RIAUREVIEW.COM --Militer Iran mengeklaim berhasil menyerang kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln hingga terpaksa melarikan diri dari kawasan Teluk. Iran menyebut AS mengalami kekalahan bersejarah dalam perang kali ini.
“USS Abraham Lincoln (CVN 72) yang telah lama menjadi simbol ketakutan dan alat untuk mengeksploitasi sumber daya Muslim, telah dinonaktifkan secara operasional karena kekuatan Republik Islam Iran,” kata juru bicara senior angkatan bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, dilansir dari kantor berita Tasnim, Sabtu (14/3/2026)
Dia menggambarkan peristiwa ini sebagai "kekalahan bersejarah" yang signifikan bagi kekuatan militer AS yang akan dikenang dalam catatan sejarah.
Abolfazl memperingatkan negara-negara Muslim agar tidak menaruh kepercayaan pada Amerika Serikat, yang ia samakan dengan macan kertas, dan menekankan bahwa AS bahkan tidak memiliki kemampuan untuk membela kekuatan militernya sendiri yang telah melemah.
Lebih lanjut, ia menegaskan AS tidak akan mampu menjamin keamanan negara-negara Muslim dan kawasan tersebut.
Dalam pidatonya kepada para pemimpin negara-negara Muslim di kawasan itu, Abolfazl mendesak mereka untuk menaruh kepercayaan pada Iran yang beragama Islam dan rakyatnya.
Ia menyerukan persatuan di antara dunia Muslim melawan kekafiran, politeisme, dan kemunafikan, khususnya dalam menghadapi kepemimpinan dari AS dan Zionis.
Sumber: Beritasatu.com

