TAPANULI TENGAH – Respons cepat dan tanggap darurat yang ditunjukkan oleh Pusat Kesehatan Angkatan Udara (Puskesau) dalam menanggulangi dampak banjir bandang di wilayah Sumatera Utara menuai apresiasi tinggi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Forum Transparansi 08 Astacita, Rifky Rizal Zaman, S.H.
Rifky menilai langkah taktis jajaran kesehatan TNI AU yang langsung terjun ke lapangan merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapuskesau dan seluruh jajaran, khususnya tim medis dari RSAU dr. Abdul Malik Lanud Suwondo yang bergerak cepat tanpa menunggu lama. Ini adalah bentuk konkret dari semangat gotong royong dan soliditas TNI bersama rakyat," ujar Rifky dalam keterangan persnya, Minggu (30/11/2025).
Fokus Pelayanan Kesehatan yang Krusial
Sebagaimana diketahui, banjir bandang yang melanda kawasan Sibolga dan Tapanuli Tengah menyisakan duka mendalam. Puskesau merespons situasi ini dengan menggelar kegiatan kemanusiaan di Kamp Pengungsi GOR Pandan, Tapanuli Tengah.

Rifky menyoroti kesigapan Puskesau yang tidak hanya menurunkan personel, tetapi juga menyiagakan logistik vital seperti obat-obatan, perlengkapan rumah sakit lapangan, hingga kesiapan Kontainer Medik Udara (KMU).
"Langkah antisipatif dengan menyiagakan KMU agar siap digelar kapanpun dan dimanapun adalah strategi mitigasi yang sangat baik. Di lapangan, kita melihat mereka langsung menyentuh kelompok rentan seperti balita dan lansia," tambah Rifky.
Berdasarkan data di lapangan pada Minggu (30/11), tim kesehatan TNI AU telah memberikan layanan kesehatan kepada 117 pengungsi, yang terdiri dari 79 masyarakat umum, 23 lansia, dan 15 anak-anak. Bahkan, satu pasien anak yang didiagnosa mengalami gangguan gastrointestinal (GE) dengan gejala mual dan muntah, langsung dirujuk ke RSUD Pandan berkat deteksi dini tim medis di lokasi.
Selain pengobatan, distribusi bantuan spesifik berupa pampers, minyak kayu putih, dan biskuit bagi 45 balita di pengungsian dinilai Rifky sebagai sentuhan humanis yang sangat dibutuhkan.
Seruan Solidaritas Nasional
Menutup keterangannya, Rifky Rizal Zaman, S.H tidak hanya sekadar memberikan pujian. Ia juga menyerukan agar momentum ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu. Ia meminta pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat lainnya untuk tidak berdiam diri.
"Bencana ini adalah ujian bagi persaudaraan kita. Saya meminta semua pihak untuk bahu-membahu, menyingkirkan sekat perbedaan, dan turut membantu saudara kita di Sumatera Utara, Aceh, maupun Sumatera Barat. Sinergitas seperti yang ditunjukkan TNI dan Polri harus menjadi teladan bagi kita semua untuk memulihkan kondisi masyarakat secepat mungkin," tegas Rifky.
Langkah cepat Puskesau ini diharapkan menjadi pemantik semangat solidaritas yang lebih luas, membawa harapan kesembuhan, dan meringankan beban para korban bencana di masa pemulihan ini. (**)

