Pegawai RPH Pekanbaru Diduga Dianiaya Pedagang, Dipukul hingga Memar

Kamis, 16 April 2026 | 21:50:19 WIB
Tangkapan layar rekaman cctv saat dugaan penganiayaan

RIAUREVIEW.COM --Seorang pegawai di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Pekanbaru, Riki Rikardo, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pedagang berinisial T, Kamis (16/4/2026).

Peristiwa itu terjadi saat korban tengah beristirahat di kantor UPT RPH yang berada di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tuah Madani.

Kepala UPT RPH Pekanbaru, Hamria Ori, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut kejadian dipicu kesalahpahaman antara pelaku dan korban.

"Ada salah paham, sehingga pedagang itu memukul salah satu pegawai kami," kata Ori.

Peristiwa bermula ketika pria berinisial T bersama rekannya D mendatangi kantor UPT RPH sekitar pukul 09.00 WIB. 

Keduanya bermaksud menemui Kepala UPT RPH setelah sebelumnya menghubungi Ori untuk membuat janji pertemuan.

Sesampainya di lokasi, D mencoba menghubungi Ori melalui telepon, namun tidak mendapat respons.

Di saat bersamaan, Riki baru saja selesai bekerja dan hendak beristirahat di ruang pekerja. Saat itu, T menanyakan keberadaan Ori kepada Riki.

"Saat itu T ini bertanya ke Riki tentang keberadaan saya," jelas Ori.

Karena tidak mengetahui secara pasti, Riki menjawab bahwa Kepala UPT kemungkinan berada di kantor dinas. 

Jawaban tersebut diduga memicu emosi T karena berbeda dari informasi yang ia terima sebelumnya.

T kemudian diduga melakukan tindakan kekerasan dengan memukul dan mendorong korban.

Riki sempat berusaha menghindar dengan masuk ke dalam ruangan pekerja. Namun, T tetap mengikuti dan kembali melakukan pemukulan. Aksi tersebut juga terekam kamera pengawas (CCTV) kantor.

"Bagian perut dipukul, ada sedikit memar. Riki ini pegawai P3K paruh waktu di tempat kami," ungkap Ori.

Atas kejadian itu, korban yang merasa tidak terima berencana melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian.

 

 

Sumber: Riauaktual.com

Terkini