RIAUREVIEW.COM --Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengimbau para orang tua segera melaporkan apabila menemukan adanya praktik perpeloncoan maupun perundungan (bullying) selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tommy menegaskan, Disdik telah menginstruksikan seluruh sekolah agar MPLS dilaksanakan dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kegiatan tersebut harus menjadi sarana mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru dengan pendekatan yang positif.
"Imbauan dari kami jelas, kegiatan MPLS harus dilaksanakan dengan menyenangkan. Kami tidak ingin ada praktik bullying maupun perpeloncoan dalam kegiatan ini," tegas Tommy, Selasa (14/7/2026).
Ia menyebutkan, apabila terjadi dugaan perundungan, masyarakat maupun orang tua dapat menyampaikan laporan langsung kepada pihak sekolah, Disdik Kota Pekanbaru, maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak yang berada di Jalan Durian.
Selain itu, setiap sekolah telah memiliki Tim Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang bertugas menerima laporan serta melakukan penanganan apabila ditemukan kasus perundungan.
"Orang tua dapat menyampaikan laporan kepada guru, pihak sekolah, maupun langsung ke Disdik. Kami juga memiliki Tim Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk menindaklanjuti setiap laporan," cakapnya.
Tommy menambahkan, peserta didik juga perlu dibekali kemampuan melindungi diri (self defense) sebagai bagian dari upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, apabila ditemukan kasus bullying selama MPLS maupun kegiatan belajar di sekolah, Disdik akan menindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
"Apabila terjadi, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur. Penanganannya mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan," pungkasnya.
Sumber: cakaplah.com

