Ditolak Ajakan Berhubungan, Pria di Pelalawan Ini Bunuh Teman Wanitanya

Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:11:42 WIB
Ilustrasi. Foto: SM News/Created by AI

RIAUREVIEW.COM --Sebuah kematian misterius di rumah kontrakan di Pelalawan terungkap sebagai pembunuhan terencana. Pelaku tak segan menyusun rekayasa agar kematian korban dianggap bunuh diri oleh semua pihak. Kebohongan itu akhirnya runtuh setelah bukti-bukti nyata berhasil dikumpulkan polisi.
 
Peristiwa naas berlangsung pada Selasa malam, 11 Agustus 2025, di Jalan Markisa, Pangkalan Kerinci. Korban bernama SS (46) datang ke kontrakan pelaku bernama Jamal alias Udin (27). Ia berniat beristirahat usai berselisih paham dengan suaminya sendiri.
 
Korban sebelumnya meminjam kunci kontrakan saat menemui pelaku di tempat kerjanya. Jamal yang saat itu sedang di luar rumah memberikan kunci tanpa curiga apa pun. Sekitar pukul sembilan malam, telepon dari korban masuk meminta bantuan beli air minum.
 
Sesampainya di kontrakan, Jamal menyerahkan air mineral yang diminta korban. Di momen itu pula, ia mengajak korban berhubungan badan meski tahu korban bersuami. Ajakan itu ditolak mentah-mentah hingga korban meledak marah dan berteriak keras.
 
Suara teriakan membuat Jamal merasa malu diketahui tetangga sekitar. Ia berusaha membujuk korban agar tenang namun kemarahan korban tak kunjung mereda. Tiba-tiba amarahnya meledak, tangan kekarnya mencekik leher korban dengan kuat.
 
Napas korban terhenti perlahan, tubuhnya tak lagi bergerak di lantai rumah. Tanpa menolong, Jamal justru meninggalkan jenazah korban sendirian di tempat itu. Ia memilih pergi dan tidur di tempat cuci motor tempatnya bekerja malam itu.
 
Rencana licik mulai disusun pelaku guna menutupi jejak kejahatannya. Ia mengunci pintu kontrakan dari luar, lalu keluar lewat jendela yang terbuka. Kunci pintu dilempar masuk ke dalam rumah agar tampak terkunci dari dalam.
 
Siang harinya, Rabu, 12 Agustus 2026, Jamal kembali ke lokasi bersama seorang temannya. Ia berpura-pura memanggil-manggil nama korban sambil menggedor pintu dengan keras. Tetangga yang mendengar suara keributan mulai merasa khawatir atas keadaan korban.
 
Seorang tetangga bernama P mengirim pesan meminta Jamal mendobrak pintu itu. Saat pintu terbuka, jenazah korban tergeletak diam dengan mata terbelalak lebar. Jamal seolah mengecek keadaan lalu menyampaikan kabar duka kepada siapa saja yang ada.
 
Ia segera melaporkan kejadian kepada Ketua RT dan warga sekitar tempat tinggal. Pihak RT kemudian menghubungi layanan darurat guna melaporkan kematian mendadak tersebut. Di hadapan petugas, Jamal mengarang cerita bahwa korban bunuh diri karena depresi.
 
Cerita yang ia sampaikan terus berubah-ubah tiap kali ditanya petugas kepolisian. Keterangan pelaku terbukti bertolak belakang dengan pernyataan saksi-saksi lain di lokasi. Rekaman CCTV turut memperkuat dugaan bahwa Jamal menyembunyikan banyak hal penting.
 
“Keterangan yang diberikan pelaku selalu berubah saat pertama kali kami amankan. Semua ceritanya bertentangan dengan keterangan saksi maupun rekaman CCTV yang ada. Namun kebenaran terungkap jelas setelah hasil pemeriksaan otopsi keluar kemarin,” ujar Kompol Shilton, Kapolsek Pangkalan Kerinci, Jumat, 14 Agustus 2026.
 
Hasil otopsi dari Biddokes Polda Riau mematahkan semua rekayasa yang dibuat pelaku. Tanda cekikan di leher korban menjadi bukti kuat penyebab kematian yang sebenarnya. Tak lagi mampu membela diri, Jamal akhirnya mengakui semua perbuatannya.
 
Pelaku kini mendekam di tahanan polisi guna menjalani proses hukum selanjutnya. Ancaman hukuman berat menanti atas tuduhan pembunuhan yang ia lakukan dengan sadar. Polisi mengingatkan agar persoalan pribadi tak diselesaikan dengan kekerasan mematikan.

 

 

 

Sumber: SM News.com

Terkini