Fadli Zon: Kritik Prabowo Bukan Mencari Perhatian atau Popularitas

Fadli Zon: Kritik Prabowo Bukan Mencari Perhatian atau Popularitas
Foto: Ilustrasi Internet

JAKARTA, RIAUREVIEW.COM - Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra), kian gencar melancarkan kritik terhadap elite beberapa hari belakangan ini. Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra), menilai sudah waktunya Prabowo keluar 'sarang' setelah 3,5 tahun  lebih banyak diam dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja.

"Sekarang saya kira sudah waktunya untuk sampaikan apa adanya demi kemaslahatan umat bangsa, rakyat, seluruh masyarakat lah," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/4).

Pernyataan Prabowo tersebut tidak mengarah ke satu elite kata Fadli, melainkan ke banyak elite dari berbagai bidang yang dinilai tidak sesuai dengan amanat konstitusi.

"Misalnya menjual aset yang harusnya bisa berikan kemakmuran bagi rakyat tapi dijual murah dan mengambil keputusan untuk lakukan impor disaat justru petani butuh proteksi harga dan lain saya kira banyak," katanya.

Kritik yang dilontarkan Prabowo bukanlah upaya Prabowo untuk mencari perhatian atau popularitas. Fadli menepis bahwa mengaku mengenal baik Prabowo sejak lama dan ia masih menganggap Prabowo sama seperti yang ia kenal.

"Ah dari dulu Pak Prabowo ngomong selalu begitu, saya kira dari kenal Pak Prabowo hampir 30 tahun lalu ya kayak begitu sikapnya ya, nasionalis dan konsisten," ucapnya.

Diketahui, Prabowo kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial, setelah sebelumnya sempat menyebut Indonesia bubar pada 2030, Prabowo kembali mengkritik elite yang dinilai menjadi penyebab kemiskinan bangsa Indonesia.

"Jangan-jangan karena elite kita yang goblok, atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya," kata Prabowo di Cikampek, Sabtu (31/3).

 

Sumber: REPUBLIKA.co.id

Berita Lainnya

Index