Miris Petugas Kebersihan Nyaris Dicelurit saat Tegur Pembuang Sampah

Dedih Suhendar

SUKABUMI, RIAUREVIEW.COM -Tiga tahun lamanya Dedih Suhendar (55) mendorong gerobak sampah kayu. Ada ratusan rumah yang mengandalkan kepedulian Dedih mengangkut sampah di sepanjang gang, Kampung Pamuruyan RT 3 RW 1, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi.

Sekitar empat kilometer jauhnya Dedih berkeliling hingga membuang sampah dalam gerobaknya ke tempat pembuangan sampah akhir di Jalan Raya Sukabumi-Bogor. Bukan hanya mengangkut sampah, Dedi rajin membersihkan tumpukan sampah di sekitar tempat tersebut.

Dedih mengaku kerap menegur pengendara mobil dan sepeda motor yang sengaja membuang sampah sembarangan. Meski sekadar teguran, kata-kata kasar hingga ancaman kerap diterima Dedih.

"Lokasi dekat tempat pembuangan sampah itu kan berada di pinggiran jalan raya Sukabumi-Bogor. Saya juga sering menyapu di tempat itu karena ada saja yang asal lempar sampah dari motor atau mobil. Saya pernah dimarahi oleh mereka karena merasa tidak terima dengan teguran saya. Ada juga yang sampai ngancam pakai celurit," tutur Dedih yang dilansir detikcom.

Aksi pengancaman dengan celurit itu dikatakan Dedih terjadi beberapa waktu lalu, sore menjelang petang. Dia geram dengan ulah pemotor yang membuang sampah di jalan.

"Saya cuma tegur, eh dia malah ngeluarin celurit. Saya diam saja, untungnya tidak sampai turun," ujar Dedih.

Gerak roda dan getaran bak kayu yang dibawa Dedih membuat bising warga yang tinggal di sepanjang gang Kampung Pamuruyan RT 03 RW 01 Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi. Meski bising, warga merindukan kehadiran Dedih. Bagi warga setempat, Dedih ialah pejuang kebersihan.

"Saya sudah berkeliling mengangkut sampah dengan gerobak kayu ini selama tiga tahun terakhir. Berangkat dari kesadaran banyaknya warga yang tidak disiplin dengan cara membuang sampah rumah tangga mereka," tutur Dedih.



TULIS KOMENTAR