RIAUREVIEW.COM --Sindikat curanmor Riau spesialis Yamaha NMax akhirnya terbongkar. Satreskrim Polres Siak menangkap lima terduga pelaku setelah penyelidikan panjang. Jejak komplotan ini tersebar di Siak, Pekanbaru, hingga Dumai. Penangkapan dilakukan setelah polisi merangkai bukti dari berbagai lokasi kejadian.
Perburuan berlangsung senyap namun penuh ketelitian. Rekaman CCTV menjadi pintu awal mengungkap aktivitas para pelaku. Gerak-gerik mereka dipantau selama beberapa waktu. Polisi kemudian melakukan pembuntutan hingga menemukan lokasi persembunyian komplotan tersebut.
Operasi penangkapan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, pagi. Sasarannya sebuah kamar di Hotel Max One, Kota Dumai. Tim bergerak cepat sebelum para pelaku berpindah tempat. Dalam waktu singkat, lima orang berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.
AKP Raja Kosmos, Kasat Reskrim Polres Siak, memimpin langsung operasi tersebut. Penyelidikan mengarah pada kelompok yang diduga beraksi lintas daerah. Setiap anggota memiliki tugas berbeda dalam menjalankan aksinya. Polisi kini terus mendalami peran masing-masing pelaku.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku memiliki modus khusus dengan menyasar Yamaha NMax," kata Raja Kosmos.
Motor jenis tersebut ternyata menjadi sasaran favorit komplotan. Bentuknya populer dan banyak digunakan masyarakat perkotaan. Nilai jualnya juga masih cukup tinggi di pasaran. Kondisi itu membuat kendaraan tersebut sering diburu pelaku kejahatan.
Cara mereka beraksi tergolong cepat dan terukur. Pelaku lebih dulu merusak atau mematahkan stang kendaraan. Setelah itu motor dibawa menggunakan metode didorong atau step. Dalam hitungan menit kendaraan sudah berpindah tangan.
Setelah motor berhasil dikuasai, pekerjaan belum selesai. Para pelaku diduga mengganti modul keyless kendaraan. Langkah itu dilakukan agar motor sulit dikenali pemiliknya. Jejak identitas kendaraan pun berusaha dihapus.
Hasil penyelidikan mengungkap jangkauan aksi yang cukup luas. Kabupaten Siak menjadi salah satu wilayah paling sering disasar. Polisi mencatat sedikitnya enam lokasi pencurian berbeda. Hampir seluruh korban kehilangan Yamaha NMax.
Jejak serupa ditemukan di Kota Pekanbaru. Sedikitnya tiga belas lokasi diduga menjadi tempat beraksi komplotan. Selain NMax, pelaku juga mencuri Honda PCX dan Scoopy. Pola kerjanya terlihat hampir sama di setiap lokasi.
Di Kota Dumai, polisi menemukan satu lokasi pencurian lain. Lokasinya berada tidak jauh dari Hotel Max One. Temuan itu memperkuat dugaan adanya jaringan lintas kota. Mobilitas pelaku terbilang tinggi dan terorganisasi.
Saat penggerebekan berlangsung, polisi menemukan banyak barang bukti. Empat unit Yamaha NMax berhasil diamankan petugas. Beberapa komponen kendaraan juga ikut disita. Temuan tersebut memperkuat dugaan aktivitas pencurian yang telah berlangsung lama.
Barang bukti lain juga cukup mencolok perhatian. Polisi menemukan tiga remote keyless serta satu ECU Yamaha. Ada pula satu modul SGCU Yamaha NMax. Komponen itu diduga digunakan untuk memodifikasi kendaraan hasil curian.
Selain kendaraan, polisi menyita uang tunai cukup besar. Nilainya mencapai Rp14.647.000 dari lokasi penangkapan. Dua lembar STNK turut diamankan penyidik. Dokumen tersebut kini diperiksa untuk memastikan keasliannya.
Penyidik juga menemukan berbagai alat yang diduga digunakan untuk beraksi. Sejumlah telepon genggam ikut diamankan dari pelaku. Barang-barang itu kini menjadi bagian penting dari penyidikan. Polisi berupaya mengurai seluruh jaringan yang terlibat.
Ada temuan lain yang membuat penyidik memperluas pemeriksaan. Petugas menemukan alat hisap sabu atau bong. Satu paket sabu seberat sekitar 1,04 gram juga diamankan. Temuan tersebut membuka jalur penyidikan tambahan.
Hasil tes menunjukkan seluruh terduga pelaku positif sabu. Kondisi itu menambah daftar pertanyaan penyidik. Dugaan keterkaitan antara narkotika dan pencurian kini didalami. Pemeriksaan lanjutan terus dilakukan terhadap seluruh pelaku.
Raja Kosmos mengatakan pengembangan perkara masih berjalan. Polisi belum menutup kemungkinan adanya pelaku lain. Jaringan penadah kendaraan juga menjadi fokus berikutnya. Setiap informasi akan ditelusuri lebih lanjut. "Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan pelaku lain dan jaringan penadah," ujar Raja Kosmos.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat di berbagai daerah. Banyak korban kehilangan kendaraan dengan pola hampir serupa. Kemunculan sindikat lintas kota membuat keresahan meningkat. Penangkapan tersebut memberi sedikit rasa lega bagi warga.
Meski demikian, pekerjaan penyidik belum selesai. Laporan kehilangan kendaraan masih terus diperiksa. Polisi mencocokkan setiap laporan dengan barang bukti yang ditemukan. Langkah itu dilakukan untuk mengidentifikasi seluruh korban.
Masyarakat juga diminta lebih waspada saat memarkir kendaraan. Penggunaan pengaman tambahan dinilai cukup membantu. Lokasi parkir yang aman menjadi perhatian penting. Setiap aktivitas mencurigakan sebaiknya segera dilaporkan.
Kini lima terduga pelaku telah mendekam dalam tahanan. Barang bukti juga diamankan untuk proses hukum berikutnya. Polisi berupaya membongkar seluruh rantai jaringan curanmor tersebut. Sementara itu, para pemilik kendaraan berharap motornya bisa kembali ditemukan.
Perburuan yang dimulai dari rekaman CCTV akhirnya membuahkan hasil. Jejak motor hilang perlahan mulai tersusun rapi. Dari Siak, Pekanbaru, hingga Dumai, benang merah kasus ini mulai terlihat. Kamar hotel yang tampak biasa berubah menjadi titik akhir pelarian komplotan pemburu NMax di Riau.
Sumber: SM News.com

