RIAUREVIEW.COM --Kebakaran hebat melanda Jalan Gulama, Pekanbaru, Rabu, 22 April 2026, siang. Api melahap bangunan padat di Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, siang yang mendadak mencekam. Sebanyak enam rumah hangus terbakar dan tiga sepeda motor ikut hangus, meninggalkan puing dan bau asap pekat di udara sekitar.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.53 WIB saat laporan warga masuk ke petugas pemadam. Seorang warga bernama Iyana melapor melihat kobaran api mulai membesar di kawasan padat. Tim langsung bergerak cepat, hanya selang dua menit sejak laporan diterima.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.02 WIB dengan membawa tujuh unit mobil pemadam. Kobaran api sudah membesar, merambat cepat akibat bangunan berdempetan tanpa jarak aman. Warga panik berlarian menyelamatkan diri dan barang seadanya sebelum api makin ganas.
Kepala Dinas Damkar Pekanbaru, Zarman Candra, melalui Duul Gamar menjelaskan situasi lapangan saat itu. “Petugas fokus memadamkan api sekaligus melokalisir agar tidak merembet ke bangunan lain,” ujar Duul. Upaya cepat itu menjadi kunci mencegah kebakaran meluas ke area permukiman sekitar.
Objek yang terbakar terdiri dari rumah kontrakan dan satu bangunan bengkel mobil. Empat unit kontrakan milik Nurhayati dihuni sejumlah penyewa yang berhasil menyelamatkan diri. Satu bengkel milik M Tarmizi Nabasik yang disewa Arif Maulana juga ikut terdampak.
Api juga sempat menjalar ke dapur rumah warga di bagian belakang lokasi kejadian. Namun petugas berhasil menahan laju api agar tidak merambat ke bangunan kiri dan kanan. Langkah cepat itu membuat kerusakan tidak meluas ke seluruh kawasan padat tersebut.
Petugas berjibaku selama kurang lebih dua jam sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan. Setelah pemadaman, proses pendinginan dilakukan guna memastikan tidak ada bara tersisa. Seluruh armada kembali ke pos sekitar pukul 16.14 WIB setelah situasi dinyatakan aman.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” ujar Duul Gamar. Pernyataan itu memberi sedikit kelegaan di tengah kerugian material yang cukup besar. Meski selamat, warga kehilangan tempat tinggal dan harus menghadapi dampak pascakebakaran.
Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 x 12 meter dari total area 20 x 15 meter. Kerugian masih dalam pendataan karena banyak barang milik warga ikut terbakar. Sepeda motor yang hangus menjadi bukti cepatnya api menyebar tanpa ampun.
Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat terkait di Pekanbaru. Petugas mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan padat. Laporan cepat dinilai penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas.
Peristiwa ini meninggalkan jejak kepanikan sekaligus pelajaran penting bagi warga sekitar. Kondisi bangunan rapat tanpa jarak aman menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Kesiapsiagaan warga dan respons cepat petugas menjadi penentu dalam menekan dampak kebakaran.
Sumber: SM News.com