Golkar Riau Akui Kalah di 7 Pilkada, Bapilu: Tak Bisa Disalahkan Ketua DPD I Syamsuar


RIAUREVIEW.COM -- Pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 lalu, Partai Golkar Provinsi Riau tidak mencapai target kemenangan.

Dari 9 daerah yang menggelar pilkada di Riau Golkar hanya bisa mengantarkan pasangan calon yang diusungnya di dua daerah saja. Selebihnya 7 kabupaten/kota mengalami kekalahan.

Hal tersebut diakui Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I Partai Golkar Provinsi Riau Zulfan Heri.

Dikatakan Zulfan pada pilkada lalu dua daerah dipastikan direbut Partai Golkar yaitu di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi.

Di Indragiri Hulu, Golkar mengusung pasangan Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat yang merupakan istri dari Bupati petahana, Yopi Arianto. Sedangkan di Kuantan Singingi Golkar mengusung Andi Putra-Suhardiman Amby.

"Untuk itu kita mengucapkan selamat kepada pasangan Rezita Meylani-Junaidi Rachmat dan pasangan Andi Putra-Suhardiman Amby yang telah memenangkan pilkada 9 Desember 2020. Sesungguhnya Golkar menang di dua tempat ini dan tujuh kabupaten/kota kalah," kata Zulfan Heri, Jumat 11 Desember 2020.

Meski mengalami kekalahan di tujuh daerah yang menggelar Pilkada, Zulfan menolak kesalahan dibebankan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Riau yang juga Gubernur Riau Syamsuar. Sebab kerja politik merupakan kerja tim.

Namun demikian Partai Golkar Riau telah mencatat sejumlah faktor yang menyebabkan partai tersebut mengalami kekalahan di Pilkada. Mulai dari adanya dua kader Golkar yang sama-sama maju di satu daerah pilkada sehingga menyebabkan suara di akar rumput pecah. Seperti di Bengkalis, Pelalawan dan Rokan Hilir.

Faktor lainnya adalah kesiapan logistik pasangan calon yang diusung Golkar yang tidak maksimal, dan pasangan calon yang bekerja tidak menggunakan lembaga survei dalam menyusun pemenangan.
Tak hanya itu konsolidasi di internal Partai Golkar di akar rumput kata Zulfan Heri, juga tidak berjalan maksimal saat pelaksanaan Pilkada, khususnya di tingkat kecamatan dan desa atau kelurahan.

"Faktor lainnya adalah soal komunikasi antara pasangan calon dengan partai pengusung yang tidak berjalan bagus, tidak punya kesamaan sikap pandangan politik antara pasangan calon dengan partai dan tim," jelas Zulfan lagi.

Untuk diketahui ada sembilan daerah di Riau yang menggelar Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu yaitu, Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Pelalawan dan Kota Dumai.***

Sumber: fixpekanbaru.com


 



TULIS KOMENTAR