RIAUREVIEW.COM --Pemerintah Provinsi Riau mulai melelang pemeliharaan lanjutan Jembatan Sei Rokan Kiri di Kabupaten Rokan Hulu. Proyek tersebut difokuskan memperkuat dua pilar utama agar konstruksi semakin kokoh. Langkah ini dilakukan setelah jembatan sempat miring akibat banjir besar pada 2024.
Dinas PUPRPKPP Riau menargetkan penguatan pondasi mampu mencegah kerusakan serupa kembali terjadi. Proses lelang menjadi tahap awal sebelum pekerjaan fisik dimulai. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting mendukung mobilitas masyarakat setiap hari.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPRPKPP Riau Zulfahmi memastikan pekerjaan difokuskan memperkuat dua pondasi jembatan. “Dua pilar atau pondasi tiang jembatan akan diperkuat agar tidak terjadi lagi seperti sebelumnya,” ujarnya, Rabu. Pemeliharaan lanjutan menjadi bagian peningkatan keamanan konstruksi jembatan.
Penguatan pondasi dilakukan menghadapi ancaman gerusan akibat pasang surut Sungai Rokan Kiri. Arus sungai deras sering mengikis struktur bawah jembatan sepanjang musim hujan. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Tambahan penguatan pada pilar bertujuan agar pondasi tidak tergerus pasang surut air sungai,” kata Zulfahmi. Metode konstruksi tetap menggunakan sistem penguatan seperti pekerjaan sebelumnya. Pendekatan tersebut dinilai efektif menjaga stabilitas struktur jembatan.
Jembatan Sei Rokan Kiri menjadi infrastruktur vital pada ruas jalan provinsi Tandun menuju Pasir Pengaraian. Jalur tersebut menghubungkan Kecamatan Ujung Batu dengan pusat pemerintahan Kabupaten Rokan Hulu. Arus kendaraan menuju Pekanbaru serta Sumatera Utara juga melewati lintasan tersebut.
Peristiwa kerusakan terjadi pada 23 November 2024 saat banjir melanda kawasan Sungai Rokan Kiri. Derasnya arus membawa tumpukan kayu hingga menggeser salah satu pilar jembatan. Badan jembatan kemudian turun sekitar 80 hingga 86 sentimeter.
Kerusakan tersebut memaksa kendaraan roda empat menghentikan aktivitas melintasi jembatan sementara waktu. Pemerintah mengalihkan arus kendaraan menuju jalur alternatif demi menjaga keselamatan masyarakat. Aktivitas ekonomi kawasan sempat terdampak selama masa penutupan.
Pemprov Riau kemudian mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,32 miliar untuk memperbaiki konstruksi jembatan. Pekerjaan dimulai pada Mei 2025 menggunakan pipa baja serta sheet pile sebagai penguat pondasi. Selama proses berlangsung, akses jembatan ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Perbaikan tersebut berhasil mengembalikan fungsi Jembatan Sei Rokan Kiri sebagai jalur transportasi utama masyarakat. Kendaraan kembali melintas setelah seluruh pekerjaan dinyatakan selesai sesuai standar teknis. Aktivitas distribusi barang kembali berjalan normal.
Tahap pemeliharaan lanjutan diharapkan memperpanjang umur konstruksi menghadapi perubahan kondisi sungai setiap tahun. Penguatan pondasi menjadi langkah antisipasi menghadapi banjir dan arus deras pada musim penghujan. Pemerintah menargetkan jembatan tetap aman melayani masyarakat dalam jangka panjang.
“Penguatan ini dilakukan agar pondasi tetap kuat menghadapi gerusan sungai,” tegas Zulfahmi. Pemprov Riau berharap infrastruktur strategis tersebut mampu mendukung kelancaran transportasi regional. Keandalan Jembatan Sei Rokan Kiri dinilai penting menopang pertumbuhan ekonomi Rokan Hulu.
Sumber: SM News.com

