Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang

Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:32:02 WIB

RIAUREVIEW.COM --Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian dalam aktivitas pelayaran di wilayah perairan Kabupaten Bengkalis, khususnya Selat Bengkalis dan Selat Malaka. 

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis memastikan kondisi pelayaran hingga Kamis (8/10/26) masih berjalan normal. Namun, para pengguna jasa pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul jarak pandang yang berada di kisaran 2-3 mil laut. 

Kepala Kantor KSOP Bengkalis melalui Kepala Tata Usaha KSOP Bengkalis, Adlan Arefa mengatakan, jarak pandang di Selat Bengkalis maupun Selat Malaka saat ini berkisar 2-3 mil laut atau sekitar 5-6 kilometer. 

 "Jarak pandang 2-3 mil laut atau sekitar 5-6 kilometer itu masih aman untuk melakukan pelayaran. Sampai saat ini belum ada penundaan pelayaran," ujar Adlan. 

Menurutnya, kondisi gelombang di perairan Bengkalis saat ini relatif tenang, dengan kondisi permukaan laut seperti "air dalam kolam". Namun, kondisi cuaca dan jarak pandang tetap harus menjadi perhatian seluruh nakhoda dan awak kapal. 

Ia menyebutkan, berdasarkan kondisi cuaca, ketinggian gelombang di Selat Malaka, kapal juga diminta mewaspadai gelombang laut kategori sedang yang dapat mencapai 1,1 hingga 1,6 meter. 

"Kami mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan di Perairan Selat Malaka, terutama terhadap gelombang laut kategori sedang," katanya. 

Adlan menegaskan, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tetap dilakukan dengan memastikan kapal memenuhi persyaratan keselamatan dan laik berlayar. 

Salah satunya dengan memastikan seluruh peralatan keselamatan kapal dalam kondisi baik dan memenuhi ketentuan sebelum kapal diperbolehkan berlayar. 

"Untuk penerbitan SPB, kapal wajib laik berlayar, mulai dari alat keselamatan kapal dan persyaratan lainnya," tegasnya. 

Hingga saat ini, KSOP Bengkalis belum menerima laporan adanya gangguan terhadap pelayanan pelayaran akibat kondisi jarak pandang maupun cuaca, baik di Selat Bengkalis maupun Selat Malaka. 

Meski demikian, KSOP mengingatkan seluruh armada agar tidak mengabaikan faktor keselamatan, terutama ketika jarak pandang mengalami penurunan akibat kabut asap Karhutla. 

"Kami mengimbau di Selat Bengkalis dan Selat Malaka agar memperhatikan jarak pandang akibat kabut asap Karhutla," ujarnya. 

Adlan juga meminta nakhoda dan awak kapal untuk terus memperhatikan perkembangan cuaca selama pelayaran. 

Jika kondisi memburuk dan jarak pandang semakin terbatas, kapal diminta tidak memaksakan pelayaran dan dapat mencari lokasi atau daratan terdekat yang aman. 

"Walaupun jarak pandang masih aman dan masih bisa dilayari kapal-kapal, baik di perairan Selat Bengkalis maupun Selat Malaka, kami mengimbau agar tetap memperhatikan kondisi tersebut," katanya.**

 

 

 

Sumber: Riauterkini.com

Terkini