Urai Persoalan Macet, Plt Gubri Bakal Satukan Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Pepaya

Urai Persoalan Macet, Plt Gubri Bakal Satukan Jalan Cut Nyak Dien dan Jalan Pepaya
SF Hariyanto

RIAUREVIEW.COM --Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto memiliki sebuah keinginan besar dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang baik di Pekanbaru. 

Plt Gubri membayangkan sebuah kota di mana aspal-aspal membentang lebar, membebaskan warga dari jerat kemacetan yang selama ini menyandera waktu. 

Dia mengatakan, sebagai pemimpin harus memiliki nyali untuk membedah masalah sejak dini melalui perencanaan yang presisi dan tunduk pada regulasi.

"Kalau tidak kita mulai sekarang, kapan lagi? Kalau takut berbuat, mana ada obatnya rasa takut," ungkap SF Hariyanto, Rabu (7/1/2026).

Kalimat itu seolah menjadi genderang perang terhadap keragu-raguan dalam membenahi infrastruktur Bumi Lancang Kuning yang kian hari kian terbebani oleh lonjakan volume kendaraan. 

Apalagi saat ini pemerintah daerah tengah dihadapkan kondisi fiskal yang berpihak. Namun, bagi Plt Gubri hal itu bukan lah halangan untuk meninggalkan legesi, karena untuk melakukan perubahan bisa dilakukan dengan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. 

Karena itu, lanjut SF Hariyanto, Pemprov Riau berencana membenahi Jalan Cut Nyak Dien. Ruas ini disiapkan menjadi solusi pengurai kepadatan Jalan Sudirman Pekanbaru.

Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru antara Kantor Gubernur Riau dan Pustaka Soeman HS akan ditembuskan ke Jalan Pepaya Pekanbaru. 

Namun untuk menyatukan ruas itu, Pemprov Riau akan memindahkan kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) ke lokasi baru, demi membuka akses jalan lebar yang menembus hingga ke Jalan Pepaya. Sebuah rekayasa ruang yang ambisius namun krusial bagi mobilitas kota.

"Nanti Kantor BBWS pindah ke aset kita di Jalan Hang Tuah. Gedung Kantor BBWS di Jalan Cut Nyak Dien kita bongkar, nanti di belakangnya juga kita bebaskan agar tembus Jalan Pepaya," sebutnya. 

"Inilah investasi untuk anak cucu kita ke depan. Kita harus berani berbuat demi masa depan Riau. Karena kondisi jalan 20 tahun lagi kita tak tau seperti apa padatnya, karena setiap tahun jumlah kendaraan bertambah ribuan, sementara tidak ada penambahan pelebaran jalan. Tentu jika tidak kita siapkan sekarang kapan lagi," katanya. 

 

 

 

 

Sumber: Cakaplah.com

Berita Lainnya

Index