RIAUREVIEW.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan banjir dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk perbaikan dan pembangunan drainase sepanjang 2026. Langkah ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah guna mengurangi genangan air di kawasan permukiman maupun ruas jalan yang selama ini kerap terdampak banjir.
Anggaran tersebut difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur drainase di sejumlah titik rawan banjir sekaligus melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas pada tahun sebelumnya.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan penanganan drainase tetap menjadi fokus utama Pemko sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengatasi banjir di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
"Drainase untuk tahun ini masih fokus kita juga, sekaligus untuk menangani banjir," ujar Markarius, Selasa (28/7/2026).
Saat ini, sejumlah proyek pembangunan dan perbaikan drainase telah berjalan di beberapa lokasi strategis, di antaranya Jalan Dharma Bakti, Jalan Suka Karya, Jalan Sekolah, dan Jalan Embun Pagi.
Menurut Markarius, besarnya anggaran yang dialokasikan merupakan bentuk komitmen Pemko Pekanbaru dalam mempercepat penyelesaian persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Selain pengerjaan fisik, pemerintah juga terus melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang masih sering mengalami genangan saat hujan deras.
"Tim terus mendata di mana saja titik banjir, nanti diarahkan perbaikan ke sana," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam APBD 2026, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas jalan. Program perbaikan jalan rusak dan pembangunan drainase dilaksanakan secara bersamaan agar hasil pembangunan infrastruktur menjadi lebih efektif.
"Kami melanjutkan kembali sisa pekerjaan jalan rusak dan drainase yang belum tuntas," katanya.
Markarius mengungkapkan, pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat, termasuk para ketua RT dan RW, mengenai kondisi jalan rusak maupun saluran drainase yang membutuhkan penanganan segera.
Seluruh laporan tersebut akan ditindaklanjuti secara bertahap oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran.
Selain membangun drainase baru, Pemko Pekanbaru juga menyiagakan alat berat untuk melakukan normalisasi saluran air di sejumlah kawasan yang dinilai rawan banjir. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi intensitas hujan yang berpotensi meningkat.
"Normalisasi ini juga bagian upaya mengantisipasi ancaman banjir di Kota Pekanbaru," pungkasnya.
Dengan alokasi anggaran mencapai Rp100 miliar, Pemko Pekanbaru berharap penanganan banjir dapat berjalan lebih optimal sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur yang lebih baik, khususnya dalam mengurangi genangan air saat musim hujan.
Sumber: SM News.com

