Calon Dewan Idaman

ilustrasi puisi gambar harian.analisadaily.(dok)

 

aku lewati pinggiran jalan

terlihat warna-warni bertengger

terbentang rapi memuat gambar

seakan bicara dengan rayuan

 

 

gambar itu seakan hidup

berdiri diterik panas matahari

berjemur di siang hari

banyak yang bilang sebagai pelengkap

banyak pelintas jalan terharap-harap

jika nanti jadi, jangan lupa diri

apatah lagi sampai tak tahu diri

 

 

rakyat tak perlu engkau cakap

yang diperlukan engkau mengerti

memahami amanah yang diberi

tanpa harus rakyat mu mengecap sikap

 

 

hari ini kau segalanya bagiku

tapi lusa bagaimana pula

apakah senyum mu masih menyala

atau hanya sesaat butuh suara saja

 

 

banyak janji banyak dosa

untuk apa itu semua bagimu

tak cukupkah modal dosa itu untukmu

mengantarkan jasadmu ke panasnya api neraka

 

 

kata idaman jadi slogan

kursi dewan hanya jabatan saja

tak ubah lancang kuning bernakhoda

jika salah haluan tentu salah tujuan

 

 

semoga gambar wajah berwarna itu ingat

jika diberi amanah nanti tak lupa diri

ketemu tak dapat, hilang dicari

sampai-sampai lupa adat

 

 

gambar berwarna bernomor indah

warnanya seindah angan-angan

untuk mu wahai calon dewan idaman

jangan lupakan akidah dan istiqomah

Bengkalis, 30/01/2019, Sukardi : Jurnalis Posmetro Mandau (Rumah Sastra Bengkalis)



TULIS KOMENTAR