Melihat Keberhasilan Rohil di Bidang Infrastruktur


BAGANSIAPIAPI, RIAUREVIEW.COM -Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Surya Arfan mengatakan bahwa sempena Hari Jadi Provinsi Riau ke-62 tahun 2019 ini sudah banyak perkembangan-perkembangan pembangunan yang terjadi.

"Jadi, keberhasilan Riau itu tidak terlepas dari kabupaten/kota," kata Surya Arfan.
  
Sekda mengatakan bahwa saat ini masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Riau sedang bergeliat untuk memacu pembangunan di berbagai sektor terutama masalah kemiskinan, kebodohan dan infrastruktur (K2I).

"Riau mendapat support dari pemerintah pusat. Karena mungkin pusat menyadari bahwa sepertiga pendapatan Nasional ini dari Riau," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Sekda, wajar kiranya kalau pemerintah pusat memberi perhatian khusus kepada Riau.

"Contoh untuk Rohil misalnya jalan Ujung Tanjung-Bagansiapiapi yang merupakan jalan nasional. Alhamdulillah dua tahun berturut-turut dibantu oleh pusat. Apabila ini terwujud saya kira jalan Ujung Tanjung-Bagansiapiapi sudah mulus. Termasuk persoalan air bersih juga dibangun SPAM Dumai, Rohil dan Bengkalis (Durolis)," kata Surya.

Sedangkan dari provinsi misalnya jalan lintas pesisir dari Kecamatan Pekaitan menuju Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas. Kemudian sedang digesa juga jalan Sinaboi sampai ke Dumai.

"Kabupaten Rohil sendiri kita juga sedang menggesa persoalan infrastruktur yang ada di kecamatan-kecamatan," katanya.

Untuk di ketahui, Di usia Kabupaten Rokan Hilir genap 20  tahun sejak dimekarkan pada tahun 1999 lalu. Tentu sudah banyak program kerakyatan yang sudah tercapai, di antaranya jalan sebagai sarana penunjang transportasi yang memiliki peranan penting, khususnya untuk transportasi darat. 

Berdasarkan Data Rokan Hilir Dalam Angka tahun 2015, Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir telah membangun jalan sepanjang 2.311,05 KM Jalan Kabupaten/Kota dan 149 KM Jalan Propinsi. Dari total panjang jalan 30,28 persen sudah diaspal, sementara sisanya 69,72 persen belum diaspal.


 
Dengan kondisi ini pemerintah kabupaten Rohil dibawah pimpinan H Suyatno terus berjuang dalam meningkatkan sarana transportasi darat demi akses jalan hingga ke pelosok desa yang ada di Rokan Hilir. Salah satu upaya nyata perjuangan H Suyatno tercermin dari mendapatkanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat untuk peningkatan jalan di sejumlah daerah yang ada di Rokan Hilir seperti Rigid di Kecamatan Bangko.

Puluhan miliar dana APBN untuk infrastruktur jalan sudah mengalir ke Negeri Seribu Kubah, serta dana dari APBD Propinsi untuk pembangunan infrastruktur jalan seperti Rigid jalan penghubung antara Rokan Hilir - Rokan Hulu, tepatnya di Kecamatan Pujud dan Tanjung Medan, Kubu dan jalan penghubung Lintas Pesisir tepatnya di Palika. 

Puluhan miliar dari APBD Propinsi untuk infrastruktur jalan juga sudah dinikmati negeri Rokan Hilir. Program program pemerintah Rokan Hilir saat ini berjalan dengan baik tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder. Peranan Legislatif baik tinggat II (DPRD kabupaten) dan I (DPRD propinsi) maupun pusat (DPR RI) juga turut andil dalam memajukan pembangunan infrastruktur jalan di Negeri Seribu Kubah.

Selain membuka akses akses jalan tentu juga untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Apalagi Prasarana jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu lintas di Darat. Lancarnya lalu lintas akan sangat menunjang perkembangan perekonomian suatu daerah. 

Di daerah Rokan Hilir pada tahun 2014 tercatat panjang jalan Kabupaten 1967,41 KM, Panjang jalan propinsi 149 KM dan panjang jalan negara 120 KM serta panjang jembatan pada jalan negara dan propinsi 1256 M.

Dilihat dari jenis permukaannya, sebagian besar jalan Kabupaten Rokan Hilir berupa jalan tanah sepanjang 706,30 KM (35,90 %). Panjang jalan kabupaten yang berupa jalan aspal sepanjang 595,73 KM (30,28 %). Sedangkan yang permukaan beton dan kerikil masing-masing sepanjang 415,91 KM (21,14 %) dan 249,47 KM (12,68 %). 


 
Dari keseluruhan jalan kabupaten hanya 29,54 %  yang kondisinya baik. Sebanyak 52,57 % berkondisi sedang dan 17,89 % dengan kondisi rusak dan 0,29 % jalan kabupaten rusak berat. Sedangkan jalan propinsi sepanjang 107,95 KM (72,13 %) dengan jenis permukaan aspal. Sisanya dengan permukaan kerikil sepanjang 41,70 KM (27,87 %).

Sebanyak 74,94 persen dari jalan propinsi dengan kondisi baik. Jalan propinsi yang sedang sebesar 21,72 persen, sedangkan untuk kondisi yang rusak sebesar 3,34 persen.

Seluruh jalan negara berpermukaan aspal. Sedangkan kondisinya 60 persen baik dan hanya 40 persen yang masuk kategori sedang. Seperti halnya pada tahun sebelumnya. Sejak 2013 tidak ada perubahan panjang kontruksi jembatan pada jalan negara dan propinsi. Tercatat sebagian besar yaitu sepanjang 785 M (62,50 %) yang kontruksinya brupa rangka.

Sedangkan untuk kontruksi jembatan yang berupa komposit hanya 251 M (19,98 %) Untuk kontruksi jembatan yang berupa kayu dan beton hanya sepanjang 206 M (16,40 %) dan 14 M (1,12 %).



TULIS KOMENTAR