DPD KATALIA Provinsi Riau Taja Seminar dan Lomba Rias Pengantin Melayu Riau

Iswanar, S.Sos Ketua DPD KATALIA saat memberikan kata sambutan.

PEKANBARU, RIAUREVIEW.COM -Upaya memberikan pengetahuan dan skill dalam melakukan rias pengantin Melayu. Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia adakan Seminar Rias Pengantin. Acara diselenggarakan di Aula LAMR Kota Pekanbaru, Rabu (11/3/20).

Acara diawali dengan mempertunjukkan tata cara Make Up pengantin modifikasi yang dibawakan oleh Hafiz Make Up dan dilanjutkan dengan Seminar Rias Pengantin dengan tajuk "Tata Rias, Aksesoris, Pakaian, dan Adat Istiadat Pengantin Melayu" dengan mengundang narasumber Budayawan Melayu Riau Datuk. Ok. Tabrani, S.H. dan DR. Hj. Syamsiah Bakar. Acara seminar ini diikuti oleh penata rias pengantin dan sanggar-sanggar pengantin se-Provinsi Riau. Seminar ini juga mengadakan lomba rias pengantin Melayu yang diikuti oleh perias pengantin se-Provinsi Riau.

Diadakannya seminar ini oleh Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau pun penjelasan langsung dari narasumber seminar kepada peserta seminar yaitu mengenai aturan, tata cara, kaidah, atau pun pakem dalam melakukan make up pengantin Melayu agar tidak keluar dari aturan atau kaidah agama, adat, dan tradisi Melayu.

Iswanar, S.Sos Ketua DPD KATALIA (Asosiasi Rias Pengantin Tradisional Modifikasi dan Modern Indonesia) Provinsi Riau menjelaskan "dengan diadakannya acara seminar ini untuk mengedukasi seluruh perias pengantin Melayu yang ada di Provinsi. Alhamdulillah antusias perias pengantin yang hadir memeriahkan acara ini sampai dipenghujung acara," ujar Iswanar, S.Sos.

Iswanar, S.Sos menambahkan, "Saya berharap acara seminar ini seluruh peserta bisa mengembangkan bakatnya dalam merias pengantin dan melestarikan tata cara rias pengantin Melayu Riau. Kita boleh mengikuti perkembangan style dizaman yang maju ini, yang penting untuk merias atau make up pengantin Melayu jangan meninggalkan khazanah atau kaidah-kaidah yang berlaku dalam agama dan adat istiadat Melayu Riau," tutup Iswanar, S.Sos.(br)



TULIS KOMENTAR