Kalung Sawit Jadi Hukuman Dadakan, Dua Pria Digiring Warga ke Polsek Tambusai

Jumat, 26 Juni 2026 | 19:43:04 WIB
Dua pencuri TBS diarak warga menuju kantor polisi di Desa Batas, Tambusai, Rohul. (sumber: instagram @info_rokanhulu)

RIAUREVIEW.COM --Kasus dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Batas, Tambusai, Rokan Hulu, berakhir dengan penangkapan dua pria oleh warga, Jumat, 26 Juni 2026. Video penangkapan tersebut langsung menyebar di media sosial setelah memperlihatkan kedua terduga pelaku berjalan kaki menuju Polsek Tambusai dengan tangan terikat dan tandan buah sawit menggantung di leher mereka.

Peristiwa itu terjadi setelah warga memergoki kedua pria saat mereka diduga mengambil buah sawit. Suasana sempat memanas. Massa yang berkumpul meluapkan emosi sebelum akhirnya memilih membawa kedua pria tersebut ke kantor polisi.

Rekaman video berdurasi singkat memperlihatkan puluhan warga mengawal perjalanan kedua pria menuju Mapolsek Tambusai. Seorang perekam video terdengar menyebut lokasi kejadian berada di Desa Batas.

Kalung tandan sawit yang dikenakan kedua pria menjadi pemandangan paling mencolok dalam video tersebut. Warga sengaja menggantungkan tandan buah sawit berukuran besar di leher masing-masing terduga pelaku sebagai simbol barang yang diduga dicuri.

Video itu kemudian diunggah ulang di akun Instagram @info_rokanhulu dan cepat beredar di berbagai platform media sosial. Beragam komentar muncul. Sebagian menyayangkan dugaan pencurian tersebut, sedangkan lainnya mengingatkan pentingnya menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat kepolisian.

Kapolsek Tambusai, AKP Jhon Heri, membenarkan dua pria tersebut telah diamankan setelah diduga terlibat dalam kasus pencurian tandan buah segar kelapa sawit. "Terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Tambusai untuk proses lebih lanjut," ujar Jhon Heri, Jumat, 26 Juni 2026.

Meski kedua pria telah berada di kantor polisi, penyidikan belum berjalan sepenuhnya. Polisi masih menunggu laporan dari pemilik kebun atau korban sebagai dasar untuk memulai proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. "Kami masih menunggu korban datang membuat laporan polisi sehingga penanganan perkara dilanjutkan sesuai prosedur," kata Jhon.  

Hingga Jumat sore, identitas kedua pria tersebut belum disampaikan kepada publik. Polisi juga belum mengungkap nilai kerugian maupun jumlah tandan buah sawit yang diduga diambil.

Penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga menjadi bagian dari proses pendalaman.

Kasus ini kembali menggambarkan tingginya kerawanan pencurian tandan buah segar kelapa sawit di sejumlah daerah sentra perkebunan di Rokan Hulu. Buah sawit memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga sering menjadi sasaran pelaku kejahatan.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, pencurian sawit dilakukan saat kebun dalam kondisi sepi atau jauh dari pengawasan pemilik. Pelaku biasanya memanfaatkan waktu tertentu agar aktivitas tidak mudah diketahui.

Peristiwa di Desa Batas berlangsung berbeda. Dugaan aksi tersebut langsung diketahui warga sehingga kedua pria tidak sempat meninggalkan lokasi sebelum diamankan.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengedepankan proses hukum ketika menemukan dugaan tindak pidana. Penyerahan terduga pelaku kepada aparat dinilai menjadi langkah paling tepat dibanding tindakan yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum baru.

Dalam video yang beredar, kedua pria terlihat tetap berjalan menuju kantor polisi dengan kawalan warga. Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah petugas menerima kedua terduga pelaku di Mapolsek Tambusai.

Kasus tersebut kini masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi akan menentukan langkah berikutnya setelah menerima laporan korban serta melengkapi seluruh alat bukti yang dibutuhkan. 

Penyidik juga akan memastikan kronologi lengkap kejadian, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan fakta baru selama pemeriksaan berlangsung.

Polsek Tambusai mengimbau masyarakat segera melapor setiap menemukan dugaan tindak pidana di lingkungan sekitar. Informasi cepat dari warga dinilai sangat membantu aparat mengungkap kasus sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Sementara itu, video penggiringan dua pria dengan tandan sawit di leher masih terus menjadi perbincangan di media sosial. Di balik viralnya rekaman tersebut, proses hukum kini berada di tangan penyidik yang masih menunggu laporan korban sebelum perkara bergulir ke tahap berikutnya.

 

 

 

Sumber: SM News.com

 

Terkini