RIAUREVIEW.,COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi mempercepat penyidikan dugaan pemerasan di Pemerintah Provinsi Riau melalui pemeriksaan sejumlah saksi penting. Wakil Gubernur Riau Sofyan Franyata Hariyanto masuk daftar pemeriksaan bersama mantan Ketua KPID Riau dan beberapa pejabat lainnya. Langkah tersebut memperlihatkan penyidik terus menelusuri dugaan tindak pidana secara menyeluruh.
Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan saksi di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Riau pada Senin. Pemeriksaan menyasar Wakil Gubernur Riau Sofyan Franyata Hariyanto serta mantan Ketua KPID Riau Bambang Suwarno. Agenda tersebut menjadi bagian penyidikan dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah saksi sesuai kebutuhan penyidikan berlangsung. “KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Riau atas nama SFH selaku Wagub Riau, dan BS selaku Komisioner KPID Riau periode 2021-2025,” ujar Budi Prasetyo. Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media di Jakarta, Senin.
Penyidik juga memanggil dua ajudan Gubernur Riau berinisial RF serta DI untuk dimintai keterangan. Sopir Gubernur Riau berinisial FR turut masuk daftar saksi pemeriksaan pada agenda sama. Langkah tersebut memperlihatkan penyidik menggali informasi dari berbagai pihak terkait perkara berjalan.
Selain pejabat eksekutif, penyidik menghadirkan seorang anggota DPRD Riau berinisial SA sebagai saksi. Informasi dihimpun menunjukkan inisial tersebut mengarah kepada legislator Siti Aisyah dari DPRD Riau. Pemeriksaan dilakukan guna melengkapi alat bukti serta memperjelas rangkaian peristiwa dugaan pemerasan.
KPK belum mengungkap materi pertanyaan maupun hasil pemeriksaan terhadap seluruh saksi dipanggil tersebut. Penyidik masih fokus mengumpulkan keterangan sesuai kebutuhan pembuktian perkara selama proses penyidikan berlangsung. Seluruh tahapan berjalan mengikuti ketentuan hukum pidana serta prosedur penyidikan berlaku.
Pemeriksaan sejumlah pejabat penting menarik perhatian masyarakat karena melibatkan unsur pemerintahan daerah cukup strategis. Perkembangan perkara diperkirakan terus bergulir seiring bertambahnya saksi dipanggil penyidik dalam beberapa waktu mendatang. KPK menegaskan proses penyidikan dilakukan secara profesional demi mengungkap fakta perkara secara utuh.
Kasus dugaan pemerasan ini menjadi perhatian publik Riau karena melibatkan sejumlah nama penting pemerintahan daerah. Pemeriksaan saksi diharapkan membantu penyidik menyusun konstruksi perkara secara lengkap sebelum menentukan langkah lanjutan. KPK masih membuka peluang memanggil saksi tambahan sesuai perkembangan penyidikan berlangsung.
Sumber: SM News.com