PEKANBARU,RIAUREVIEW.COM — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, sejumlah indikator pembangunan Kota Pekanbaru menunjukkan tren perbaikan. Berbagai program yang sebelumnya dicanangkan kini mulai terealisasi dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pada sektor pelayanan publik, lingkungan, dan kesejahteraan sosial.
Pemerintah kota memulai langkahnya dari kebijakan yang bersifat praktis dan menyentuh kebutuhan sehari-hari warga. Penurunan tarif parkir menjadi salah satu kebijakan awal yang langsung berdampak pada pengeluaran masyarakat. Di saat yang sama, penataan kota dilakukan melalui penertiban ratusan tiang reklame yang dinilai mengganggu ketertiban dan estetika.
Persoalan lingkungan, khususnya sampah, menjadi fokus utama. Melalui gerakan “Serbu Sampah”, pemerintah membangun sistem pengelolaan berbasis kelurahan dengan membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di seluruh wilayah. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada pengangkutan, tetapi juga pengurangan timbulan sampah dari sumbernya, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran.
Upaya penanganan banjir juga mulai dilakukan secara lebih terukur. Pemerintah mencatat penanganan di sejumlah titik rawan, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan drainase. Langkah ini diperkuat dengan program penghijauan melalui penanaman ribuan pohon sebagai bagian dari visi kota berkelanjutan.
Di bidang pelayanan publik, inovasi ditunjukkan melalui kehadiran Mobil AMAN yang mendekatkan layanan administrasi kependudukan ke masyarakat. Sementara itu, aspek keamanan diperkuat dengan peluncuran Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 sebagai layanan respons darurat.
Pada sektor pendidikan, pemerintah kota mengarahkan kebijakan pada perluasan akses dan pengurangan angka putus sekolah. Program beasiswa hingga jenjang S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, menjadi salah satu instrumen utama. Selain itu, program Zero Putus Sekolah berhasil menjangkau ribuan anak, dengan sebagian telah kembali ke bangku pendidikan.
Intervensi juga dilakukan terhadap persoalan administratif seperti ijazah yang tertahan, serta pemenuhan perlengkapan sekolah. Dalam jangka panjang, kebijakan wajib belajar 13 tahun diperkuat melalui penyediaan PAUD di setiap kelurahan yang terintegrasi dengan layanan kesehatan masyarakat.
Sektor kesehatan turut mendapat perhatian melalui program pemeriksaan gratis dan penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok rentan. Program ini diarahkan untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur menunjukkan capaian yang signifikan. Perbaikan jalan, peningkatan fasilitas halte, pemasangan lampu penerangan, serta penyediaan akses internet gratis menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dasar perkotaan. Stabilitas ekonomi masyarakat juga dijaga melalui penyelenggaraan bazaar pangan murah di berbagai titik.
Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui program bantuan dana di tingkat RW, yang memberi ruang bagi partisipasi langsung warga dalam pembangunan. Penguatan kapasitas aparatur juga dilakukan melalui pengangkatan PPPK serta pemberian insentif kinerja.
Dalam konteks tata kelola, pemerintah kota mengklaim telah menyelesaikan beban utang daerah yang cukup besar, sekaligus mendorong peningkatan investasi. Reformasi birokrasi terlihat dari percepatan layanan perizinan, termasuk proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Penguatan identitas budaya dan prestasi daerah juga menjadi bagian dari pembangunan. Keberhasilan dalam ajang MTQ tingkat provinsi serta penyelenggaraan festival budaya Melayu menjadi upaya menjaga nilai lokal sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif.
Dorongan Program Nasional
Selain program daerah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengakselerasi sejumlah Program Strategis Nasional. Program Makan Bergizi Gratis dijalankan melalui puluhan dapur umum yang melayani ribuan porsi setiap hari.
Pembentukan koperasi di setiap kelurahan menjadi langkah memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Sementara itu, digitalisasi pendidikan terus didorong melalui penyediaan perangkat pembelajaran modern di sekolah.
Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui kombinasi intervensi sosial dan penguatan UMKM. Di sektor perumahan, pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus berjalan. Selain itu, pengembangan jaringan gas kota menunjukkan perluasan akses energi bagi warga.
Pengelolaan sampah terpadu juga terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, termasuk melalui rencana pengolahan sampah menjadi energi.
Menuju Konsistensi Pembangunan
Berbagai capaian dalam satu tahun terakhir menunjukkan adanya upaya serius dalam memperbaiki arah pembangunan kota. Meski demikian, tantangan ke depan masih cukup besar, terutama dalam menjaga konsistensi implementasi program dan memastikan keberlanjutan kebijakan.
Dengan fondasi yang mulai terbentuk, keberhasilan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah kota dalam mempertahankan ritme kerja serta merespons kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Adv.