Dokter Spesialis RSUD Tengku Rafian Siak Ancam Mogok, Pasien Panik

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:46:15 WIB
RSUD Tengku Rafian Siak

RIAUREVIEW.COM --Sejumlah pasien di RSUD Tengku Rafian Siak mengaku cemas menyusul beredarnya informasi ancaman aksi mogok kerja dari dokter spesialis.

Kekhawatiran ini dipicu belum dibayarkannya insentif kelangkaan profesi sejak September 2025 hingga Februari 2026.

Dampaknya mulai dirasakan pasien. Pada Selasa (17/3/2026), beberapa pasien mengaku jadwal kontrol dan pengobatan mereka terganggu akibat terbatasnya layanan dokter spesialis.

Sebelumnya, pihak rumah sakit telah mengumumkan penutupan sementara seluruh poliklinik rawat jalan, kecuali layanan obstetri dan ginekologi (Obgyn).

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pasien yang tengah menjalani pengobatan rutin.

Salah satu pasien, Doni, yang sedang menjalani pengobatan penyakit ginjal, mengaku khawatir atas situasi tersebut.

"Saya datang untuk kontrol dan pengobatan lanjutan, tapi jadi terganggu. Ini sangat berpengaruh pada kondisi saya," ujarnya.

Ia berharap pihak terkait segera menyelesaikan persoalan pembayaran hak tenaga medis agar pelayanan kembali normal.

"Banyak pasien bergantung pada pelayanan dokter. Kami berharap masalah ini segera diselesaikan," tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pasien lainnya. Mereka mengaku bingung karena jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Selain itu, sejumlah masyarakat juga menyuarakan kekhawatiran melalui media sosial dan berharap Pemerintah Kabupaten Siak segera mengambil langkah cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Para pasien menegaskan bahwa persoalan internal terkait pembayaran hak tenaga medis tidak seharusnya berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Mereka mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan pelayanan kesehatan kembali berjalan normal serta keselamatan pasien tetap terjamin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah terkait solusi atas permasalahan tersebut.

 

 

 

Sumber: Riauaktual,com

Terkini