RIAUREVIEW.COM --Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis terus mengoptimalkan sistem booking tiket online untuk penyeberangan Roro lintas Bengkalis -Sungai Pakning, guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat, terutama menjelang arus mudik lebaran Idul Fitri.
Sistem yang mulai diuji coba sejak 10 Maret 2026 ini memungkinkan masyarakat memesan tiket maksimal tiga hari sebelum keberangkatan. Sementara itu, pemesanan belum bisa dilakukan untuk jadwal yang masih empat hari ke depan.
Kepala Dishub Bengkalis melalui Kabid Pelayaran, Edi Kurniawan, menyebutkan bahwa sistem ini mendapat respons positif dari masyarakat.
“Untuk saat ini, baik H-4 maupun H-3, pembelian tiket secara online sudah ramai dilakukan, khususnya oleh masyarakat yang akan berlebaran ke Bengkalis,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Ia mengungkapkan, tingginya minat masyarakat membuat tiket penyeberangan dari Sungai Selari menuju Pelabuhan Air Putih Bengkalis untuk tanggal 18 dan 19 Maret telah habis terbooking.
“Untuk tanggal 18 dan 19 sudah penuh. Jadi masyarakat yang ingin menyeberang pada tanggal tersebut saat ini sudah tidak memungkinkan, kecuali jika ada pembatalan,” jelasnya.
Menurut Edi, jika di aplikasi masih terlihat ada slot kosong, hal tersebut biasanya disebabkan adanya pembatalan dari calon penumpang.
"Kalau pun terbuka, itu karena ada yang cancel. Secara umum sudah penuh," tambahnya.
Ia menilai, sistem booking online sangat membantu karena memberikan kepastian jadwal keberangkatan bagi pengguna jasa, selama tidak ada kendala pada armada.
"Selama kapal tidak mengalami gangguan, penyeberangan akan berjalan sesuai jadwal yang tertera di tiket,” katanya.
Saat ini, armada penyeberangan dalam kondisi aman dan beroperasi normal. Kapal yang melayani lintasan ini di antaranya KMP Swarna Putri, KMP Lestari, KMP Domar, KMP Permata Lestari 3, serta satu kapal cadangan yang disiapkan khusus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sepeda motor.
Dalam sehari, kuota tiket online untuk kendaraan kecil berkisar antara 360 hingga 400 unit. Namun, terdapat pengurangan satu trip dari Sungai Pakning ke Bengkalis karena digunakan untuk pengangkutan bahan bakar minyak (BBM).
Dishub juga menegaskan bahwa tiket yang dijual di pelabuhan telah terintegrasi dengan sistem online. Artinya, jika tiket online telah habis, maka tiket di lapangan juga tidak tersedia, kecuali ada pembatalan.
Sementara itu, untuk rute sebaliknya, yakni dari Bengkalis menuju Sungai Pakning atau daratan Sumatera, kuota tiket masih cukup tersedia.
“Untuk dari Bengkalis ke Sungai Pakning masih banyak yang kosong. Silakan masyarakat cek langsung melalui aplikasi,” ujar Edi.
Selain itu, Dishub Bengkalis juga menyiapkan jalur darurat untuk kondisi tertentu seperti ambulans atau kendaraan yang membawa orang sakit, dengan sistem pendataan tersendiri di luar booking online.
"Kami siapkan jalur khusus untuk kondisi mendesak seperti ambulans dan kebutuhan darurat lainnya," pungkasnya.
Sumber: cakaplah.com