RIAUREVIEW.COM --Kepolisian Sektor (Polsek) Langgam, Kabupaten Pelalawan, menerima laporan dugaan tindak pidana persetubuhan dan/atau pencabulan terhadap anak di bawah umur. Terlapor dalam kasus ini diduga merupakan ayah kandung korban berinisial P(40) dan telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/21/IV/2026/SPKT/Polsek Langgam/Polres Pelalawan/Polda Riau tertanggal 24 April 2026.
Peristiwa diduga terjadi pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 23.30 WIB. Korban merupakan anak perempuan berusia 13 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Identitas korban tidak dipublikasikan untuk kepentingan perlindungan anak.
Kasus ini terungkap setelah korban menyampaikan pengakuan kepada ibunya pada Kamis, 23 April 2026 kemaren. Laporan kemudian diteruskan kepada perangkat desa dan dilanjutkan ke pihak kepolisian.
Dalam penanganan awal, Ketua RT dan RW setempat turut melakukan klarifikasi terhadap korban dan terlapor. Dari hasil pemeriksaan awal di lingkungan, terlapor disebut mengakui perbuatannya sebelum diserahkan ke Polsek Langgam.
Pelapor dalam perkara ini adalah ibu korban, warga Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban serta dokumen keluarga yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Kapolres Pelalawan AKBP John Letedara, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Pelalawan AKP Thomas Bernandes Siahaan, S.Sos, Jumat (24/4/2026) membenarkan kejadian ini.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman perkara, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti untuk melengkapi berkas sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.
"Terlapor dijerat Pasal 81 ayat (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta ketentuan pidana terkait kekerasan seksual terhadap anak," tegas AKP Thomas.*
Sumber: cakaplah.com

