Rem Blong di Turunan Padang-Solok, Sopir Asal Rokan Hilir Tewas Terjepit

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:24:56 WIB
Petugas melakukan olah tempat kejadian kecelakaan lalulintas di jalur Padang - Solok. (sumber: istimewa)

RIAUREVIEW.COM --Jalan Padang-Solok berubah menjadi lokasi maut pada Jumat, 28 Agustus 2026. Sebuah truk boks diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan turunan. Kendaraan itu kemudian menghantam truk bak besi hingga sopirnya tewas.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Jorong Pasar Usang. Lokasinya berada di Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Kedua kendaraan diketahui dikemudikan warga asal Riau.

Kepala Satlantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut. Truk boks bernomor B 9310 KRX melaju dari Padang menuju Solok. Saat memasuki turunan menikung, kendaraan itu diduga mengalami gangguan rem.

Truk kemudian kehilangan kendali dan menghantam bagian belakang truk bak besi. Benturan membuat kedua kendaraan terseret sekitar 30 meter. Situasi langsung berubah menjadi kepanikan di tengah arus kendaraan.

“Truk boks kemudian menabrak bagian belakang truk bak besi yang melaju searah,” kata Akbar. Setelah benturan, bagian depan truk boks mengalami kerusakan berat. Sopirnya juga terjebak di dalam kabin kendaraan.

Korban bernama Denis, 43 tahun, warga Rokan Hilir, Riau. Warga bersama pengendara lain berusaha mengeluarkan korban dari kabin. Denis kemudian dibawa menuju RSUD Arosuka untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, upaya tersebut tidak berakhir seperti harapan. Denis dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. Kecelakaan itu sekaligus menyisakan duka bagi keluarga korban di Riau.

Sementara truk bak besi bernomor BM 8026 JO dikemudikan Rilla Fefri Yandra. Pria berusia 44 tahun itu merupakan warga Rumbai, Pekanbaru. Ia mengemudikan truk tersebut dalam arah perjalanan yang sama.

Polisi masih menangani kecelakaan tersebut sesuai proses penyelidikan lalu lintas. Dugaan rem blong menjadi bagian penting dalam penanganan perkara. Kerusakan kedua kendaraan diperkirakan mencapai Rp75 juta.

Kecelakaan ini kembali memperlihatkan risiko perjalanan kendaraan berat di jalur turunan. Kondisi rem menjadi salah satu komponen penting sebelum kendaraan memasuki ruas menurun. Satu gangguan teknis dapat mengubah perjalanan menjadi tragedi dalam hitungan detik.

 

 

 

Sumber: SM News.com

Terkini