Tiga Harimau Sumatera Muncul di Kawasan HTI Pelalawan, BBKSDA Riau Mitigasi Konflik

Tiga Harimau Sumatera Muncul di Kawasan HTI Pelalawan, BBKSDA Riau Mitigasi Konflik

RIAUREVIEW.COM --Sebuah video yang memperlihatkan kemunculan Harimau Sumatera viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat tiga ekor harimau berada di kawasan hutan tanaman industri (HTI) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Video itu dikabarkan direkam pada siang dan malam hari sejak Ahad (19/1/2026). Harimau-harimau tersebut tampak bersantai di bawah pohon di tepi jalan yang kerap dilintasi warga. 

Dalam narasi video yang beredar, pengunggah menyebutkan bahwa satwa tersebut terdiri atas satu ekor harimau dewasa dan dua ekor anak. "Tiga ekor," ujar pria dalam video yang beredar.

Menindaklanjuti beredarnya video tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera melakukan langkah mitigasi konflik. Tim diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan pemantauan intensif terhadap keberadaan satwa dilindungi itu.

Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan bahwa Harimau Sumatera terdeteksi berada di wilayah perbatasan kawasan hutan yang merupakan bagian dari kantong atau habitat alami pergerakan harimau. 

Lokasi kemunculan satwa tersebut berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari permukiman warga. “Tim menemukan indikasi adanya lebih dari satu individu harimau. Diduga kuat merupakan satu kesatuan keluarga yang terdiri dari seekor induk dan anaknya,” ujar Supartono, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, anak harimau tersebut diperkirakan berusia sekitar empat hingga lima bulan. Pada usia tersebut, anak harimau masih berada dalam fase transisi penyapihan dan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap induknya.

Saat ini, penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pihak Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terdekat, serta masyarakat setempat.

Tim melakukan pemantauan secara berkala dengan fokus utama menggiring kawanan harimau agar menjauh dari permukiman dan kembali masuk ke kawasan hutan yang lebih aman.

Selain upaya teknis di lapangan, BBKSDA Riau juga melakukan sosialisasi dan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak merekam maupun menyebarluaskan video keberadaan Harimau Sumatera.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah kepanikan serta menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada waktu fajar dan menjelang malam. 

Warga diimbau menjaga ternak dengan aman dan tidak melepasliarkannya di area terbuka agar tidak menarik perhatian satwa liar mendekati permukiman.

Supartono menegaskan bahwa penanganan konflik ini mengedepankan keselamatan manusia sekaligus perlindungan Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi undang-undang.

“Tim akan terus berada di lokasi hingga situasi benar-benar kondusif dan pergerakan satwa menjauh dari zona aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Desa Pulau Muda diketahui merupakan bagian dari habitat alami dan wilayah jelajah Harimau Sumatera. Kawasan ini berbatasan langsung dengan HTI serta lanskap Kawasan Ekosistem Kerumutan, sehingga kerap terjadi interaksi negatif antara harimau dan warga.

Dalam beberapa waktu terakhir, laporan penampakan harimau dan serangan terhadap ternak berulang kali terjadi di wilayah tersebut, menandakan area itu menjadi salah satu jalur jelajah alami Harimau Sumatera.*

 

 

 

 

Sumber: cakaplah.com

Berita Lainnya

Index