Pendiri Yayasan Tunas Bangsa: Sir Harry Minta Semua Dukung Kemajuan Sekolah


PEKANBARU, RIAUREVIEW.COM  --Pendiri yayasan Tunas Bangsa  Sir Harry mengingatkan kepada semua pihak yang terlibat dalam membangun dunia pendidikan di yayasan Tunas Bangsa senantiasa mendukung dan bersinergi untuk kemajuan sekolah.

Hal ini di ungkapkan Sir Harry setelah sekian lama tidak berkunjung ke Sekolah Tunas Bangsa, sejak covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu. Sebagai Pendiri Sekolah Tunas Bangsa, Sir Harry selalu berpesan kepada para pembina, guru juga murid  untuk tetap giat belajar.

Saat tim media berkunjung ke Sekolah Tunas Bangsa, Sir Harry menerima kami dengan senyum dan sangat ramah.

“Saya ada kegiatan di Jakarta dan lebih banyak berdomisili di Jakarta, sesekali ada datang ke sini,   tetapi karena covid-19, dan anak didik belajar online, jadi hanya bertemu guru dan staf sekolah saja. Rindu suasana seperti dulu lagi, semoga covid-19 cepat berlalu dan semua bisa kembali seperti sedia kala,” kata Sir Harry memulai pembicaraan.

Sambil mengajak tim media  berkeliling melihat suasana sekolah, dirinya berucap bangga melihat kemajuan dan tampilan sekolah semakin bagus dan tertata baik .

"Saya juga bangga, liat lah

Sekolah sekarang sudah bertambah bagus, semua ruangan telah dipasang wallpaper oleh pengurus yayasan yang baru, tempat bermain dan ruangan lain juga terlihat bersih dan tertata rapi, kursi  meja telah dicat ulang, sehingga terkesan rapi dan bersih.," Tuturnya.

Dalam membina dunia pendidikan memang sangat di perlukan kepiawaian dan kemampuan para pendidik yang profesional dan berintegritas.

“Saya tidak salah memilih kawan dalam mengelolah Sekolah Tunas Bangsa, seperti  Pak Susanto adalah orang yang tepat dalam menjalankan operasional sekolah ini, saya yakin dirinya  mampu bekerja dengan baik dalam memajukan Sekolah Tunas Bangsa”Tambahnya.

Adakah sesuatu yang membuat Sir Harry datang saat ini ke Pekanbaru, terutama ke Sekolah Tunas Bangsa? Beliau hanya tersenyum seolah paham akan pertanyaan kami.

"Setiap bulan saya selalu datang ke Pekanbaru, juga ke sekolah Tunas Bangsa. Kebetulan saat ini momen ajaran baru, jadi saya menyempatkan diri untuk hadir dan bertatap muka dengan semua pihak pengelola sekolah. Sementara dalam persoalan teknis, Pak Susanto telah menjalankan prosedur dan manajemen dengan baik, dengan memberikan penilaian kinerja baik pengurus yayasan, guru maupun staf," terangnya.

Ditambahkannya, diakui Sir Harry ada pergantian kepengurusan di yayasan, dengan tujuan penyegaran dan juga untuk memperkuat kinerja program pedidikan yayasan.

 "Ada pergantian kepengurusan dan keputusan Pak Susanto adalah keputusan saya, semua dilakukan untuk membawa Sekolah Tunas Bangsa ke masa yang lebih baik kedepannya," tambahnya.

Diketahui pengantian kepengurusan yayasan dari sebelumnya, Rentina Manurung, S.Pd sebagai Ketua Yayasan telah berhenti pada tanggal 16 Juli 2021, dan diganti Hendra Saputra, S.Pd.

Sir Harry berharap semua pihak harus saling mendukung dalam kerjasama untuk kemajuan sekolah, bagi pihak yang diganti, sebaiknya menerima dengan lapang dada, karena beban kerja telah diberikan kepada yang menggantikan. Peralihan jabatan harus diartikan sebagai peralihan amanah.

"Perlu dipahami amanah dan kekuasaan itu berbeda, kalau jabatan dijalankan sebagai amanah, maka yang menjalankan akan melakukannya dengan penuh tanggung jawab," jelasnya.

 Filosofi hidup Sir Harry, jika dalam berlian tertutup oleh kotoran, saat diangkat dia akan berkilau. Namun, kalau berlian imitasi maka kilaunya akan pudar. Seorang manusia dinilai akhlaknya, jika dia pemimpin yang baik, saya yakin dia akan tetap berkilau, memberi pancaran sinar yang baik dimanapun berada.

Sebagai penutup perbincangan, Sir Harry mengatakan: ”Saya akan selalu ada untuk Tunas Bangsa, karena saya Tunas Bangsa.* rilis



TULIS KOMENTAR