RIAUREVIEW.COM --Suasana Mall SKA Pekanbaru berubah menjadi lautan manusia dalam gelaran Pekanbaru Job Fair 2026. Ribuan pencari kerja datang silih berganti sejak hari pertama pembukaan, membawa harapan untuk mendapatkan pekerjaan di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.
Dalam tiga hari pelaksanaan, tercatat lebih dari 4.090 pelamar telah memadati ajang bursa kerja yang digelar Pemerintah Kota Pekanbaru tersebut. Antusiasme itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan, terutama dari kalangan lulusan sarjana.
Puncak kedatangan peserta terjadi pada hari kedua pelaksanaan, ketika lebih dari 2.000 pelamar memenuhi area job fair. Mereka tidak hanya menyerahkan berkas lamaran, tetapi juga langsung mengikuti proses wawancara di tempat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, mengatakan tingginya jumlah pelamar menunjukkan bahwa ajang ini menjadi salah satu harapan besar masyarakat. Menurutnya, konsep rekrutmen langsung menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja.
“Banyak peserta yang datang tidak hanya mengirim lamaran, tetapi juga langsung mengikuti tahap wawancara. Kami berharap proses ini bisa mempercepat penyerapan tenaga kerja di perusahaan,” ujarnya.
Job fair tahun ini diikuti oleh 47 perusahaan dari berbagai sektor industri. Total lowongan yang dibuka mencapai 1.417 posisi, yang tersebar di bidang jasa keuangan, perdagangan, jasa kemasyarakatan, hingga industri pengolahan.
Dari seluruh sektor tersebut, jasa keuangan menjadi yang paling dominan dalam membuka peluang kerja. Posisi yang ditawarkan juga beragam, mulai dari staf administrasi hingga posisi teknis yang membutuhkan kompetensi khusus.
Pelaksanaan job fair ini tidak hanya menjadi agenda rutin ketenagakerjaan, tetapi juga strategi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran. Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya mempertemukan langsung antara perusahaan dan pencari kerja dalam satu ruang yang terintegrasi.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, sebelumnya menargetkan tingkat serapan tenaga kerja dalam kegiatan ini bisa mencapai angka maksimal. Namun ia juga menekankan bahwa capaian realistis berada di kisaran 70 persen dari total pelamar yang tersedia.
“Kami sudah meminta perusahaan untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan ini. Jangan sampai ada lowongan yang tidak terisi sementara banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan,” kata Agung dalam keterangannya.
Di sisi lain, para pelamar datang dari berbagai latar belakang pendidikan, dengan lulusan sarjana atau S1 mendominasi jumlah peserta. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar kerja semakin ketat, bahkan di level pendidikan tinggi.
Sejumlah peserta mengaku harus datang sejak pagi hari agar tidak tertinggal kesempatan wawancara langsung. Mereka membawa dokumen lengkap dan berharap bisa lolos seleksi di tempat.
Salah seorang peserta job fair mengaku sudah beberapa bulan mencari pekerjaan tanpa hasil. Ia berharap kesempatan di ajang ini bisa menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pekerjaan tetap.
“Saya sudah kirim banyak lamaran, tapi belum ada panggilan. Di sini saya coba lagi karena ada peluang langsung wawancara,” ujarnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru menilai konsep job fair seperti ini efektif karena mempercepat proses rekrutmen. Perusahaan dapat langsung menilai kandidat tanpa harus melalui proses panjang seperti rekrutmen konvensional.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Data pelamar dan lowongan dapat menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
Meski jumlah lowongan mencapai lebih dari seribu posisi, tantangan tetap ada karena jumlah pelamar jauh lebih besar. Kondisi ini membuat persaingan semakin ketat di setiap posisi yang ditawarkan.
Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar berdampak pada penurunan angka pengangguran di Pekanbaru. Dengan keterlibatan puluhan perusahaan, peluang kerja diharapkan semakin terbuka luas bagi masyarakat.
Di tengah keramaian Mall SKA, ribuan harapan bertemu dalam satu ruang yang sama. Setiap pelamar membawa cerita, setiap perusahaan membawa kebutuhan, dan di antara keduanya, job fair menjadi jembatan yang yang menentukan arah masa depan banyak orang.
Sumber: SM News.com