RIAUREVIEW.COM --Kalangan warga berharap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera menggratiskan biaya parkir bagi pengunjung rumah sakit yang ada di wilayah Kota Pekanbaru karena hal itu sangat meringankan beban masyarakat.
"Ada saya baca di media online belum lama ini Pak Wali (Kota Pekanbaru) akan mengkaji ulang tarif parkir di rumah sakit. Harapan kita sebagai warga kepada Pak Wali, kalau bisa gratiskanlah biaya parkir di rumah sakit itu karena akan sangat membantu warga," kata Indra, Selasa (30/12/2025) sore.
Indra bercerita, dirinya sudah hampir setengah tahun ini bolak-balik ke salah satu rumah sakit karena harus menjalani terapi dengan dua orang dokter. Jadwal terapi salah seorang dokter dua kali seminggu, sementara dengan dokter satunya lagi dijadwalkan satu kali sebulan.
"Sekarang tahu sama tahulah kita, kalau ke rumah sakit tak bisa sebentar. Antre untuk pemeriksaan terapis lumayan lama karena yang mau terapi banyak. Belum lagi menunggu panggilan diperiksa, belum lagi kalau kita harus ambil obat di apotik rumah sakit, makin lamalah. Tentu kondisi seperti ini berpengaruh pada lama kita parkir. Dan inilah yang memberatkan kita," ungkap Indra.
Ditanya berapa rata-rata uang yang dikeluarkannya untuk sekali parkir, menurut Indra, untuk satu jam pertama parkir kendaraan roda dua dikenakan biaya parkir Rp2 ribu. Satu jam parkir berikutnya kena Rp1 ribu. "Jika kita misalnya ada dalam rumah sakit 4 jam, tentu kena Rp4 ribu. Itu cuma untuk berobat atau rawat jalan. Bayangkan kalau kita rawat inap. Bagi kami orang ekonomi pas-pasan seperti saya ini uang sebanyak itu cukup berarti," ujar Indra.
Toni, warga lainnya berpendapat, jika pengunjung gerai Indomaret atau Alfamart dikenakan biaya parkir tidak apa-apa. "Yang seharusnya digratiskan itu rumah sakit. Rata-rata rumah sakit besar di Pekanbaru ini pakai biaya parkir semuanya. Padahal mereka itu menunggu keluarga mereka yang sakit, tapi tiap keluar pasti bayar parkir terus. Ada juga rumah sakit yang pakai BPJS penunggu bayar parkir, kalau (pasien) umum gak. Padahal yang BPJS rata-rata semua menengah ke bawah ekonominya. Kita berharaplah Pak Wali kita bisa menggratiskan parkir di rumah sakit," harap Toni.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya kepada media mengakui, kalau warga saat ini sudah banyak yang mengeluhkan tarif parkir di rumah sakit dengan sistem per jam. "Kami akan kaji juga parkir di rumah sakit di Kota Pekanbaru karena banyak masyarakat yang melaporkan kepada kami 1 jam pertama masuk, itu Rp5 ribu seperti di mal," kata Agung, Selasa (16/12/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Sunarko, yang dimintai tanggapannya terhadap rencana kaji ulang tarif parkir di rumah sakit ini melalui pesan pendek, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. ***
Sumber: Goriau.com

