RIAUREVIEW.COM --Pembangunan pabrik pakan ternak di Provinsi Riau bakal menelan anggaran triliunan rupiah. Pasalnya, pabrik tersebut akan dibangun di lokasi.
Pembangunan pabrik pakan ternak juga sekaligus pembangunan perternakan ayam dan telur ayam itu direncanakan di dua daerah, yakni dua lokasi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan satu lokasi di Kota Pekanbaru.
Awalnya, ada tiga daerah yang dilakukan survei oleh tim Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Perternakan (Kementan) RI.
"Iya, kemarin ada survei lokasi rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Riau dari pusat dalam hal ini Dirjen PKH, Kementerian Pertanian. Itu sudah melakukan survai di tiga lokasi yang ditetapkan sebelumnya, yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Inhu dan Kampar," ujar Kepala Dinas PKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.
Namun, kata Mini, dari hasil survei dan pemaparan, akhirnya tiga lokasi itu terdiri dua lokasi di Kabupaten Inhu dan satu lokasi di Kota Pekanbaru. Sedangkan untuk di Kampar yang sebelumnya disurvei lokasinya tidak memenuhi syarat dan kelayakan.
"Itu dibangun pabrik pakan ternak untuk ayam terkan dan telur. Tapi ini masih berproses, masih dikonsultasikan di Kementerian Pertanian untuk tahap final. Karena di Sumatera ada empat provinsi tahap pertamanya yang akan dibangun. Itu semua dimaksud untuk memenuhi kebutuhan ayam dan telur untuk Makan Bergizi Gratis (MBG)," terangnya.
Sebab menurutnya, menu dalam MBG membutuhkan bahan baku ayam dan telur yang cukup banyak. Di mana terdapat dua kali seminggu itu ada daging, ayam dan telur.
"Sedangkan jumlah peternakan ayam dan telur di Riau belum mencukupi untuk memasok kebutuhan MBG. Sebab selama ini telur dan ayam itu banyak dipasok dari luar provinsi Riau. Makanya untuk memenuhi itu dibangun pabrik pakan ternak dan perternakan," cakapnya.
"Itu semua nanti akan dikelolah oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Danantara Indonesia. Lahannya juga dari BUMN seperti PTP, namun ada juga lahan Pemprov Riau. Itu sebagai bentuk support Pemprov Riau, makanya kita memfasilitasi kemudahan perizinan dan lainnya," tambahnya.
Mimi menyebut, dengan dibangun pabrik pakan ternak dan perternakan ayam dan telur ayam akan membantu daerah terhadap ketahanan pangan, untuk mengantisipasi terjadinya inflasi.
"Kemudian ini juga akan membuka lapangan kerja, serta meningkatkan usaha masyarakat yang bergelut di bidang perternakan. Misalnya untuk pakan ternak ini harus ada bahan dasar jagung, tentu petani akan sangat diuntungkan. Sehingga ini bisa menggerakkan roda ekonomi di Riau," jelasnya.
"Untuk realisasinya kita tunggu dari pusat. Karena tak mudah untuk menentukan lokasi yang tepat, karena pembangunan pabrik ini membutuhkan anggaran cukup besar. Itu sebesar Rp20 triliun untuk seluruh Indonesia, sedangkan untuk di Riau sekitar Rp1,3 triliun sampai Rp1,6 triliun," tutupnya.
Sumber: cakaplah.com