Jembatan Panglima Sampul Meranti Ambruk Lagi, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Jembatan Panglima Sampul Meranti Ambruk Lagi, Aktivitas Ekonomi Terganggu

RIAUREVIEW.COM --Jembatan Panglima Sampul di Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau, kembali ambruk. Kali ini, membuat akses menuju hulu sungai terganggu.

Ambruk kedua kali jembatan yang menghubungkan Desa Alai dengan Desa Gogok Kecamatan Tebingtinggi Barat terjadi, Ahad (4/1/2026) malam. Akibatnya, jaringan telekomunikasi dan listrik sempat terganggu.

Jaringan telekomunikasi Telkomsel baru bisa diakses pada Senin (5/1/2025) dinihari. Sementara listrik, PLN masih melakukan perbaikan hingga Senin siang.

Dua kabel, PLN dan telekomunikasi sebelumnya diletakkan di atas rangka jembatan pasca ambruk pada pertama kali tahun 2025. Waktu itu, hanya sisi sebelah Desa Alai saja yang tercebur ke sungai.

Sementara, sisi jembatan sebelah Desa Gogok masih di atas tiang penyangga. Barulah pada Minggu malam terjadi ambruk kedua sehingga semua jembatan kini terendam ke dalam sungai Perumbi.

Akibat ambruk kedua kali ini, kerangka jembatan menghalang aktivitas menuju hulu sungai. Sering pompong membawa tual sagu melewati bawah jembatan Panglima Sampul menuju kilang di hulu sungai.

"Untuk saat ini, pompong kecil bisa melewati di antara kerangka jembatan, itu pun ketika air pasang saja," kata Camat Tebingtinggi Barat, M Nazir kepada CAKAPLAH.com, Senin siang.

Pasca ambruk kedua kalinya ini, M Nazir mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. "Kita sudah berkoordinasi dengan Dishub," ujar M Nazir

Beruntung, kata M Nazir, saat kejadian Senin malam itu di atas Jembatan Panglima Sampul tidak ada warta yang memancing. Sehingga, tidak ada korban dari kejadian tersebut.

Jembatan Panglima Sampul merupakan satu-satunya akses dekat menuju ibukota Selatpanjang. Jembatan ini, terbentang di Sungai Perumbi yang menghubungkan Kecamatan Tebingtinggi Barat dengan Kecamatan Tebingtinggi.

Meski berada di Pulau Tebingtinggi, jembatan yang dibangun zaman Bengkalis ini juga digunakan masyarakat Kecamatan Pulau Merbau, Kecamatan Merbau dan Tasik Putri Puyu.

Paska ambruk pada 22 Mei 2024 silam, jembatan ini pernah diwacanakan akan dibangun pada 2025. Namun, pada tahun 2025 pembangunan yang ditunggu-tunggu itu tidak terwujud. Pemprov Riau kembali pada anggaran 2026 untuk pembangunan Jembatan Panglima Sampul.

Saat ini, untuk menyeberang ke Gogok ataupun sebaliknya, masyarakat menggunakan jasa kempang. Sekali menyeberang pada siang hari, warga harus membayar Rp 5000 per motor. Sedangkan pada malam hari, ongkos naik menjadi Rp 10 ribu untuk satu motor.

 

 

 

 

Sumber: Cakaplah.com

Berita Lainnya

Index