Sosialisasi Bank Sampah di Panti Asuhan Alhasanah Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu


PEKANBARU, RIAUREVIEW.COM -Sampah sudah menjadi permasalahan setiap orang bahkan hingga organisasi, jutaan ton sampah yang menumpuk setiap hari, bagi rumah tangga tentunya solusi instan adalah buang keparit, tong sampah atau dipinggir jalan. Termasuk juga dialami oleh panti asuhan Al Hasanah yang berada di Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, terutama limbah plastik rumah tangga  yang selama ini hanya dibuang dan ditumpuk serta dibakar menjadi alternatif pilihan satu-satunya karena tidak mungkin dibuang ketempat lainnya.

Limbah plastik ini jika dibakar akan menimbulkan dua permasalahan, pertama asap hasil pembakaran akan merusak paru-paru yang menyebabkan munculnya bintik hitam pada paru-paru, kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia karena racun pada kantong plastik bisa berpindah ke makanan. sedangkan yang kedua adalah plastik yang dibakar tidak akan hancur dan tetap mencemari tanah, butuh puluhan bahkan ratusan tahun bagi tanah untuk mengurai sampah ini, kantong plastik (dan jenis plastik lainnya) sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian. Kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah. Terlebih lagi karena sifatnya yang cepat terurai menjadi mikro plastik, akan lebih mudah untuk mencemari lingkungan

Kalaupun sampah tidak dibakar, hanya dibuang begitu saja ditanah maka tetap juga mencemari lingkungan karena limbah tersebut juga tidak akan lansung terurai ditanah, butuh ratusan tahun untuk bisa diurai oleh tanah, Dilansir dari Chemistry & Biology 2009, membuang material plastik bisa bertahan hingga 2.000 tahun, bahkan bisa lebih lama. Betapa bahayanya limbah plastik ini bagi lingkungan dan juga manusia. Untuk itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat, tentunya dimulai dari lingkungan panti asuhan Al Hasanah, mudah-mudahan ini bisa menjadi pelopor untuk warga sekitarnya.

Terlebih dahulu nantinya akan diberikan edukasi kepada anak-anak dan juga pengurus panti asuhan al hasanah tentang macam-macam limbah plastik karena limbah rumah tangga tersebut terdiri dari plastik kantong kresek, botol air mineral, plastik minyak goreng, peralatan rumah tangga lainnya yang terbuat dari bahan plastik. Mungkin selama ini barang-barang bekas seperti ini dianggap limbah yang tidak ada gunakan dan hanya memberikan masalah, ataupun yang lazim digunakan adalah botol mineral yang bisa digunakan untuk pot bunga atau bisa dijual kepada pengepul barang bekas.

Namun selain itu masih banyak pemanfaatan yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan limbah ini terutama bekas plastik minyak goreng yang nantinya bisa digunakan untuk polibeg.  Selama ini plastik kantong kresek bekas belanja pasar maupun jajanan harian, langsung dibuang begitu saja ditong sampah dan dibuang dipembuangan belakang panti asuhan, jika sudah banyak dan menumpuk maka dibakar, selama ini hal ini dianggap solusi

Jika sampah plastik tersebut ditumpuk dalam tanah maka ini juga merusak tanah karena plastik-plastik tersebut akan melebur dengan tanah, seperti :

  1. Botol plastik, 450 tahun
  2. Kaleng aluminium, 200 tahun
  3. Bungkus plastik, 100 tahun
  4. Kantong plastik, 20 tahun
  5. Filter rokok, 20 tahun
  6. Kotak minuman, 5 tahun
  7. Styrofoam, tidak terurai

Contoh limbah plastik minyak goreng

 

Dengan melihat bahaya limbah diatas maka timbul kesadaran dari mereka untuk memulai memilah dan mengumpulkan sampah untuk dimasukkan dalam bank sampah, agar lingkungan panti asuhan semakin bersih dan juga mendapatkan income tambahan.       

Selain itu Plastik kemasan bekas minyak goreng ini kemasan cukup tebal untuk polly bag, bisa di pakai lebih lama dari pada pollybag yg di buat dari plastik daur ulang yang di jual di pasaran, mbak martini sudah sering mempraktekkan,terus limbah ini jika langsung dibakar berbahaya untuk kesehatan yang menghirup asapnya, di tukang rongsok tidak ada harga, langsung dibuang bakal menjadi limbah, menjadikanya pollybag itulah solusi terbaiknya.

Contoh limbah kantong kresek

 

Dari hasil pengabdian di Panti Asuhan Anak Alhasanah, kami jumpai anak-anak tersebut selama ini melakukan pembuangan sampah pada sembarangan tempat dan kemudian mereka yang piket bertugas untuk menyapu halaman dan area sekitar panti yang memiliki luas area sekitar 5000 meter persegi. Kemudian sampah-sampah tersebut dibuang diarea belakang panti, lalu dilakukan pembakaran semua sampah tersebut. Hal ini yang merusak kesehatan dan juga lingkungan, karena sampah plastik yang dibakar lebih berbahaya dari sampah yang tidak dibakar.

Dari sinilah kami sejak awal April 2019 dan terus melakukan pendampingan memberikan pemahaman kepada anak-anak panti asuhan untuk mulai mengelola sampahnya dan dilakukan pengelompokan atas sampah-sampah tersebut, seperti sampah plastik kantong kresek, bekas minuman gelas, kertas HVS dan lainnya. Mereka mulai memahami tentang bahaya plastik jika dibiarkan menumpuk apabila dibakar.

Anak-anak panti asuhan sangat antusias mendengarkan penjelasan tentang bank sampah dan ini terlihat pada gambar diatas, rata-rata mereka ini berusia antara 5 tahun hingga 17 tahun dan pada usia inilah yang sangat cocok ditanamkan rasa peduli pada lingkungan.

Bahaya Sampah

Selama ini mereka tidak menyadari bahwa betapa berbahanya sampah plastik tersebut dan jika dibakar akan merusak paru-paru dan efeknya akan terasa 30 tahun kemudian, kemudian juga plastik yang sudah terbakar justru semakin berbahaya bagi tanah. Jika sampah plastik tersebut ditumpuk dalam tanah maka ini juga merusak tanah karena plastik-plastik tersebut akan melebur dengan tanah.

Dengan melihat bahaya limbah diatas maka timbul kesadaran dari mereka untuk memulai memilah dan mengumpulkan sampah untuk dimasukkan dalam bank sampah, agar lingkungan panti asuhan semakin bersih dan juga mendapatkan income tambahan.   



TULIS KOMENTAR