Kerupuk Labu Kuning Jadi Peluang Ekonomi, Dosen FEB Unilak Dampingi KUB Graha Permai

Kerupuk Labu Kuning Jadi Peluang Ekonomi, Dosen FEB Unilak Dampingi KUB Graha Permai
Oleh: Dr. Fatkhurahman

Pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber penguatan ekonomi masyarakat terus menjadi fokus berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Lancang Kuning bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Graha Permai dengan mengembangkan produk inovatif berupa kerupuk berbahan dasar labu kuning.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Januari 2026 tersebut diikuti oleh delapan orang anggota KUB Graha Permai, yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga pelaku usaha kecil. Selama ini, labu kuning lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan rumah tangga dengan nilai jual yang relatif rendah. Melalui pendampingan ini, labu kuning diperkenalkan sebagai bahan baku alternatif yang memiliki nilai tambah tinggi jika diolah secara kreatif dan berorientasi pasar.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Dr. Fatkhurahman, dengan anggota Prof. Arizal, N. dan Dr. Aznuriyandi, memberikan pendampingan secara langsung melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan kerupuk labu kuning. Peserta dibekali pengetahuan mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, teknik pengeringan, hingga pengemasan sederhana yang menarik. Selain aspek teknis, tim juga menekankan pentingnya inovasi produk sebagai strategi bertahan dan berkembang di tengah persaingan UMKM yang semakin kompetitif.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para anggota KUB aktif berdiskusi dan terlibat langsung dalam proses pembuatan kerupuk. Demonstrasi yang dilakukan tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang pengembangan produk lain berbasis bahan baku lokal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Dr. Fatkhurahman, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi sederhana namun berkelanjutan. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal yang selama ini dianggap biasa, jika diolah dengan tepat, dapat menjadi produk bernilai ekonomi dan membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anggota KUB Graha Permai, tidak hanya dari sisi peningkatan keterampilan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran kewirausahaan dan kepercayaan diri untuk mencoba hal baru. Para peserta menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan variasi produk lain, baik dari labu kuning maupun bahan pangan lokal lainnya, sebagai upaya diversifikasi usaha.

Ke depan, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berlanjut pada tahap pendampingan lanjutan, seperti peningkatan kualitas kemasan, strategi pemasaran, serta penguatan manajemen usaha. Dengan dukungan berkelanjutan, KUB Graha Permai diharapkan mampu berkembang menjadi kelompok usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

 

 

 

Berita Lainnya

Index