Bupati Kasmarni Hadiri Rapat Perkembangan Kasus Covid-19

RAPAT TERBATAS : Bupati Bengkalis Kasmarni dan Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso bersama Forkopimda Bengkalis melaksanakan rapat terbatas tentang perkembangan penanganan Covid-19 pasca Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, Senin (24/5/2021).(sukardi)

BENGKALIS, RIAUREVIEW.COM — Angka penyebaran Covid-19 di Bengkalis meningkat, pasca Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi. Update Covid-19 Kabupaten Bengkalis pertanggal 22 Mei 2021, menunjukan angka kasus baru 48 orang terkonfirmasi, isolasi mandiri sebanyak 196 orang, rawat rumah sakit 56 orang, sembuh sebanyak 3.131 orang dan meninggal 136 orang. Total terkonfirmasi berjumlah 3.519 orang.

Sedangkan yang suspek, kasus baru berjumlah 6 kasus. Isolasi mandiri nihil, rawat inap 19 kasus, sembuh 230 orang dan meninggal tercatat sebanyak 56 orang. Hal ini terungkap dalam rapat terbatas (Ratas) bersama Forkopimda dan instansi terkait, tentang perkembangan penanganan Covid-19 pasca Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi, Senin (24/5/2021) di ruang rapat Dinas Kesehatan Bengkalis.

Ratas tersebut dipimpin Bupati Bengkalis Kasmarni didampingi Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso serta dihadiri Dandim 0303/Bengkalis Letkol. Inf. Lizardo Gumay, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK, Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti dan sejumlah undangan lainnya.

Ratas tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bengkalis dr. Ersan Saputra melaporkan kondisi terakhir pasien yang terkonfirmasi dan suspek Covid-19. Kegiatan itu turut dihadiri seluruh kepala OPD lingkup Pemkab Bengkalis, guna memastikan langkah dan upaya dalam pencegahan kedepan.

Bupati Bengkalis Kasmarni saat diwawancari media ini mengatakan, angka Covid-19 dalam beberapa hari pasca lebaran Idul Fitri diakui meningkat, Pemkab Bengkalis akan berusaha dan berupaya intens melakukan ketetapan sesuai surat edaran dari pemerintah pusat.

“Kita tetap burusaha dan berupaya untuk menekan angka Covid-19 ini, memang bukan kemampuan dari kita, tapi kita tetap melakukan yang pertama 3 K (Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi) antar Forkopimda dan instansi terkait, kita tetap sosialisasikan 3 M ke masyarakat,”katanya.

Ia berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentun juga dibantu untuk mengingatkan agar, protokol kesehatan tidak dikesampingkan.

“Kami yakin usaha ini, tetap diikuti dengan penindakan, penegasan untuk pelanggaran prokes. Kami juga mohon bantuan kawan-kawan selaku insan pers, agar menghalo-halokan kepada seluruh masyarakat, untuk tetap mematuhi prokes, yang telah ditetapkan oleh pemerintah,”ujarnya.

Terkait penyekatan yang masih berlangsung. Kasmarni mengatakan, penyekatan tetap diberlakukan dan dilaksanakan. Sebab, penyekatan merupakan salah satu, cara menurunkan angka Covid-19. Sesuai dengan yang ditetapkan oleh surat edaran pemerintah pusat.

“Penyekatan tetap kita laksanakan dan PPKM skala mikro tetap kita perpanjang, karena ini salah satu upaya juga bagaimana penurunan angka Covid-19 di Kabupaten Bengkalis, dengan skala yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,”tutupnya.(kr)



TULIS KOMENTAR