Ngeri 11.336 Kasus HIV Ditemukan di Riau

Kamis, 02 April 2026 | 20:07:00 WIB
Ilustrasi (foto:cakaplah.com)

RIAUREVIEW.COM --Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Riau mencapai 11.336 kasus sejak sejak 28 tahun belakangan.

Belasan ribu kasus tersebut terhitung sejak 1997-2025. Namun dari 11.336 kasus, 6.990 orang diantaranya masih hidup.

"Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Dengan data kasus memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Zulkifli, Kamis (2/4/2026).

Zulkifli menjelaskan, kasus tersebut terus mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Diantaranya pada 1997-2005 sebanyak 85 kasus, 2006 sebanyak 80 kasus, 2007 sebanyak 138 kasus, 2008 sebanyak 132 kasus, 2009 sebanyak 217 kasus, 2010 sebanyak 397 kasus, 2011 sebanyak 454 kasus dan 2012 sebanyak 325 kasus.

Kemudian untuk tahun 2013 ditemukan 433 kasus, 2014 sebanyak 569 kasus, 2015 sebanyak 738 kasus, 2016 sebanyak 576 kasus, 2017 sebanyak 741 kasus, 2018 sebanyak 675 kasus, 2019 sebanyak 587 kasus, dan 2020 ditemukan 726 kasus.

Setelahnya pada 2021 ditemukan sebanyak 570 kasus, 2022 sebanyak 835 kasus, 2023 sebanyak 1001, 2024 sebanyak 1006 kasus, terakhir pada 2025 sebanyak 1051 kasus," ungkapnya.

Adapun kasus tersebut dikatakan Zulkifli ditemukan di seluruh kabupaten kota di Riau. Dengan angka terbanyak disumbang Kota Pekanbaru menyentuh 58,20 persen.

"Terjadi di seluruh daerah di Riau dengan persentase di bawah 10 persen. Sementara di Pekanbaru menyentuh 58,20 persen atau setara dengan 6.598 orang," sebutnya.

Zulkifli menjelaskan, selain Kota Pekanbaru, kasus terbanyak lainnya ditemukan di Kabupaten Bengkalis 951 kasus, Kota Dumai 855 kasus, Kabupaten Pelalawan 596 kasus, Rokan Hilir 556 kasus dan Indragiri Hilir 477 kasus.

"Setelahnya di Kabupaten Siak 327 kasus, Rokan Hulu 265 kasus, Kepulauan Meranti 223 kasus, Indragiri Hulu 213 kasus, Kampar 170 kasus dan Kuantan Singingi 105 kasus," terangnya.

Atas kejadian itu, pihaknya Diskes Provinsi Riau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit HIV/AIDS.

"Kami juga menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang penyakit menular ini. Serta hindari perilaku seksual berisiko," katanya.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk melakukan skrining rutin bagi kelompok rentan serta menggunakan pengaman atau kondom untuk mencegah penularan.

"Hindari penggunaan berbagi jarum suntik, dan lakukan terapi ARV bagi yang sudah terinfeksi," tutupnya.

 

 

 

Sumber:  cakaplah,com

Terkini