RIAUREVIEW.COM --Kemacetan parah terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera di Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (24/6/2026) hingga Kamis (25/6/2026) subuh di lokasi proyek peninggian jalan. Pengendara yang tidak menyangka akan terjebak harus menanggung lapar dan haus tanpa tahu pasti kapan lepas dari kecacatan horor tersebut.
Hal tersebut disampaikan Imah, warga Rengat Kabupaten Indragiri Hulu yang harus melakukan perjalanan ke Pekanbaru. Ia mengaku berangkat menggunakan kendaraan umum dari Rengat pukul 15.00 WIB bersama anak usia 9 tahun dan terjebak selama 8 jam di Jalan Lintas Timur.
"Kami ada keperluan penting ke Pekanbaru, berangkat sore dari Rengat. Seharusnya dalam 5 jam sudah tiba di Pekanbaru tapi perjalanan harus ditempuh selama 12 jam," cakap, Kamis (25/6/2026) pagi ini.
Imah mengaku terjebak di lokasi mulai pukul 21.00 WIB Rabu malam hingga pukul 04.00 WIB Kamis subuh.
Tidak hanya terjebak selama 8 jam di Jalan Lintas Timur tanpa bisa ke mana-mana yang lebih menyakitkan adalah perbekalan makanan dan minuman mereka juga habis. Bahkan di lokasi juga tidak terlihat ada penjual makanan dan minuman. "Anak sudah merengek kelaparan dan capek, benar-benar perjalanan yang menakutkan," katanya lagi.
Ia mengatakan salah satu penyebab kemacetan adalah karena tidak sabarannya pengendara dari kedua arah, mereka menerobos jika ada kesempatan sehingga semua sisi jalan penuh dan kendaraan tidak bisa bergerak.
Hal serupa juga diceritakan salah satu netizen di media sosial. Ia terjebak sejak pukul 19.00 WIB dan hingga pukul 04.00 WIB subuh masih berada di jembatan kembar menjelang masuk kota Pangkalan Kerinci.
"Ini bukan persoalan perbaikan jalan tetapi karena pengendara tidak disiplin, pengemudi ingin mendahului hingga terjadi tiga lapis kendaraan yang menumpuk," ujarnya.
Ia berharap pengemudi bisa menahan ego, dan petugas juga bertindak lebih tegas.
Sumber: cakaplah.com