpin oleh Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 1 Pekanbaru Tri Noviastuti tersebut disambut langsung oleh jajaran pimpinan rektorat kampus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Simulasi Administrasi dan Kearsipan Digital&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan utama berpusat di Gedung Rektorat Unilak dengan sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif selama hampir tiga jam. Para peserta mendapatkan penjelasan teknis dari Kepala Bagian (Kabag) Administrasi dan Umum Dina, Kabag Marketing Afrizona Niken, serta Kabag Kemahasiswaan Unilak Fitri Juliani.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Materi yang dibedah mencakup praktik kearsipan surat&#45;menyurat, sistem dokumentasi digital, hingga standar pelayanan profesional berbasis teknologi yang diterapkan kampus. Selain itu, pihak kampus juga membagikan informasi terkait keterbukaan layanan serta peluang beasiswa bagi calon mahasiswa baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jembatan Menuju Dunia Kerja&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi menyebutkan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi di Riau. Ia berharap kegiatan ini mampu mempersiapkan siswa sebelum terjun ke industri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami ingin siswa SMK mendapatkan pengalaman langsung bagaimana praktik manajemen perkantoran dijalankan di dunia kampus. Harapannya mereka lebih siap menghadapi dunia kerja dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,&quot; paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapan kampusnya untuk memfasilitasi sekolah&#45;sekolah lain di Bumi Lancang Kuning yang ingin melakukan studi lapangan serupa guna menjalin penguatan link and match pendidikan vokasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Bagi pihak sekolah di Riau yang ingin berkunjung, kami siap menyambut dan memfasilitasi. Silakan bersurat kepada kami. Tentu ini juga bagian dari upaya mensinergikan antar&#45;SMK dan perguruan tinggi,&quot; imbuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tinjau Langsung Fasilitas Kampus&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Usai sesi diskusi, rombongan pelajar diajak meninjau fasilitas pendidikan di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unilak. Di dua fakultas tersebut, siswa mengamati langsung ruang praktik dan laboratorium yang selaras dengan kompetensi keahlian manajemen perkantoran dan prospek lulusannya kelak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menanggapi berjalannya kegiatan ini, Guru Pendamping sekaligus Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 1 Pekanbaru Tri Noviastuti menilai tur kampus memberikan gambaran konkret yang sulit didapatkan hanya dari teori di bangku kelas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Siswa bisa melihat gambaran nyata bagaimana dunia perkuliahan dan praktik administrasi kantor. Ini membuka wawasan mereka, menambah motivasi belajar, dan menjadi bekal untuk menentukan pilihan melanjutkan pendidikan setelah lulus SMK,&quot; terangnya. &lt;strong&gt;**&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Goriau.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/97817569845-7.jpeg"/><pubDate>Thu, 13 Aug 2026 19:48:25 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24879/80-siswa-smkn-1-pekanbaru-kunjungi-unilak-pelajari-tata-kelola-administrasi-modern</guid></item><item><title>Kembali Gagalkan Penyeludupan Narkoba di Bandara SSK II, Petugas Sita 1 Kg Sabu Asal Aceh</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24878/kembali-gagalkan-penyeludupan-narkoba-di-bandara-ssk-ii-petugas-sita-1-kg-sabu-asal-aceh</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Disembunyikan dalam lipatan celana, satu kilogram narkotika jenis sabu berhasil diamankan petugas kepolisian dan Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Selasa (11/08/26). Bukan hanya brang bukti, petugas juga mengamankan seorang berinisial AY (36).&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Diresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira menjelaskan narkoba tersebut dikemas dalam 5 bungkus yang kemudian diselipkan dalam lipatan celana jeans dan dimasukkan dalam sebuah koper. Narkoba tersebut terdeteksi saat petugas melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X&#45;Ray.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Petugas Avsec menemukan koper yang mencurigakan setelah diamankan dan diperiksa bersama tim, ditemukan lima bungkus diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam lipatan celana jeans,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Petugas kemudian juga melakukan penggeledahan terhadap AY. Dimana saat dimintai keterangan AY mengaku membawa narkoba tersebut dari wilayah Aceh menggunakan bus ke Pekanbaru.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Dari Pekanbaru narkoba itu rencananya akan dibawa ke Jakarta,&quot; terangnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain. Seperti, satu unit telepon seluler, KTP, SIM C, boarding pass dan paspor.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat ini pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolda Riau untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut guna mengungkap asal&#45;usul serta jaringan peredaran narkotika tersebut.**&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/13991363578-6.jpg"/><pubDate>Thu, 13 Aug 2026 19:44:29 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24878/kembali-gagalkan-penyeludupan-narkoba-di-bandara-ssk-ii-petugas-sita-1-kg-sabu-asal-aceh</guid></item><item><title>Bertengkar Dengan Orang Tua, Gadis Remaja Ini Nekad Terjun Dari Jembatan Leighton</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24877/bertengkar-dengan-orang-tua-gadis-remaja-ini-nekad-terjun-dari-jembatan-leighton</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Perempuan berinisial DN (18) nekat melompat dari Jembatan Leighton I di Kota Pekanbaru. Kejadian terjadi pada Rabu sore,&amp;nbsp;12 Agustus 2026. Perselisihan dengan orang tua diduga menjadi pemicu tekanan mental yang membuatnya mengambil keputusan nekat.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Beruntung, aksi tersebut tidak berujung fatal. DN ditemukan masih mengapung di permukaan Sungai Siak beberapa menit setelah melompat. Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Riau segera tiba dan melakukan evakuasi dengan cepat.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Wadirpolairud Polda Riau AKBP Angga F Herlambang menjelaskan urutan kejadian yang diterima petugas. &quot;Informasi datang sekitar pukul 15.00 WIB. Kami langsung bergerak ke lokasi kejadian,&quot; kata Angga, Kamis, 13 Agustus 2026.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Petugas menggunakan kapal Shiptender 06 untuk mencapai lokasi di bawah jembatan. Sekitar pukul 15.05 WIB, mereka melihat DN masih berada di permukaan air dengan kondisi kesulitan bernapas. Pelampung keselamatan segera dipasangkan untuk melindungi tubuhnya selama proses penyelamatan.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Tali diamankan di bagian tubuh DN agar petugas bisa mengangkatnya ke atas kapal dengan aman. Proses evakuasi berjalan cepat dan lancar tanpa masalah tambahan. DN kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari personel yang hadir di lokasi.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Setelah kondisi sedikit stabil, petugas menggali keterangan mengenai alasan dia melompat dari jembatan. DN mengaku tengah mengalami tekanan mental akibat perselisihan yang panjang dengan orang tuanya. Emosi yang menumpuk membuatnya merasa putus asa dan tak punya jalan keluar.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Personel Ditpolairud kemudian melakukan mediasi antara DN dan keluarganya yang tiba di lokasi. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan dan menemukan cara menyelesaikan persoalan yang ada. Komunikasi terbuka antara kedua pihak mulai terbangun setelah beberapa menit berbicara.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Angga menjelaskan tujuan mediasi yang dilakukan oleh petugas kepolisian. &quot;Kami ingin persoalan diselesaikan secara kekeluargaan. Pendampingan keluarga sangat penting,&quot; katanya.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Setelah proses mediasi selesai dan suasana lebih tenang, DN diserahkan kembali kepada pihak keluarga. Keluarga berjanji memberikan perhatian dan pendampingan lebih lanjut untuk membantu DN melewati masa sulit. Petugas juga menyarankan keluarga untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Perselisihan dalam keluarga bisa menimbulkan tekanan yang berat terutama bagi anak muda yang belum matang. Komunikasi yang terbuka dan empati bisa mencegah terjadinya tindakan nekat yang tidak diinginkan.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Personel Ditpolairud menyatakan akan tetap waspada memantau situasi di sekitar jembatan dan sungai. Upaya pencegahan tindakan nekat terus dilakukan dengan menambah piket dan memberikan informasi bantuan kepada masyarakat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti secepat mungkin untuk menyelamatkan nyawa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/82597489094-4.jpg"/><pubDate>Thu, 13 Aug 2026 19:41:35 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24877/bertengkar-dengan-orang-tua-gadis-remaja-ini-nekad-terjun-dari-jembatan-leighton</guid></item><item><title>DPRD Riau Umumkan 12 Komisioner KI dan KPID Terpilih</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24876/dprd-riau-umumkan-12-komisioner-ki-dan-kpid-terpilih</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau resmi mengumumkan hasil uji kelayakan dan kepatutan komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau periode 2026&#45;2030 dan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau 2026&#45;2029.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Komisi I DPRD Riau, Amal Fathullah dalam rapat paripurna penyampaian hasil uji kelayakan dan kepatutan anggota komisioner KI dan KPID.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau Budiman Lubis dan Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Syahrial Abdi itu, Amal Fathullah menyampaikan ada 5 anggota komisioner KI dan 7 anggota komisioner KPID Riau yang lulus seleksi uji kelayakan dan kepatutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lima anggota komisioner KI yang terpilih yakni, Ahmad Royhan Qadri, Hasnah Gazali, Jamadi Sipahutar, Muhammad Nefos, dan Yulianti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara 5 anggota komisioner cadangan yakni Asril Darma, Imam Munandar, Teddy Niswansyah, Novyandre, dan Witrayeni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sedangkan 7 orang komisioner KPID Riau periode 2026&#45;2029 yang terpilih yakni, Al Qusairi, Bambang Suwarno, Dian Citra Andriyani, Ferlan Nico, Mario Abdillah Khair, Prima Ermad Suhaemi, dan Sherly Arianty.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kemudian DPRD Riau juga menetapkan tujuh anggota komisioner KPID Riau cadangan berdasarkan peringkat. Anggota komisioner KPID Riau cadangan itu yakni Lutfi Arifiandy, M Asrar Rais, Dolly Ichsan, Syarifah Dian Eka Sari, Putri Poppy Nirmala, Romi Ainur, dan Jelprison.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan telah diumumkannya anggota komisioner KI periode 2026&#45;2030 dan KPID Riau periode 2026&#45;2029, DPRD Riau berharap mereka yang terpilih dapat segera menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Anggota komisioner KI dan KPID Riau diharapkan dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi Riau, DPRD, lembaga penyiaran, badan publik, insan pers, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,&quot; ujar Amal Fathullah, dalam pengumumannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/35795148114-5.jpg"/><pubDate>Thu, 13 Aug 2026 19:38:38 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24876/dprd-riau-umumkan-12-komisioner-ki-dan-kpid-terpilih</guid></item><item><title>42 Km Jalan Rusak di Pekanbaru Ditargetkan Tuntas Diperbaiki Tahun 2026</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24875/42-km-jalan-rusak-di-pekanbaru-ditargetkan-tuntas-diperbaiki-tahun-2026</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menyebutkan sekitar 42 kilometer jalan rusak ditargetkan mendapat pengaspalan ulang atau overlay sepanjang 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hingga awal Agustus, realisasi perbaikan jalan telah mencapai 23,6 kilometer. Perbaikan tersebut tersebar di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru dan masih terus dikebut hingga akhir tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sekarang itu untuk perbaikan jalan rusak sudah berjalan sekitar 23,6 kilometer, dan ini masih terus berlanjut,&quot; kata Edward, Kamis (13/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, sekitar 16 ruas jalan telah rampung diperbaiki. Sementara sejumlah ruas lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan terus bertambah hingga Desember 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Masih berlanjut, ada juga yang sedang on progress sampai akhir tahun nanti. Kondisi ini seiring tuntasnya perbaikan ruas jalan rusak,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Beberapa ruas yang saat ini masih dalam pengerjaan di antaranya Jalan Teratai, Jalan Tanjung Karang, dan Jalan Tanjung Medang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia memastikan pekerjaan perbaikan akan terus dilakukan hingga target sekitar 42 kilometer jalan rusak yang telah ditetapkan Pemko Pekanbaru dapat dituntaskan tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/67001708983-3.jpeg"/><pubDate>Thu, 13 Aug 2026 19:36:01 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24875/42-km-jalan-rusak-di-pekanbaru-ditargetkan-tuntas-diperbaiki-tahun-2026</guid></item><item><title>Puluhan Siswa di Dumai Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bakso Berbau Menyengat</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24874/puluhan-siswa-di-dumai-diduga-keracunan-usai-santap-mbg-bakso-berbau-menyengat</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Puluhan siswa SDN 013 dan SDN 015 Buluh Kasap, Kota Dumai, Riau, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 45 siswa dilaporkan mengalami keluhan dan kini mendapat penanganan medis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasi Humas Polres Dumai AKP Zaini Waluyo mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026). Dari laporan awal, sebanyak 43 siswa SDN 013 dan 2 siswa SDN 015 mengalami gejala sakit perut dan mual&#45;mual.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Korban dari SDN 013 sebanyak 43 orang dan dari SDN 015 sebanyak dua orang. Saat ini seluruh korban telah mendapat penanganan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai,&quot; kata Zaini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Identitas para korban tidak dipublikasikan karena seluruhnya merupakan anak&#45;anak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peristiwa bermula saat makanan MBG tiba di SDN 013 sekitar pukul 08.00 WIB. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, bakso orek, tempe goreng, tumis labu siam dan wortel, serta buah jeruk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pihak sekolah kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan sebelum dibagikan kepada siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sekitar pukul 09.00 WIB, makanan mulai dikonsumsi para siswa. Sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami mual dan muntah. Pihak sekolah kemudian menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sekitar pukul 10.15 WIB, tiga orang perwakilan SPPG tiba di sekolah. Mereka melakukan pengecekan terhadap kondisi siswa dan meminta makanan MBG yang telah didistribusikan segera ditarik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tak lama kemudian, ambulans Pemerintah Kota Dumai datang secara bergantian untuk membawa siswa yang mengalami keluhan ke rumah sakit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bakso MBG Disebut Berbau Menyengat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Polisi bersama Dinas Kesehatan Kota Dumai kemudian melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi, termasuk SDN 013, SDN 015, dan dapur SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari keterangan awal petugas Dinas Kesehatan, kondisi dapur SPPG ditemukan dalam keadaan basah dan disebut belum memiliki pengontrol suhu panas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kondisi tersebut diduga dapat memengaruhi kualitas makanan dan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Namun, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel makanan maupun air,&quot; terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Juru masak SPPG kepada petugas menerangkan proses memasak dimulai sekitar pukul 00.00 WIB. Setelah selesai dimasak, makanan terlebih dahulu dicicipi dan saat itu disebut tidak ditemukan bau tidak sedap.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Makanan kemudian dikemas dalam kondisi dingin sekitar pukul 04.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat proses pengemasan berikutnya sekitar pukul 08.30 WIB, petugas packing disebut menemukan bau menyengat dari masakan bakso. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ahli gizi dan juru masak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah mencicipi makanan tersebut, juru masak menyatakan bakso orek tidak layak dikonsumsi dan meminta dilakukan penarikan makanan yang telah didistribusikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, sebelum penarikan dilakukan, sebagian makanan sudah dikonsumsi siswa SDN 013 dan SDN 015.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Sejumlah Sekolah Tolak Makanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Makanan dari SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, tersebut sedianya didistribusikan kepada 3.199 penerima manfaat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain SDN 013 dan SDN 015, distribusi juga menyasar sejumlah sekolah dan posyandu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dalam laporan kepolisian disebutkan makanan untuk Yayasan Al&#45;Huda sebanyak 107 porsi dan SLB Negeri Dumai sebanyak 133 porsi tidak diterima karena disebut sudah berbau atau basi,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Makanan yang sempat disalurkan ke SDN 017 dengan 248 penerima manfaat juga langsung ditarik kembali. Sementara makanan untuk SMPN 23 sebanyak 479 porsi, SMPN 2 sebanyak 1.067 porsi, serta Posyandu Buluh Kasap sebanyak 338 porsi belum disalurkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Polisi telah mengamankan sejumlah sampel makanan dari sisa makanan yang dikonsumsi siswa maupun sampel makanan dari dapur SPPG.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dinas Kesehatan Kota Dumai juga mengambil sampel makanan dan air dari dapur SPPG untuk pemeriksaan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sat Reskrim Polres Dumai mengamankan barang bukti berupa sampel makanan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,&quot; ujar Zaini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut. Perkembangan kondisi para siswa yang menjalani perawatan di RSUD dr Suhatman Kota Dumai juga terus dipantau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat dikonfirmasi Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Riau, Widya mengatakan masih didalami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Iya, masih diperdalam penyebabnya apa,&quot; tutup Widya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/41942440114-2.jpeg"/><pubDate>Thu, 13 Aug 2026 19:33:34 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24874/puluhan-siswa-di-dumai-diduga-keracunan-usai-santap-mbg-bakso-berbau-menyengat</guid></item><item><title>Tak Lagi Antre dan Bayar Tunai, E&#45;Ticketing RoRo Bengkalis Segera Diterapkan</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24873/tak-lagi-antre-dan-bayar-tunai-eticketing-roro-bengkalis-segera-diterapkan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Era baru pelayanan penyeberangan Ro&#45;Ro Bengkalis&#45;Sungai Selari segera dimulai. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggandeng PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) untuk menerapkan sistem tiket elektronik atau e&#45;ticketing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Jika tidak ada kendala, dalam waktu sekitar dua bulan ke depan wajah pelayanan di Pelabuhan Ro&#45;Ro Air Putih Bengkalis dan Sungai Selari akan mulai berubah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tak hanya soal membeli tiket tanpa uang tunai, sistem baru ini juga bakal membuat seluruh aktivitas penyeberangan tercatat secara digital. Jumlah kendaraan, sepeda motor hingga pejalan kaki yang masuk akan terekam dalam sistem.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Dishub Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah Kamis (13/8/2026) mengatakan penerapan e&#45;ticketing bukan keputusan yang tiba&#45;tiba. Persiapannya sudah dimulai sejak Desember 2025.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Perencanaan e&#45;ticketing ini sudah kita lakukan dari awal Desember 2025. Sampai saat ini secara bertahap kita telah menyelesaikan berbagai tahapan, mulai dari seleksi vendor hingga penandatanganan kerja sama,” ujar Ardiansyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan sistem baru ini, Ardiansyah menjelaskan masyarakat nantinya tidak lagi melakukan pembayaran tiket secara tunai. Pembayaran dilakukan secara elektronik melalui sejumlah metode, seperti QRIS, kartu debit dan metode nontunai lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah pembayaran dilakukan, pengguna jasa akan diarahkan masuk melalui gate yang telah disiapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Dengan adanya sistem ini, tidak ada lagi mobil, sepeda motor ataupun pejalan kaki yang tidak melakukan pembayaran. Semuanya akan melalui sistem dan masuk melalui pintu gate,” tegas Ardiansyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bagi masyarakat yang masih belum terbiasa menggunakan sistem digital, Dishub tidak akan melepas begitu saja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Petugas akan disiapkan untuk membantu masyarakat melakukan pembelian tiket secara daring. Namun, transaksi tetap dilakukan secara elektronik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satu perubahan besar yang diharapkan dari penerapan e&#45;ticketing adalah transparansi data.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selama ini, data kendaraan dan penumpang menjadi bagian penting dalam pengelolaan pelabuhan. Dengan sistem elektronik, seluruhnya akan tercatat secara otomatis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Berapa mobil yang masuk, berapa motor yang masuk, berapa pejalan kaki yang masuk, semuanya akan terdata di sistem,” kata Ardiansyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Data tersebut nantinya tidak hanya menjadi milik Dishub. Pihak kapal, KSOP, asuransi dan pihak terkait lainnya juga dapat melihat data sesuai kebutuhan dan kewenangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Ardiansyah, transparansi ini juga diharapkan menjadi magnet bagi operator kapal lain untuk masuk dan menambah armada di lintasan Bengkalis&#45;Sungai Selari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini, sekitar lima kapal telah beroperasi di lintasan tersebut. Sejumlah pihak juga disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk menambah armada.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Transparansi jumlah kendaraan, jumlah orang dan transaksi yang ada di sana akan terbuka. Salah satunya ini yang kami harapkan dapat membuat operator kapal lain tertarik untuk masuk ke lintasan kita,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;PT GBSI nantinya bertanggung jawab melakukan pembangunan dan pemasangan berbagai perangkat pendukung e&#45;ticketing, mulai dari gate, perangkat elektronik hingga sistem pendukung lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dishub menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sekitar 1,5 hingga 2 bulan setelah PKS ditandatangani.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Mulai dari PKS ditandatangani, kita prediksi sekitar 1,5 sampai 2 bulan ke depan untuk melengkapi sarana dan prasarana di pelabuhan Bengkalis dan Sungai Selari. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, pekerjaan ini memiliki tantangan tersendiri. Pelabuhan bukan kawasan kosong yang bisa ditutup selama proses pembangunan. Setiap hari masyarakat tetap menggunakan fasilitas tersebut untuk menyeberang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Dishub akan mengatur antrean dan melakukan penyesuaian arus lalu lintas agar pembangunan tidak menghambat aktivitas masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kenyamanan masyarakat tetap akan kita prioritaskan. Jangan sampai pelaksanaan pekerjaan ini justru mengganggu masyarakat umum,” tegas Ardiansyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jika sebelumnya sebagian pekerjaan berkaitan dengan proses pembayaran tiket, nantinya peran petugas akan lebih banyak diarahkan untuk mengatur kendaraan, penumpang dan memastikan proses naik&#45;turun kapal berjalan tertib.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Tenaga manusia akan semakin berkurang dan lebih kepada mesin yang ada di sana. Tugas petugas kita nantinya mengarahkan kapal, kendaraan serta orang yang akan menyeberang di Ro&#45;Ro Air Putih dan Sungai Selari,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/90602013133-1.jpg"/><pubDate>Thu, 13 Aug 2026 19:31:26 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24873/tak-lagi-antre-dan-bayar-tunai-eticketing-roro-bengkalis-segera-diterapkan</guid></item><item><title>Dugaan Penyalahgunaan APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejari Bengkalis</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24872/dugaan-penyalahgunaan-apbdes-darul-aman-dilaporkan-warga-ke-kejari-bengkalis</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Rabu (12/8/26).&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Laporan tersebut disampaikan tokoh masyarakat sekaligus Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Darul Aman, Sumardiyono, bersama sejumlah warga. Pengaduan diterima melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari Bengkalis dan didaftarkan melalui aplikasi kejaksaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumardiyono mengatakan, laporan ke aparat penegak hukum merupakan tindak lanjut atas pengaduan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah desa, pihak kecamatan hingga Inspektorat Kabupaten Bengkalis.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kemarin kita sudah sampaikan pengaduan kepada pihak desa, kecamatan bahkan sampai ke Inspektorat terkait dugaan penyalahgunaan ADD ini. Namun respons mereka terlalu lambat dan hari ini kita buat laporan kepada penegak hukum,” ujarnya usai menyerahkan laporan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia berharap Kejari Bengkalis dapat menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan anggaran maupun pelaksanaan pembangunan di Desa Darul Aman.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Laporan kita ke sini mudah&#45;mudahan direspons dan ditindaklanjuti. Kalau terbukti ada dugaan penyalahgunaan, bisa diproses secara hukum, sehingga tidak terjadi lagi penyalahgunaan dalam kegiatan pembangunan seperti ini,” katanya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelumnya, Sumardiyono bersama masyarakat juga telah mendatangi Inspektorat Kabupaten Bengkalis untuk menyampaikan pengaduan terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana desa tahun anggaran 2022 hingga 2023, pada masa kepemimpinan mantan Kepala Desa (Kades) Darul Aman, Pramujo Rosyid.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dugaan penyimpangan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp574 juta. Sejumlah kegiatan pembangunan diduga tidak selesai dikerjakan, tidak sesuai dengan perencanaan, bahkan terdapat pekerjaan yang disebut tidak dikerjakan sama sekali.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Beberapa pekerjaan yang menjadi sorotan masyarakat antara lain pembangunan Jalan Dusun III Teluk Tungku, jalan dermaga, Jalan Bina Gunying Dusun II, Jalan Famili Dusun II, Balai Dusun II, serta pembangunan perpustakaan TPA Baitul Rahman.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut Sumardiyono, persoalan tersebut sebelumnya juga telah dibahas dalam musyawarah desa. Namun, hingga kini masyarakat menilai belum ada penyelesaian yang mampu menjawab keresahan terkait pelaksanaan sejumlah kegiatan pembangunan tersebut.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan dilayangkannya laporan kepada Kejari Bengkalis, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap secara terang apakah terdapat pelanggaran dalam pengelolaan APBDes Darul Aman.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Kita berharap persoalan ini bisa terang dan apa pun hasilnya nanti dapat meluruskan kondisi pembangunan desa,” pungkasnya.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/27947356798-6.jpg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 22:03:20 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24872/dugaan-penyalahgunaan-apbdes-darul-aman-dilaporkan-warga-ke-kejari-bengkalis</guid></item><item><title>Diduga Terkait PETI Kuansing, Ratusan Gram Emas Disita Polda Riau</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24871/diduga-terkait-peti-kuansing-ratusan-gram-emas-disita-polda-riau</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Ratusan gram emas disita Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau dari Toko Emas Syafira di Jalan Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (11/8/2026). Emas tersebut diduga berkaitan dengan hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penggeledahan Toko Emas Syafira merupakan pengembangan dari penindakan terhadap aktivitas PETI di Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Penggeledahan ini merupakan pengembangan perkara dugaan tindak pidana di bidang pertambangan mineral dan batubara atau PETI yang kami lakukan di Singingi Hilir,” kata Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ade mengatakan, penggeledahan dilakukan setelah penyidik memperoleh surat penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa perhiasan emas dengan berbagai model yang jumlahnya mencapai ratusan gram. Polisi juga menyita peralatan yang diduga digunakan untuk melebur atau membakar emas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain itu, petugas mengamankan uang tunai puluhan juta rupiah, alat pompa bakar emas, alat pengaduk emas atau tembikar, satu buku tabungan Bank BRI, serta buku pencatatan penjualan periode 2025 hingga 2026.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ade menjelaskan, seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap keterkaitan antara aktivitas pertambangan ilegal dengan aliran barang maupun transaksi emas yang ditemukan di Toko Emas Syafira.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Penggeledahan ini merupakan komitmen Polda Riau mengungkap kasus kejahatan lingkungan hingga ke penadah emas hasil PETI,&quot; tegas Ade.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/59300828091-5.jpg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 22:01:59 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24871/diduga-terkait-peti-kuansing-ratusan-gram-emas-disita-polda-riau</guid></item><item><title>Cara Unik Dua Pengedar Narkoba di Dumai Sembunyikan Barang Haram</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24870/cara-unik-dua-pengedar-narkoba-di-dumai-sembunyikan-barang-haram</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Satresnarkoba Polres Dumai menangkap dua pria atas dugaan peredaran narkotika. Barang bukti sabu dan &lt;i&gt;etomidate&lt;/i&gt; diamankan dari rumah warga di kawasan Purnama. Penangkapan berlangsung Selasa malam, 11 Agustus 2026, pukul 22.43 WIB.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Dua tersangka berinisial AJS alias J dan MW alias W berusia 28 dan 26 tahun. Keduanya diamankan di Jalan Raja Ali Haji RT 023, Kelurahan Purnama. Penggeledahan dilakukan dengan saksi Ketua RT setempat.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Petugas mengamankan 33 paket sabu berat kotor 23,49 gram. Dua kartrid etomidate merek Caesar seberat 19,85 gram ikut disita. Barang tersembunyi di berbagai sudut rumah yang tak terduga.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Satu tabung hitam di balik rak kayu menyimpan 16 paket sabu. Kaleng Canon Hercules berisi dua paket sabu dan dua kartrid etomidate. Kaleng rokok Dji Sam Soe di tempat sampah berisi 14 paket sabu tersembunyi.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Tersangka AJS mengaku masih menyimpan satu paket di rumah lain. Lokasi itu berada di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan. Barang terselip di kolong tempat tidur, ditemukan petugas.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Timbangan digital, gunting pres, dan wadah kemasan ikut disita. Dua ponsel Samsung dan Realme ikut diamankan. Perangkat diduga dipakai untuk komunikasi transaksi.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kasi Humas Polres Dumai AKP Zaini Waluyo menyampaikan hal penting.&amp;nbsp;&quot;Setiap celah rumah bisa menjadi tempat sembunyi barang berbahaya. Warga wajah waspada terhadap hal&#45;hal yang tak wajar di lingkungan sekitar.&quot;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kasus bermula dari laporan warga awal Agustus 2026. Warga melaporkan transaksi mencurigakan yang kerap terjadi di sana. Tim penyelidik bergerak dan memantau lokasi berhari&#45;hari.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ipda Lius Mulyadin memimpin tim penangkapan langsung ke lokasi. Tersangka tak berniat melawan saat petugas masuk ke rumah. Semua barang bukti dikumpulkan dalam pengawasan saksi.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Hasil tes urine keduanya positif metamfetamin. Ampetamin dan THC menunjukkan hasil negatif. Keduanya terbukti masih memakai barang haram tersebut.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kedua tersangka dibawa ke Mapolres Dumai untuk proses hukum. Barang bukti lengkap diserahkan ke tim penyidik. Kasus sedang berjalan menuju tahap selanjutnya.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika. Atau Pasal 609 KUHP beserta aturan penyesuaian pidana. Ancaman hukuman berat mengancam keduanya.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Zaini Waluyo kembali mengingatkan warga agar tak ragu melapor. &quot;Jangan diam saat melihat hal mencurigakan. Satu laporan bisa memutus rantai kejahatan yang lebih besar.&quot;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Polisi terus memburu jaringan yang mungkin lebih luas. Sumber pasokan dan rekan lain sedang dilacak. Operasi pembersihan narkotika terus berjalan di Dumai.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Warga mulai lebih terbuka memberikan informasi kepada petugas. Kepercayaan kepada kepolisian perlahan pulih kembali. Kerja sama menjadi kunci keberhasilan pengungkapan ini.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Rumah yang tampak biasa ternyata menyimpan bahaya besar. Penyembunyian yang teratur menunjukkan adanya perencanaan. Polisi mengingatkan tak ada tempat yang aman untuk barang haram.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/79738945663-4.jpg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 21:59:56 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24870/cara-unik-dua-pengedar-narkoba-di-dumai-sembunyikan-barang-haram</guid></item><item><title>Demo Mahasiswa Unri Ricuh, Plt Gubernur Riau Janji Jadwalkan Dialog</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24869/demo-mahasiswa-unri-ricuh-plt-gubernur-riau-janji-jadwalkan-dialog</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Unjuk rasa mahasiswa Universitas Riau (Unri) berakhir ricuh, Rabu (12/8/2026). Mahasiswa yang tak sabar menunggu memaksa masuk dengan mendorong paksa gerbang kantor Gubernur Riau secara tiba&#45;tiba.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Unjuk rasa yang sudah disepakati untuk menunggu video call dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, pada pukul 15.00 WIB berlangsung ricuh sebelum tenggat waktu yang diberikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para mahasiswa tiba&#45;tiba dikerahkan untuk mendorong pintu gerbang, saat kondisi sedang hening menunggu waktu video call dengan Plt Gubernur Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menangani kejadian itu, petugas keamanan dari kepolisian dan Satpol PP gerak cepat menahan gerbang yang didorong mahasiswa. Bahkan ada dua mahasiswa yang diamankan pihak kepolisian yang diduga dalang kerusuhan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tak hanya itu, mahasiswa yang memaksa masuk dengan mendorong gerbang berhasil didorong mundur oleh kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun akibat kejadian itu, terdapat dua mahasiswa yang dikabarkan terluka. Satu orang di antaranya dibawa ke rumah sakit karena luka di bagian kepala.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, kaca depan mobil pickup atau mobil komando dari mahasiswa Unri tersebut juga pecah. Dengan kondisi itu, ratusan mahasiswa Unri tersebut akhirnya mundur dan membubarkan diri dari aksi unjuk rasa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di samping itu, massa aksi juga meminta bantuan kepada Satpol PP untuk melakukan pengawalan diantar ke kampus Unri menggunakan mobil Satpol PP.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara para gubernur dan presiden mahasiswa melakukan komunikasi dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang didampingi oleh Kepala Kesbangpol Riau Boby Rachmat dan Plt Biro Kesra Yan Dharmadi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam video call dengan mahasiswa, SF Hariyanto yang kini sedang dinas luar kota berjanji akan berdialog dengan mahasiswa Unri tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Nanti kita akan jadwalkan untuk dialog bersama,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/64747519891-3.jpg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 21:56:57 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24869/demo-mahasiswa-unri-ricuh-plt-gubernur-riau-janji-jadwalkan-dialog</guid></item><item><title>E&#45;Ticketing Ro&#45;Ro Bengkalis&#45;Sungai Selari Resmi Dikerjakan</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24868/eticketing-roro-bengkalissungai-selari-resmi-dikerjakan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) terkait penerapan sistem tiket elektronik atau e&#45;ticketing di lintasan penyeberangan Ro&#45;Ro Air Putih Bengkalis&#45;Sungai Selari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penandatanganan PKS tersebut menjadi tahapan penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mewujudkan sistem penyeberangan yang lebih tertib, transparan dan modern.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Ardiansyah mengatakan, perencanaan penerapan e&#45;ticketing telah dilakukan sejak Desember 2025. Setelah melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi vendor hingga proses kerja sama, kini pembangunan sarana dan prasarana sistem tersebut mulai direalisasikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Perencanaan e&#45;ticketing ini sudah kita lakukan dari awal Desember 2025. Sampai saat ini, secara bertahap kita telah menyelesaikan berbagai tahapan, mulai dari seleksi vendor hingga penandatanganan kerja sama,&quot; ujar Ardiansyah, Rabu (12/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam kerja sama tersebut, PT GBSI akan mengerjakan pembangunan dan pemasangan berbagai perangkat pendukung e&#45;ticketing, mulai dari gate, perangkat elektronik hingga sistem pendukung lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ardiansyah menyebutkan, pelaksanaan pekerjaan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dishub Bengkalis juga akan membantu memfasilitasi proses pekerjaan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan kawasan pelabuhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Jadi bukan hanya GBSI yang bekerja, tetapi kami dari pemerintah daerah juga akan membantu memfasilitasi agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Data Penumpang dan Kendaraan Lebih Transparan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Ardiansyah, penerapan e&#45;ticketing bukan semata&#45;mata untuk mempermudah masyarakat dalam membeli tiket. Sistem tersebut juga akan membuat data kendaraan dan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan tercatat secara elektronik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Berapa mobil yang masuk, berapa motor yang masuk, berapa pejalan kaki yang masuk, semuanya akan terdata di sistem,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Data tersebut nantinya dapat diakses oleh pihak&#45;pihak terkait, seperti pemerintah daerah, operator kapal, KSOP maupun pihak asuransi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan sistem yang lebih transparan, pemerintah berharap pengelolaan lintasan penyeberangan menjadi semakin baik. Bahkan, kondisi tersebut diharapkan dapat menarik minat operator kapal lain untuk bergabung dan menambah armada.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Salah satunya ini yang kami harapkan dapat membuat operator kapal lain tertarik untuk masuk ke lintasan kita,&quot; ungkap Ardiansyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini terdapat sekitar lima kapal yang beroperasi di lintasan tersebut. Sejumlah pihak, kata dia, juga telah menyampaikan ketertarikan untuk menambah armada.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Ditargetkan Rampung 1,5&#45;2 Bulan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dishub Bengkalis menargetkan pembangunan dan pemasangan sarana serta prasarana e&#45;ticketing dapat diselesaikan sekitar 1,5 hingga 2 bulan setelah PKS ditandatangani.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Mulai dari PKS ditandatangani, kita prediksi sekitar 1,5 sampai 2 bulan ke depan untuk melengkapi sarana dan prasarana di pelabuhan Bengkalis dan Sungai Selari. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan pengaturan khusus karena kawasan pelabuhan bukan merupakan lahan kosong. Aktivitas masyarakat dan kendaraan tetap berlangsung setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Dishub akan melakukan pengaturan arus lalu lintas dan sistem antrean selama proses pembangunan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kenyamanan masyarakat tetap akan kita prioritaskan. Jangan sampai pelaksanaan pekerjaan ini justru mengganggu masyarakat umum,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tiket Nontunai, Masyarakat Tetap Dibantu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebelum diberlakukan secara penuh, pemerintah terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pembelian tiket elektronik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Edukasi tersebut akan diberikan kepada pengguna kendaraan maupun pejalan kaki saat pelaksanaan soft opening.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pada saat soft opening, kita akan memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana membeli tiket, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki. Setelah itu baru kita launching secara penuh,&quot; terang Ardiansyah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah sistem berjalan penuh, seluruh pengguna jasa penyeberangan akan masuk melalui gate yang telah disiapkan. Kendaraan juga tidak lagi diperbolehkan parkir sembarangan di kawasan jetty.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dengan adanya sistem ini, tidak ada lagi mobil, sepeda motor ataupun pejalan kaki yang tidak melakukan pembayaran. Semuanya akan melalui sistem dan masuk melalui pintu gate,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem digital, Dishub akan menyediakan tempat pembelian tiket secara daring yang dibantu petugas di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Meski dibantu petugas, pembayaran tetap dilakukan secara elektronik dan tidak lagi menggunakan uang tunai. Metode pembayaran yang disiapkan antara lain QRIS, kartu debit dan metode nontunai lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ardiansyah menambahkan, penerapan e&#45;ticketing juga akan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manusia. Petugas nantinya lebih difokuskan untuk mengatur dan mengarahkan kendaraan serta penumpang, sekaligus memastikan proses naik dan turun kapal berjalan lancar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tenaga manusia akan semakin berkurang dan lebih kepada mesin yang ada di sana. Tugas petugas kita nantinya mengarahkan kapal, kendaraan serta orang yang akan menyeberang di Ro&#45;Ro Air Putih dan Sungai Selari,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/37401714927-2.jpg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 21:53:27 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24868/eticketing-roro-bengkalissungai-selari-resmi-dikerjakan</guid></item><item><title>Jelang Oktober, Murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru Bakal Terima Seragam Gratis</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24867/jelang-oktober-murid-sd-dan-smp-negeri-di-pekanbaru-bakal-terima-seragam-gratis</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Puluhan ribu murid baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Pekanbaru, bakal menerima seragam sekolah gratis. Keinginan Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho untuk bantuan seragam gratis ini mulai direalisasikan pada tahun ajaran 2026/2027.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyaluran seragam sekolah gratis bagi murid di SD Negeri dan SMP Negeri rencananya bakal berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan sebanyak 9.800 peserta didik SD negeri menerima seragam baru. Sedangkan 11.000 seragam bagi peserta didik di SMP negeri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami menargetkan di bulan Oktober semuanya sudah menerima seragam,&quot; kata Abdul Jamal, Rabu (12/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, proses pendataan ukuran seragam sudah mulai berlangsung dan harus tuntas di semua sekolah pada minggu ini. Mereka harus memastikan ukuran masing&#45;masing murid.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dirinya menambahkan bahwa murid di sekolah swasta yang bekerjasama dengan pemerintah kota juga menerima bantuan seragam sekolah gratis ini. Ada sejumlah SD dan SMP swasta yang sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Mereka juga mendapatkannya, kita sudah dapatkan ukurannya,&quot; terang Jamal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jamal menambahkan bahwa satu orang murid bakal mendapatkan tiga setelan seragam. Bagi murid yang masuk lewat jalur affirmasi bakal mendapatkan tambahan berupa tas dan buku tulis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jamal juga mengimbau sekolah untuk mempersilakan para murid memakai seragam sekolah lama. Mereka bisa memakainya sembari menanti seragam sekolah yang baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami imbau peserta didik dipersilakan memakai seragam lama, atau pakaian bebas rapi sembari menunggu seragam baru,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/51895655005-1.jpg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 21:51:41 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24867/jelang-oktober-murid-sd-dan-smp-negeri-di-pekanbaru-bakal-terima-seragam-gratis</guid></item><item><title>Dosen FH Unilak Edukasi Warga Agrowisata tentang Perkawinan Tidak Tercatat</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24866/dosen-fh-unilak-edukasi-warga-agrowisata-tentang-perkawinan-tidak-tercatat</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU,RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Persoalan perkawinan masih menjadi salah satu permasalahan hukum yang banyak ditemukan di tengah masyarakat. Salah satunya adalah praktik perkawinan yang tidak tercatat secara resmi, yang dalam perkembangannya dapat menimbulkan berbagai persoalan hukum, terutama berkaitan dengan status perkawinan, kedudukan anak, serta hak&#45;hak keperdataan dan pewarisan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melihat persoalan tersebut, Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning (FH Unilak) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026, pukul 14.00 WIB, dan dihadiri oleh masyarakat Kelurahan Agrowisata serta Lurah Agrowisata, Zulken.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian lanjutan FH Unilak kepada masyarakat Kelurahan Agrowisata dengan mengangkat persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya mengenai &lt;strong&gt;p&lt;/strong&gt;erkawinan yang tidak tercatat dan akibat hukumnya terhadap pewarisan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sosialisasi disampaikan oleh&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Dr. Cisilia Maiyori, S.H., M.H&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;, bersama mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning. Dalam pemaparannya, Dr. Cisilia menjelaskan bahwa persoalan perkawinan tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara laki&#45;laki dan perempuan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi hukum terhadap anggota keluarga lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, perkawinan yang tidak tercatat dapat menimbulkan persoalan ketika terjadi peristiwa hukum di kemudian hari, terutama ketika salah satu pihak meninggal dunia dan muncul persoalan mengenai harta peninggalan serta siapa yang berhak menjadi ahli waris.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Persoalan perkawinan yang tidak tercatat sering kali baru dirasakan ketika muncul persoalan hukum, seperti pembagian harta peninggalan. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya pencatatan perkawinan dan konsekuensi hukum yang dapat timbul apabila perkawinan tidak tercatat,” jelas Dr. Cisilia dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih lanjut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya dokumen dan status hukum perkawinan dalam memberikan kepastian terhadap hubungan keperdataan dalam keluarga. Pemahaman tersebut menjadi penting agar masyarakat dapat mengantisipasi munculnya sengketa di kemudian hari, khususnya yang berkaitan dengan harta bersama, kedudukan anak, dan pewarisan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan sosialisasi mendapat perhatian dari masyarakat yang hadir. Peserta mengikuti pemaparan dan diskusi dengan antusias karena materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan persoalan yang dapat terjadi dalam kehidupan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lurah Agrowisata, Zulken, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah kelurahan menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh FH Unilak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain memberikan materi, tim FH Unilak bersama mahasiswa juga membuka ruang diskusi sehingga masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan dan persoalan hukum yang mereka hadapi atau temukan di lingkungan sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan hukum masyarakat Kelurahan Agrowisata mengenai pentingnya pencatatan perkawinan serta memahami akibat hukum yang dapat muncul apabila perkawinan tidak tercatat, khususnya dalam kaitannya dengan hak&#45;hak keperdataan dan pewarisan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui pengabdian yang dilakukan secara berkelanjutan, FH Unilak berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus mendekatkan pengetahuan dan layanan edukasi hukum kepada masyarakat.*&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/62738300775-12.jpg"/><pubDate>Tue, 30 Jun 2026 20:59:15 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24866/dosen-fh-unilak-edukasi-warga-agrowisata-tentang-perkawinan-tidak-tercatat</guid></item><item><title>Dosen Pascasarjana Unilak Dorong Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kelurahan Agrowisata</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24865/dosen-pascasarjana-unilak-dorong-pemanfaatan-lahan-pekarangan-di-kelurahan-agrowisata</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU,RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimasi Manfaat Lahan Pekarangan Masyarakat Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Barat&lt;strong&gt;”&lt;/strong&gt; pada Selasa, 30 Juni 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, tersebut diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi lahan pekarangan agar dapat dimanfaatkan secara produktif, khususnya untuk mendukung kebutuhan pangan rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ketua Tim PKM, Dr. Ervayenri, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa lahan pekarangan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan produktif. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk membudidayakan berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman buah&#45;buahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman buah&#45;buahan. Selain memberikan manfaat ekologis, tanaman buah juga dapat menjadi sumber bahan pangan yang murah dan mudah diperoleh oleh masyarakat,” jelas Dr. Ervayenri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, optimalisasi lahan pekarangan tidak hanya memberikan manfaat dalam penyediaan pangan keluarga, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan rumah yang lebih hijau dan produktif. Pemanfaatan pekarangan secara optimal diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam membangun ketahanan pangan berbasis rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut juga menghadirkan &lt;strong&gt;D&lt;/strong&gt;r. M. Rawa El Amady, M.A. dan Dr. Husni Mubarak, M.Sc&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt; sebagai bagian dari tim PKM Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Unilak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan berbagai usulan agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan materi&#45;materi praktis yang berkaitan dengan kehidupan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satu usulan yang disampaikan masyarakat adalah pemberian materi teknis mengenai pembuatan kompos dari limbah dapur rumah tangga. Materi tersebut dinilai relevan karena dapat membantu masyarakat mengelola limbah organik sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman di pekarangan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Antusiasme masyarakat tersebut mendapat respons positif dari tim PKM. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dikembangkan dengan materi yang lebih beragam, tidak hanya terkait budidaya tanaman, tetapi juga pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar rumah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai bagian dari kegiatan, tim PKM juga membagikan bibit tanaman buah kepada seluruh peserta untuk ditanam di lahan pekarangan masing&#45;masing. Bibit yang dibagikan antara lain bibit tanaman mangga dan jeruk.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pembagian bibit tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk secara langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Dengan demikian, kegiatan PKM tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat dilanjutkan melalui praktik pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan rumah masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan kemudian diakhiri dengan makan siang bersama antara tim PKM Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Unilak dan masyarakat Kelurahan Agrowisata. Suasana kebersamaan tersebut sekaligus menjadi penutup kegiatan yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan ini, Tim PKM berharap masyarakat Kelurahan Agrowisata semakin menyadari bahwa lahan pekarangan yang tersedia dapat memberikan berbagai manfaat apabila dikelola secara optimal, produktif, dan berkelanjutan.^&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/22784787917-11.png"/><pubDate>Tue, 30 Jun 2026 20:35:17 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24865/dosen-pascasarjana-unilak-dorong-pemanfaatan-lahan-pekarangan-di-kelurahan-agrowisata</guid></item><item><title>Buang Puntung Rokok 5 Hektare Lahan Sawit Terbakar Polisi Inhu Tangkap Pengangkut Sawit</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24864/buang-puntung-rokok-5-hektare-lahan-sawit-terbakar-polisi-inhu-tangkap-pengangkut-sawit</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW..COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Seorang pelangsir sawit berurusan dengan aparat hukum akibat kelalainnya membuang puntung rokok yang masih menyala yang berujung musibah kebakaran yang menghanguskan lahan seluas sekitar 5 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kebakaran lahan tersebut terjadi &amp;nbsp;di Desa Rawa Bangun, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Akibat perbuatan itu, AF alias EBING , warga Jalan Narasinga Gang Nusa Indah Rengat ditangkap pihak Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Penangkapan terhadap AF Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil penyelidikan Tim Reskrim Polres Inhu, Pelaku AF alias EBING ditangkap pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu,&quot; kata Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, SH, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, SH,Sabtu ,(8/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut penjelasan Aiptu Misran, Kronologi bermula dari Puntung Rokok. Dimana peristiwa kebakaran lahan terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekira pukul 10.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Rawa Bangun Bripka Ade Rahmat Rezki menerima laporan warga adanya kebakaran lahan di kawasan Jalur 5 Desa Rawa Bangun.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada saat bhabinkamtibmas tiba di lokasi, petugas mendapati api masih berkobar di lahan seluas sekitar 5 hektare yang merupakan kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan keterangan pelaku AF, pada hari kejadian sekira pukul 11.30 WIB ia datang ke lokasi untuk melangsir sawit. Saat hendak pulang setelah mengangkut hasil keenam, pelaku AF menghisap rokok lalu membuang puntung yang masih menyala ke semak belukar yang kondisinya kering.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Api seketika membesar dengan cepat dan tidak sempat dipadamkan. Pelaku AF langsung meninggalkan lokasi dan tidak kembali untuk melaporkan atau membantu memadamkan api,&quot; ungkap Aiptu Misran menirukan keterangan pelaku AF&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Keesokan harinya, Minggu (2/8/2026), Tim Reskrim Inhu turun melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik lahan Trio Suwenda, serta mengamankan barang bukti berupa dua batang kayu bekas terbakar, sebilah parang, bungkus rokok, korek api, dan bibit pohon sawit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Atas perbuatannya.prlaku Ad ditetapkan sebagai tersangka dan Tersangka AF disangkakan melanggar Pasal 36 angka 19 poin 4, Pasal 36 angka 17 poin 2 huruf b, Pasal 37 angka 16 poin 1 huruf b UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, juncto Pasal 108 jo 69 ayat (1) huruf h UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Pasal 311 KUHP baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Inhu menghimbau seluruh lapisan masyarakat agar berhati&#45;hati dalam menggunakan api di kawasan perkebunan maupun hutan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kebakaran lahan bukan hanya merugikan materi, tapi juga merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan umum. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal dan dikenakan sanksi hukum tegas,&quot; tegas AKBP Eka Ariandy Putra yang disampaikan Humas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini tersangka AF sudah ditahan untuk menjalani proses hukum. Pihak kepolisian berencana melakukan gelar perkara, penahanan, serta berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli lingkungan hidup untuk melengkapi berkas perkara&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/28674324782-6.jpg"/><pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:40:22 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24864/buang-puntung-rokok-5-hektare-lahan-sawit-terbakar-polisi-inhu-tangkap-pengangkut-sawit</guid></item><item><title>Hendak Pergi ke Pesta Adat Batak, Mobil Lansia Tabrak Rumah Warga di Pekanbaru</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24863/hendak-pergi-ke-pesta-adat-batak-mobil-lansia-tabrak-rumah-warga-di-pekanbaru</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Sebuah kecelakaan terjadi di Jalan Harapan Jaya, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, saat sebuah mobil yang dikemudikan seorang lansia bernama Oppung Siburian menabrak dan masuk ke rumah warga, Sabtu (8/8/26).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peristiwa tersebut terjadi ketika Oppung Siburian bersama seorang penumpang diketahui hendak menghadiri pesta adat Batak di Sopo Glory, Jalan Harapan Jaya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, dalam perjalanan, kendaraan Toyota Avanza yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hingga keluar dari jalur dan menghantam bagian rumah warga. Benturan cukup keras tersebut menyebabkan sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Mau ngerem aku tadi, jadi terpijak Gas nya&quot; ucap Oppung Siburian sambil mengambil ulosnya di dalam mobil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berdatangan ke lokasi. Mereka membantu memastikan kondisi pengemudi, penumpang, serta penghuni rumah yang terdampak kecelakaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan pantauan &amp;nbsp;dilokasi kejadian, Oppung Siburian diduga masih dalam tahap belajar mengemudikan kendaraan. Mobil tersebut juga disebut baru dibelikan oleh anaknya untuk digunakan oleh sang Oppung Siburian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih perlu dipastikan berdasarkan pemeriksaan dan keterangan pihak terkait.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Beruntung, perhatian warga dengan cepat tertuju ke lokasi setelah kendaraan menghantam rumah. Kondisi kendaraan dan kerusakan bangunan kemudian menjadi perhatian dalam penanganan pascakecelakaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Insiden ini menjadi pengingat bagi setiap pengendara untuk selalu memastikan kemampuan mengemudi, kondisi kendaraan, serta memperhatikan situasi jalan, khususnya ketika melintas di kawasan permukiman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/26011012220-4.jpg"/><pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:36:15 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24863/hendak-pergi-ke-pesta-adat-batak-mobil-lansia-tabrak-rumah-warga-di-pekanbaru</guid></item><item><title>Tewas Bersimbah Darah, Warga Pekanbaru diduga Dibunuh Mantan Suami</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24862/tewas-bersimbah-darah-warga-pekanbaru-diduga-dibunuh-mantan-suami</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Warga kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru digegerkan dengan ditemukannya Rosdiana dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya yang berdiri di Jalan Surya Jumat (07/08/26). Wanita 55 tahun itu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Usut punya usut, perempuan itu diduga menjadi korban pembunuhan oleh mantan suaminya yang berinisial MH (64). MH sendiri saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kanit Reskrim Polsek Binawidya IPTU Marten menjelaskan korban meninggal akibat sabetan sebilah parang yang ditemukan tak jauh dari badan korban.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Ada dua orang saksi yang juga berada dalam rumah tersebut. Mereka sempat mendengar suara pintu kamar digedor dan teriakan pelaku. Setelah keluar kamar dan memeriksa keduanya mendapati korban sudah terbaring di lantai dan bersimbah darah,&quot; terangnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keduanya kemudian meminta tolong kepada warga sekitar. Saat warga datang, MH diketahui juga berada di depan rumah korban yang kemudian diamankan dan diserahkan ke petugas kepolisian.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kita sudah amankan pelaku dan barang bukti parang yang digunakan untuk membacok pelaku,&quot; terangnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara guna menjalani pemeriksaan medis dan autopsi. Sementara polisi juga tengah mendalami motif pembacokan yang dilakukan oleh mantan suami korban tersebut.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/61309422737-3.jpg"/><pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:33:57 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24862/tewas-bersimbah-darah-warga-pekanbaru-diduga-dibunuh-mantan-suami</guid></item><item><title>Malam Ini Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24861/malam-ini-sejumlah-wilayah-riau-berpotensi-diguyur-hujan-lebat</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Cuaca di Provinsi Riau pada Sabtu (8/8/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga sore hari. Namun, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai pada malam hingga dini hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan hujan ringan bersifat lokal terpantau terjadi di sebagian wilayah Kota Dumai pada pagi hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pada pagi hari, secara umum cuaca Riau cerah hingga cerah berawan. Namun, hujan ringan lokal masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kota Dumai,&quot; ujar Indah, Sabtu (8/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan bersifat lokal diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Rokan Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara pada malam hingga dini hari, kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai, terutama di sebagian wilayah Kampar, Siak, dan Kuantan Singingi pada malam atau dini hari,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk suhu udara, BMKG memprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 99 persen.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, kondisi perairan Riau diprakirakan masih relatif aman dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada dalam kategori rendah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/14378789005-2.jpg"/><pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:32:25 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24861/malam-ini-sejumlah-wilayah-riau-berpotensi-diguyur-hujan-lebat</guid></item><item><title>Lantik 131 Ketua RT dan RW di Rumbai Timur, Begini Pesan Wali Kota Pekanbaru!</title><link>https://riaureview.com/news/detail/24860/lantik-131-ketua-rt-dan-rw-di-rumbai-timur-begini-pesan-wali-kota-pekanbaru</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;RIAUREVIEW.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho melantik para ketua RT dan RW terpilih se&#45;Kecamatan Rumbai Timur di Kawasan Wisata Danau Kayangan, Sabtu (8/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para ketua RT dan RW yang baru dilantik di Kecamatan Rumbai Timur diminta segera bekerja dan merangkul warga. Para pengurus lingkungan tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung yang aktif antara pemko dan warga&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Setelah dilantik, para ketua RT dan RW tidak perlu menunggu lama untuk mulai menjalankan tugas. Saya sudah meminta mereka segera berkoordinasi dengan warga sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lingkungan masing&#45;masing,&quot; pesan Wako usai pelantikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, Pemko Pekanbaru dalam waktu dekat juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah lingkungan RT dan RW. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan berbagai program pemko dapat dilaksanakan secara tepat sasaran..&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah satu program yang menjadi perhatian adalah program pembangunan senilai Rp100 juta untuk setiap RW. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sudah mulai ada program Rp100 juta per RW. Jadi, mereka semua sudah mulai berkoordinasi dengan pemko agar nanti lebih tepat sasarannya,&quot; ucap Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Program tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan infrastruktur, seperti perbaikan jalan, drainase, dan pembangunan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat di masing&#45;masing wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain pembangunan infrastruktur, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan kegiatan retreat bagi ketua RT dan RW. Kegiatan tersebut nantinya diisi dengan dialog dan pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Ketika kami turun, sudah ada perangkat yang bisa ditemui di lapangan,&quot; jelas Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Camat Rumbai Timur Syamsudin mengatakan, terdapat 131 ketua RT dan RW yang dilantik dalam kegiatan hari ini. Selain itu, masih terdapat sekitar 54 ketua RT dan RW yang masa jabatannya masih aktif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Masa jabatan ketua RT dan RW yang masih aktif bervariasi. Sebagian masih memiliki masa jabatan sekitar satu hingga dua tahun. Sedangkan yang paling lama masih tersisa sekitar tiga tahun,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Terkait polemik pemilihan ketua RT dan RW di Kelurahan Tebing Tinggi Okura yang sempat menjadi perhatian, Syamsudin menegaskan bahwa proses tersebut telah dilaksanakan berdasarkan keputusan panitia. Berdasarkan keputusan panitia yang diberikan kepada kelurahan dan kecamatan, pemilihan sudah dilaksanakan sesuai musyawarah dan mufakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Panitia pemilihan tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Dalam proses pemilihan RT dan RW, terdapat mekanisme musyawarah mufakat. Calon yang akhirnya ditetapkan juga memperoleh dukungan yang kuat dari warga. Panitia bersikukuh melaksanakan sesuai aturan. Masyarakat juga menginginkannya,&quot; tegas Syamsudin.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Diharapkan, para ketua RT dan RW yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketua RT dan RW juga diminta terus membangun sinergi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pada intinya, mereka bertugas melayani warga. Para ketua RT dan RW merupakan perpanjangan tangan kami kepada warga. Tentunya, kami harus selalu bersinergi,&quot; ujar Syamsudin.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain ketua RT dan RW, pengukuhan pengurus Dasawisma juga menjadi bagian dari penguatan kelembagaan masyarakat di Kecamatan Rumbai Timur. Keberadaan Dasawisma diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tujuan kami menghidupkan UMKM. Dasawisma inilah yang ke depan bisa berbuat lebih banyak,&quot; tutur Syamsudin.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaureview.com/assets/berita/original/6145575497-1.jpg"/><pubDate>Sat, 08 Aug 2026 19:29:06 +0700</pubDate><guid>https://riaureview.com/news/detail/24860/lantik-131-ketua-rt-dan-rw-di-rumbai-timur-begini-pesan-wali-kota-pekanbaru</guid></item></channel></rss>