Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Hadirkan Insinerator sebagai Upaya Mewujudkan Desa Bebas Sampah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:15:42 WIB

PELALAWAN,RIAUREVIEW.COM --Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau 2026 membangun insenerator di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan.

Program pembuatan insinerator ini dilakukan sebagai upaya menyediakan sarana pengelolaan sampah yang efektif, mengurangi pencemaran lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik dan ramah lingkungan 

Proses pembuatan insinerator dilakukan secara bertahap, mulai dari melakukan survey lokasi, menentukan desain dan ukuran alat, menyiapkan bahan, hingga melaksanakan proses perakitan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat agar pembangunan insinerator dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan desa. 

Koordinator Kukerta Desa Muda Setia, Moehammad Arrafiq mengatakam pembuatan insinerator ini dilatarbelakangi hasil survey mahasiswa yang menemukan bahwa desa ini belum memiliki tempat pembuangan sampah yang memadai, yang akhirnya masyarakat membentuk kebiasaan untuk membakar sampah secara terbuka di halaman rumahnya. Tentunya kondisi ini akan berpotensi yang akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan ganggguan kesehatan di lingkungan sekitar.

 

 

Adapun proses pengerjaan insenerator ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 22- 24 Juli 2026 dan diresmikan pada tanggal 28 Juli 2026 sekaligus penggunaannya. Insenerator ini dibangun dengan ukuran 2,2 meter yang dirancang sebagai fasilitas pendukung dalam pengelolaan sampah di lingkungan desa. 

Sampah yang dapat dimasukkan ke dalam insinerator adalah sampah kering yang mudah terbakar, seperti daun kering, ranting kecil, kertas, kardus, tisu, dan kemasan berbahan kertas. Sebelum dibakar, sampah perlu dipilah dan tidak dalam keadaan terlalu basah agar proses pembakaran berjalan dengan baik. Masyarakat juga diimbau untuk tidak memasukkan baterai, aki, lampu, kaleng bertekanan, bahan kimia, cat, oli, limbah elektronik, limbah medis, kaca, benda logam, serta plastik, terutama jenis PVC, karena dapat menimbulkan bahaya, menghasilkan asap atau zat berbahaya, dan merusak insinerator. Sampah plastik sebaiknya dipilah dan dikelola melalui proses daur ulang atau tempat pengolahan sampah yang tersedia.

“Pembuatan insinerator ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola sampah dengan lebih baik serta mengurangi penumpukan sampah di lingkungan. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Perwakilan Pemerintah Desa yaitu Bapak Faizal Asri, S.E., M.M. mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta Universitas Riau. Menurutnya, keberadaan insinerator diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi salah satu langkah dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan nyaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Kukerta UNRI yang telah menghadirkan program ini. Semoga insinerator yang telah dibuat dapat dimanfaatkan dengan baik dan membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Melalui program pembuatan insinerator ini, mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 tidak hanya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di desa. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta mendorong terbentuknya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat mahasiswa Kukerta Universitas Riau dalam berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang inovatif, bermanfaat, dan berorientasi pada kebutuhan desa.

Terkini