Insentif Dapur MBG Rp6 Juta Bakal Diubah, BGN Ungkap Alasannya

Kamis, 18 Juni 2026 | 21:54:16 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari. Foto : Istimewa

RIAUREVIEW.COM --Badan Gizi Nasional akan mengubah skema insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Program MBG. Kebijakan tersebut muncul setelah evaluasi menunjukkan perbedaan kapasitas layanan setiap dapur. Perubahan skema diharapkan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran program nasional.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menilai insentif seragam kurang tepat. Selama ini seluruh Dapur MBG menerima insentif sebesar Rp6 juta setiap hari. Padahal jumlah penerima manfaat berbeda pada masing-masing lokasi pelayanan.

Menurut Agustina, terdapat dapur yang melayani ratusan hingga ribuan penerima manfaat. Namun seluruh dapur tetap memperoleh nominal insentif harian dengan jumlah sama. Kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan kebutuhan operasional sebenarnya.

“Insentif Rp6 juta per hari secara flat tidak tepat karena penerima manfaat berbeda-beda,” kata Agustina di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

BGN saat ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme insentif yang berlaku nasional. Pendataan jumlah penerima manfaat juga dilakukan untuk memperkuat dasar pengambilan kebijakan. Hasil pendataan akan menentukan formula insentif pada setiap SPPG.

Salah satu opsi yang dikaji adalah pemberian insentif berdasarkan kapasitas layanan dapur. Semakin besar jumlah penerima manfaat, semakin besar kebutuhan operasional harian. Skema tersebut dinilai lebih adil serta sesuai kondisi lapangan.

“Penerima manfaat harus dipastikan terlebih dahulu sesuai daerah layanan masing-masing SPPG,” ujar Agustina.

Perubahan mekanisme insentif juga berpotensi menghasilkan penghematan anggaran program MBG nasional. Dana hasil efisiensi dapat dialokasikan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat. BGN menargetkan kebijakan baru mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program gizi nasional.

 

 

Sumber: SM Nes.com

Terkini