Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Oknum TNI Ditahan, Satu Berpangkat Kapten!

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:59:20 WIB
Langkah tegas ditunjukkan TNI dengan mengungkap serta menahan empat terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus Foto : Istimewa/SMNews.com

RIAUREVIEW,COM --Langkah tegas ditunjukkan TNI dengan mengungkap serta menahan empat terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus—salah satunya berpangkat Kapten.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Yusri Nuryanto, memastikan keempat terduga pelaku merupakan anggota aktif dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.

Mereka yang telah diamankan masing-masing berinisial NDP (Kapten), SL (Lettu), BHW (Lettu), dan ES (Serda).

“Keempatnya sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman pada tahap penyidikan,” ujar Yusri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif sejak peristiwa penyiraman yang terjadi pada 12 Maret 2026 di kawasan Jakarta Pusat.

Dari hasil sementara, diketahui para terduga pelaku berasal dari dua matra, yakni Angkatan Udara (AU) dan Angkatan Laut (AL). Namun, motif di balik aksi kekerasan tersebut masih terus didalami oleh penyidik.

Dalam proses hukum, keempatnya dijerat dengan pasal penganiayaan berencana. Penyidik sementara menerapkan Pasal 467 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, yang memuat ancaman hukuman berbeda, mulai dari 4 tahun hingga 7 tahun penjara.

“Pasal yang kita kenakan adalah Pasal 467 KUHP, dengan ancaman hukuman sudah jelas diatur dalam ayat 1 dan ayat 2,” tegas Yusri.

Sebagai langkah lanjutan, Puspom TNI akan segera membuat laporan polisi resmi serta melakukan penahanan lanjutan terhadap para terduga pelaku. Selain itu, penyidik juga akan mengajukan permohonan visum et repertum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo guna memperkuat pembuktian.

Diketahui, Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis malam (12/3/2026).

Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman, terlihat dua pelaku berboncengan sepeda motor melintas dari arah berlawanan sebelum menyiramkan cairan keras ke arah korban.

Akibat serangan itu, Andrie langsung terjatuh dari motornya dan berteriak kesakitan di pinggir jalan.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat aktif, sekaligus menjadi ujian transparansi penegakan hukum di lingkungan militer.

 

 

 

Sumber: SM News.com

Terkini