Perumda Tirta Terubuk Bengkalis : Saat Uji Coba Terjadi Kebocoran Pipa Sambungan

Waduh, SPAM Durolis di Duri Belum Berfungsi

Waduh, SPAM Durolis di Duri Belum Berfungsi
SPAM DUROLIS: Pembanginan SPAM Durolis yang diresmikan Presiden RI awal tahun ini di Kabupaten Rohil yang sampai saat ini belum bisa dinikmati masyarakat.(dok)

BENGKALIS,RIAUREVIEW.COM—Perumda Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis sangat berharap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Dumai-Rokan Hilir-Bengkalis, yang diresmikan awal 2023 bisa berjalan dengan baik. Namun, hingga saat dilakukan uji coba, ternyata pipa sambugannya mengalami kebocoran.

Sehingga, upaya penyediaan air bersih bagi masyarakat di tiga wilayah, Rokan Hilir-Bengkalis dan Dumai, terkendala hingga saat ini. Hal itu diutarakan Kepala Bagian Teknis Perumda Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis, Abel Ikbal, ST saat ditemui media ini, dikantornya Senin (11/9/2023).

Menurut Abel Ikbal, SPAM Regional  Dumai-Rokan Hilir-Bengkalis (Durolis) yang diresmikan oleh Presiden di Kabupaten Rokan Hilir awal 2023 lalu sampai saat ini kondisinya belum bisa dinikmati masyarakat, khususnya di dua kecamatan di Kabupaten Bengkalis, yakni Kecamatan Mandau dan Pinggir, yang sejatinya sangat dibutuhkan, untuk pelanggan air bersih.

Proyek SPAM Durolis menelan anggaran anggaran Rp396,6 miliar tersebut, sejatinya, di Tahun 2023 sesuai target, sudah bisa melayani, pemenuhan air bersih di wilayah Kecamatan Mandau dan Pinggir.

Sedangkan secara keseluruhan SPAM Regional Durolis akan memiliki kapasitas sebesar 1.500 liter/detik dengan target penerima manfaat 150.000 sambungan rumah (SR). Sedangkan untuk Kabupaten Bengkalis yang sangat dinanti-nanti oleh dua kecamatan, yakni Mandau dan Pinggir sebanyak 15.000 SR.

"SPAM Durolis, sampai saat ini belum jalan. Karena pertama uji coba, ternyata ada kebocoran pada pipa sambungannya, sehingga air tidak bisa dialirkan ke unit PDAM di Duri," ujar Abel Ikbal kepada sejumlah media di Bengkalis.

Ia didampingi Kepala TU Rina Jandriani dan Humas Defri mengatakan, karena ada pipa sambungan yang bocor, sampai saat ini belum diperbaiki. Karena untuk perbaikan pipa yang bocor dan untuk menggalinya kembali harus ada izin.

"Mungkin karena persoalan izin, sehingga sampai sekarang belum diperbaiki. Tentu masyarakat belum bisa menikmati air bersih dari program SPAM Durolis tersebut," ujarnya.

Ia menyebutkan, sampai 2024 nanti pihaknya menargetkan 12 ribu sambungan rumah (SR) dan sekarang baru tersambung 5 ribu lebih. Padahal targetnya 2023 ini harus tuntas SR nya dan masyarakat sudah menikmati air bersih.

Sementara kondisi di lapangan untuk sambungan ke rumah masyarakat jika dulu PDAM Tirta Bengkalis mendapatkan pasokan air bagi dari PT CPI yang saat ini berganti menjadi  PT PHR sebanyak 100 liter perdetik air baku, sampai sekarang turun menjadi 50 liter per dektik air baku.

"Sehingga yang awalnya kita dapat melayani 8 ribu kebih pelanggan dikurangi 2 ribu lebih pelanggan. Bahkan sampai saat ini distribusi air ke SR warga dilakukan dengan sistem bergilir," ujarnya.

Abel mengutarakan, kelurangan ini dimasukkan melalui program SPAM Durolis dan ternyata programnya belum dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga menyebutkan, sistem pengelolaan program SPAM Durolis ini bukan pihaknya mendapatkan air yang langsung disalurkan ke masyarakat, melainkan pihak PDAM membeli air curah dari  pengelola SPAM Durolis dengan harga sekitar Rp 2.850 per meter kubik.

Melalui sistem tersebut, sambungnya lagi, nantinya air akan dijual kembali ke masyarakat dengan harga, yang disesuikan dan ditetapkan oleh Pemkab Bengkalis, berkisar  Rp 6 ribu per meter kubiknya.

"Biaya produksi kita, khusus di Duri saat ini biaya sebesar Rp8 ribu per meter kubik dan dijual Rp5 ribu per meter kubik. Tentu untuk menutupi biaya produksi ini, harus mendapatkan subsidi dari Pemkab Bengkalis,"katanya lagi.(ra)

Berita Lainnya

Index