ANKARA, RIAUREVIEW.COM - Presiden Turki, Tayyip Erdogan kembali mengeluarkan kritikan terhadap kebijakan yang diambil oleh Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Erdogan menyebut, AS lebih suka mengeluarkan uang untuk membunuh daripada memberikan bantuan kemanusiaan.
Kritikan Erdogan ini terkait dengan keputusan AS untuk terus mengirimkan senjata kepada kelompok Kurdi Suriah. Pemimpin Turki itu menyatakan, senjata itu digunakan untuk menyerang warga sipil dan digunakan untuk melawan Turki.
"Ribuan truk dan pesawat kargo dengan senjata telah tiba di Suriah," kata Erdogan, yang sangat yakin senjata itu pada akhirnya akan digunakan untuk menyerang Turki, seperti dilansir Sputnik pada Senin (7/5).
"Ketika kami memberi tahu mereka (AS) tentang hal itu, mereka menjawab dengan mengatakan bahwa mereka akan mengambil senjata itu kembali, skenario yang kami lihat di Irak. Senjata mereka berada di tangan PKK. Jika sepersepuluh dari alokasi mereka untuk pembunuhan orang-orang akan dihabiskan untuk bantuan kemanusiaan, maka tidak akan ada pertanyaan atas keputusan mereka," sambungnya.
PKK adalah kelompok yang masuk dalam daftar hitam teroris di Turki, yang telah bertanggung jawab atas serangan aksi teror di seantero Turki dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Ankara menilai milisi Kurdi Suriah adalah kepanjangan dari PKK. (Sindonews.com)
Erdogan: AS Suka Hamburkan Uang untuk Membunuh
Redaksi
Selasa, 08 Mei 2018 - 10:55:07 WIB
Pilihan Redaksi
IndexCiri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Di Selat Morong, Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung Berpakaian Warna Pink
Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional Digagalkan
Kasus 28 Pekerja Migran Indonesia, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
Gugatan Pedagang Pasar Sarinah-Rimbo Bujang Menang di PTUN Jambi
Kunker ke Bangkalis, Kapolda Riau Irjen Iqbal Ekspose Pengungkapan 40 Kg Sabu-Sabu
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index INTERNASIONAL
Usir Kapal Induk Abraham Lincoln, Iran: AS Alami Kekalahan Bersejarah
Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:30:27 Wib INTERNASIONAL
Alasan China Tetap Diam Meski Sekutunya Iran Dibombardir Amerika Serikat
Rabu, 04 Maret 2026 - 21:24:57 Wib INTERNASIONAL
5 Kandidat Utama Pengganti Ali Khamenei Usai Tewas dalam Serangan AS
Ahad, 01 Maret 2026 - 01:10:29 Wib INTERNASIONAL
Umat Islam dari Seluruh Dunia Padati Masjidil Haram untuk Melaksanakan Tawaf
Rabu, 04 Februari 2026 - 09:25:00 Wib INTERNASIONAL

