Pengusaha Lempuk Durian yang Sukses Berangkatkan Haji 6 Pekerjanya

LEMPUK DURIAN : Pengusaha rumahan Lempuk Durian, H. Amin yang sedang berada dilokasi usahanya di Desa Pasiran, Kecamatan Bantan.(sukardi)

BENGKALIS,RIAUREVIEW.COM--Ingat Bengkalis, ingat Lempuk Durian. Ingat Lempuk Durian, ingat Bengkalis. Ingat Lempuk Durian, ingat Lempuk Durian H. Amin. Slogan ini terdengar tak asing bagi masyarakat Pulau Bengkalis. Meski sudah berusia 61 tahun, H. Amin tetap menekuni pekerjaannya sebagai pembuat lempuk.

Ahad (4/7/2021) lalu, RiauReview.com berusaha menyambangi usaha rumahan milik H. Amin. Usahanya tampak sederhana, namun beromset miliaran rupiah dalam setahun. Lokasi pembuatan lempuk duriannya, hanya berdinding papan. Berada ditengah perkebunan Durian, cukup luas dan sedang menunggu gugurnya buah musiman bernilai itu.

Dilokasi pembuatan Lempuk Durian, memang jauh dari keramaian masyarakat. Maklum saja, usaha itu ternyata memang berada diperkebunan durian di Jalan Abdullah, Dusun Imam Bulqin, Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Untuk menuju kesana, dari pusat kota Bengkalis butuh waktu sekitar 30 menit. Banyak masyarakat dan pejabat yang sudah sampai ke lokasi pembuatan lempuk durian H. Amin. Salah satunya Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso.

Buah Durian menjadi inspirasi bagi H. Amin. Pria kelahiran Jawa dan menetap di Bengkalis sudah 30 Tahun, mencobanya berusaha untuk mengembangkan usaha makanan Khas Lempuk Durian. Melalui usaha Lempuk Durian, yang sudah digelutinya dari tahun 1995 hingga sekarang, sekitar 20 tahun usaha ini dilakoninya.

Merk terkenalnya Lestari H Amin, yang sudah terkenal hingga ke manca negara. Hari ini, H. Amin sudah memiliki 7 kelompok binaan Lempuk Durian. Dari 7 kelompok usaha itu, dirinya juga sudah mengajak beribadah haji kepada 6 pekerjanya.

“Kalau di Bengkalis ini siklus musimannya antara bulan Juli dan Agustus. Kalau di Aceh lain lagi, itu sekitar bulan Maret di Medan bulan Agustus, maka untuk usaha kita ini bahan baku senantiasa tersedia, tidak pernah putus,”kata H. Amin yang piawai mengaduk Lempuk Durian di dalam kuali yang sedang dimasak.

Lempuk Durian H. Amin ini juga terkenal di Aceh, Medan, Sumatera Barat, Lampung hingga Jambi. Untuk Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi home industri Lempuk Durian terbesarnya.

“Alhamdulillah, untuk pekerja kita kalau lagi musim durian begini di Bengkalis mencapai 20 pekerja lebih. Belum lagi yang di cabang atau binaan. Prinsip hidup saya, sebaik-baiknya hidup manusia, adalah bermanfaat bagi banyak orang, artinya lapangan pekerjaan ini terus saya kembangkan,”ucapnya.

Produknya Laris Manis di Belanda dan Amerika

Lempuk Durian adalah salah satu makanan khas Bengkalis, terbuat dari Durian yang murni tanpa campuran apapun. Selain memiliki cita rasa tinggi, juga terdapat vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Berbeda jelas dengan Tempoyak yang terkenal di Palembang. Lempuk Durian lebih gurih dan harum serta memiliki cita rasa yang sangat unik di lidah.

Pulau Bengkalis terkenal dengan Lempuk Durian, apalagi Duriannya segar-segar, cocok dengan struktur tanahnya. Ini diakui H. Amin dan berdasarkan pengamatannya dari provinsi satu ke provinsi lainnya penghasil durian di Sumatera.

Sehingga saat pemasaran Lempuk Durian, sambungnya, Lempuk Durian Bengkalis sangat diminati oleh pasar di Jakarta dan luar negeri, seperti Belanda, Dubai, Qatar dan Malaysia.

“Pemasaran saya sampai ke luar negeri, dengan dibantu pemasaran Jakarta, sehingga bisa sampai ke Belanda, Dubai, Qatar. Sekali kirim itu bisa mencapai setengah ton hingga satu ton lebih. Di Jakarta tepatnya di Kalideres kita tempatkan salah satu agen Lempuk Durian,”tuturnya.

Dalam merintis usahanya, hingga omsetnya hari ini terbilang cukup menggiurkan. H. Amin juga dikenal dikalangan pejabat Riau.

“Tahun ini, saya punya target setahun bisa tembus Rp 6 miliar. Saya tidak perlu nama, tapi saya perlu uangnya, untuk pekerja dan seluruh pihak yang ada dalam usaha rumahan ini,”sebutnya.

Dikatakanya, Durian asli Bengkalis sangat bagus dibuat Lempuk Durian. Berasal dari Durian segar, sehingga membuat rasa yang sangat berbeda dengan merk lainnya seperti Mega Rasa dan Harum Sari, yang dikenal dengan Lempuk Durian Ala Bengkalis.

“Mega rasa dan harum sari dengan brand di Riau ini, semua teman dekat saya. Apin dan Beni, itu para rekan saya di Lempuk Durian. Justru mereka pengelolaannya sangat berbeda dengan Lempuk Durian asli Bengkalis ini, beda rasanya,”katanya lagi.

Berkat usaha yang serius digelutinya ini. Bapak satu anak ini memiliki satu unit toko brand Lempuk Durian Lestari H. Amin, brand ini mudah didapati di Bengkalis.

“Alhamdulillah, berkat ketekunan saya bisa menaikkan haji 6 pekerja. Semuanya berhasil dan hari ini saya sudah punya 7 kelompok binaan, yang saya modali, tapi tetap dikontrol atau diawasi cara pembuatan serta produksinya,”tutupnya.

Kepala Dusun Imam Bulqin, Desa Pasiran, Iskandar, Ahad (6/7/2021) mengatakan, usaha Lempuk Durian H. Amin memang sudah ada sejak lama di Desa Pasiran.

“Ini juga menjadi motivasi bagi kami dan sangat menyambut baik adanya usaha ini, karena juga sebagai salah satu usaha rumahan yang membuka lapangan pekerjaan baru, bagi masyarakat,”ujar Iskandar.(kr)



TULIS KOMENTAR