Mobnas Pemda Pelalawan Pelatnya Dipalsukan Diduga Digunakan Untuk Giat Bapaslon Adi Sukemi-Rais


PELALAWAN, RIAUREVIEW.COM --Mobil Dinas (Mobnas) Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Pelalawan berkeluyuran, diduga digunakan untuk kepentingan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Adi Sukemi-M Rais mejelang resmi tahapan Pilkada, 2020. Ironisnya, lagi pelat mobil berwarna merah dipalsukan diubah menjadi pelat hitam.

Berentayangan mobil dinas Pemda ini, menjadi buah bibir dikalangan warganet seperti di media sosial (Medsos). Melalui sebuah akun Twitter, @rakyatbicara memposting foto-foto menggambarkan mobil dinas milik Pemda Pelalawan dipalsukan dari pelat merah menjadi pelat berwarna hitam.

Pada narasi penjelasan akun Twitter ini, menuliskan keterangan, mobil dinas di Pelalawan dipakai untuk kegiatan kampanye. Ada tiga jenis foto yang digabungkan dan ditampilkan pada akun Twitter tersebut.

Foto pertama misalnya, terletak di sisi kiri menampilkan mobil berjenis Toyota Fortuner dibagian depan berpelat merah BM 1136 C, sementara di sisi kanan paling bawah ditampilkan nomor polisi yang sama justru pelatnya, diubah menjadi warna hitam.

Sementara foto di sisi kanan atas, menampilkan mobil berjenis Toyota Hilux pelatnya, diubah total menjadi pelat warna merah dengan nomor polisi BM 8491 C. Foto-foto mobil dinas ini diposting pada akun Twitter @rakyatbicara pada tanggal 16 September 2020 pukul 01.09 AM.

Sementara disejumlah WhatsApp Group (WAG) berkentayangan juga, foto-foto yang sama, akan tetapi dibawahnya, menampilkan, satu lagi tambahan foto mobil dinas lainnya, berjenis X-Trail. Pelat mobil dipalsukan berwarna hitam dengan nomor polisi BM 441 NO.

Berdasarkan penulusuran dilapangan, sejumlah mobil dinas ini diubah dari pelat merah menjadi pelat warna hitam adalah mobil dinas dan mobil operasional Ketua DPRD Pelalawan. Satu lagi, mobil jenis X-Trail digunakan oleh salah seorang tim sukses Bapaslon Adi Sukemi-M Rais.

Di tempat terpisah Bapaslon Bupati Pelalawan Adi Sukemi, ST, MM ketika dikonfirmasi terkait berkentayangan mobil dinas ini, mempertanyakan bahwasanya, mobil siapa saja dan dinas mana? siapa saja yang memakai.

"Kalau mobil Pemda digunakan untuk kegiatan dan membantu kegiatan Pemda saya rasa tak masalah," terang Adi Sukemi singkat, melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (18/9/2020) seraya menambahkan mobil Pemda yang dipakai PWI apakah termasuk juga.

Bahkan ia menegaskan, mobil mana yang dipakai untuk kampanye?. Jika nanti sudah mulai kampanye, setelah penetapan dan masuk jadwal kampanye tanggal 25, pihaknya akan meminta untuk ditertibkan.

Terkait peruntukan Mobil Dinas ini sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengeluarkan surat larangan penggunaan kendaraan dinas dan jabatan/operasional untuk kepentingan yang berhubungan dengan Pilkada.

Surat dengan nomor: 032/ASET-BPKAD/2020/718 diterbitkan tanggal 15 September 2020 ditujukan kepada kepala OPD se-Kabupaten Pelalawan. Surat ini ditandatangani Tengku Mukhlis pembina utama madya/IV.d atas nama Bupati Pelalawan.

Berikut isi surat yang tertuang satu rangkap, diantaranya menyampaikan berkenaan dengan akan dilaksanakan Pilkada Kabupaten Pelalawan periode 2020-2024 yang akan dilaksanakankan tanggal 9 Desember 2020.

Dengan ini disampaikan kepada seluruh kepala OPD dan pemegang kendaraan dinas jabatan atau operasional untuk tidak memanfaatkan kendaraan dinas untuk kepentingan lainnya, yang berhubungan dengan Pilkada yang tidak dibenarkan oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam surat ini menyampaikan pesan apabila kendaraan dinas berada pada pihak terkait di luar ketentuan yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku agar dapat ditarik dan diserahkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah.

Kabupaten Pelalawan sendiri akan melaksanakan Pilkada serentak bersama 8 kabupaten/kota di Riau tahun 2020. Saat ini tahapan telah sampai pada pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di KPU.

Menjelang peserta diumumkan dan memasuki tahapan kampanye, para kandidat saat ini terus gencar melakukan sosialisasi. Namun, masyarakat menyorot dugaan adanya mobil dinas milik negara yang digunakan pihak tertentu untuk kepentingan pilkada. Ironisnya, lagi pelat mobil warna merah justru diganti menjadi pelat berwarna hitam.*(JC)



TULIS KOMENTAR