Ini 5 Kandidat Terkuat Vaksin Covid-19, Harganya?


RIAUREVIEW.COM --Sejumlah perusahaan farmasi sudah mulai mengungkap harga vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan. Lantas vaksin corona mana yang paling murah ketika sudah siap digunakan publik?

Hingga saat ini harga vaksin Covid-19 termahal adalah milik China National Parhmaceutical Group atau Sinopharm. Vaksin ini ditargetkan siap digunakan publik di seluruh dunia pada Desember 2020.

Chairman Sinopharm Liu Jingzhen mengatakan harga vaksin Covid-19 buatan sekitar 1.000 yuan atau setara US$144,27 atau sama dengan Rp 2,1 juta (asumsi Rp 14.600/US$) untuk dua kali suntikan.

Namun dalam wawancara dengan Guangming Daily tersebut, Liu Jinngzhen tidak menjelaskan apakah harga ini untuk ritel atau korporasi (wholesale), seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (20/8/2020). Namun, dalam wawancara dengan Guangming Daily tersebut, Liu Jinngzhen tidak menjelaskan apakah harga ini untuk ritel atau korporasi (wholesale), seperti dilansir dari South China Morning Post, Kamis (20/8/2020).

Vaksin Covid-19 lain yang harganya sudah terungkap adalah buatan AstraZeneca, Johnson & Johnson, Moderna, Prizer dan Merck. Harga vaksin ini lebih rendah dari milik Sinopharm.

Termurah adalah vaksin AstraZeneca dengan University of Oxford yang dijual dengan harga US$4 per dosis (Rp 58.400) kepada pemerintah. Diprediksi butuh dua dosis untuk melawan Covid-19, artinya biaya menjadi US$8 per orang (Rp 116.800).

Lalu ada vaksin Covid-19 dari Johnson & Johnson yang ditawarkan seharga US$10 (Rp 146.000) per dosis. Biaya per orang kemungkinan mencapai Rp 292.000)

Adapun vaksin Pfizer akan dijual seharga US$20 (Rp 292.000) per dosis, seperti dilaporkan The Wall Street Journal. Bila butuh dua dosis per orang maka biayanya menjadi Rp 584.000.

Harga vaksin Moderna relatif tinggi. Beberapa negara membayar US$32 (Rp 467.200) hingga US$37 (Rp 540.200) per dosis untuk vaksin Covid-19 yang dibuat perusahaan AS ini. Per orang dibutuhkan biaya vaksin antara Rp 934.400 hingga Rp 1.080.400.

Sumber: CNBCIndonesia.com
 



TULIS KOMENTAR